Menguak Prahara di Balik Dinding Keraton Solo, Rebutan Tahta hingga Pengusiran Putri Raja
TRIBUN-VIDEO.COM - Di tengah konflik dan prahawa rumah tangga yang masih panas, kubu Gusti Moeng kemudian membuka Keraton Surakarta.
Ia membuka Keraton Surakarta untuk masyarakat umum tanpa biaya apapun alias gratis.
Tentunya hal ini menjadi obat bagi masyarakat yang merindukan berlibur ke cagar budaya sekaligus sejarah Indonesia ini.
Bertepatan dengan libur sekolah dan akhir tahun, Keraton Surakarta langsung diserbu warga dari berbagai kota di Indonesia.
Terlepas dari antusiasme masyarakat, ternyata pembukaan Keraton Surakarta ini mendapatkan tentangan dari kubu Sinuhun.(*)
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Videografer: Muh Rosikhuddin
Sumber: Tribunnews.com
Local Experience
Lima Wisata Nuansa Klasik di Kota Solo dengan Tiket Murah dan Akses Mudah untuk Liburan
4 hari lalu
Local Experience
Mengenal Bangsal Siti Hinggil, Ruang Sakral Sarat Sejarah di Keraton Solo
4 hari lalu
Local Experience
Keraton Surakarta Berdiri Setelah Perjanjian Giyanti 1755 sebagai Pusat Budaya dan Warisan Tradisi
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.