Selasa, 14 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Menlu Retno Marsudi Inginkan ASEAN Miliki Posisi Sama, Tidak Boleh Didikte Junta Militer Myanmar

Kamis, 29 Desember 2022 20:02 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Seluruh negara di ASEAN perlu mempunyai posisi yang sama terkait implementasi 5PC atau Konsensus Lima Poin.

Hal itu dapat membuat ASEAN tidak bisa didikte oleh junta militer yang membawa Myanmar dalam jurang kehancuran, Kamis (29/12/2022).

Dikutip dari Kompas.com, Konsensus Lima Poin harus menjadi satu-satunya rujukan keterlibatan ASEAN dengan junta militer di Myanmar.

Hal itu disampikan oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.

Pasalnya Retno ingin seluruh negara di ASEAN memiliki posisi yang sama tentang pentingnya implementasi 5PC.

"Saya juga tegaskan bahwa ASEAN tidak boleh didikte oleh junta militer di Myanmar," kata Retno.

Ia menegaskan bahwa tidak ada jalur pendekatan ASEAN selain 5PC untuk menyelesaikan masalah di Myanmar.

Baca: Pelatih Malaysia Akui Menang Beruntung Hadapi Myanmar, Sempat Dibuat Tak Berkutik di Babak Pertama

"Dalam mekanisme ASEAN, hanya dikenal satu track dalam engagement dengan Myanmar, yaitu dengan rujukan utama implementasi 5PC," ucapnya.

Retno mengatakan Indonesia menyambut baik Resolusi Dewan Keamanan PBB 2669 terkait situasi di Myanmar yang diadopsi pada hari Rabu (21/12/2022).

Di mana resolusi tersebut mendukung upaya ASEAN dalam mengatasi situasi di Myanmar.

Retno juga menyampaikan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki posisi yang sama.

Posisi yang sama tersebut tentang pentingnya implementasi Konsesus Lima Point.

Retno menegaskan Indonesia dan Malaysia akan bekerja sama untuk memastikan situasi Myanmar.

Supaya situasi Myanmar tidak akan menghambat agenda pembangunan masyarakat di ASEAN.

"Dan ASEAN akan selalu bersama rakyat Myanmar," tegas Retno.(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Menlu Retno: ASEAN Tidak Boleh Didikte Junta Militer Myanmar

# TRIBUNNEWS UPDATE # Menteri Luar Negeri # Retno Marsudi # ASEAN # Junta militer Myanmar

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Ghozi LuthfiRomadhon
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved