Rabu, 22 April 2026

LIVE UPDATE

Gelagat Bharada E saat Pertama Bertemu Ahli Psikolog, Tak Berani Kontak Mata & Banyak Mainin Tangan

Rabu, 28 Desember 2022 12:54 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Seusai terlibat kasus penembakan Brigadir Yosua, Bharada E disebut terlihat dalam kondisi cemas.

Hal ini disampaikan Ahli Psigologi Klinik, Liza Marielly Djaprie saat dihadirkan pihak Bharada E untuk meringankan dalam sidang di PN Jakarta Selatan pada Senin (26/12).

Liza juga mengungkap kondisi pertama Bharada E saat bertemu dirinya.

Diketahui, Liza telah mendampingi Bharada E sejak Agustus 2022 lalu, atas permintaan kuasa hukum Eliezer, Ronny Talapessy.

Richard tak banyak melakukan kontak mata saat pertama kali bertemu dengan ahli psikologi.

Baca: Diserang Kubu Ferdy Sambo Terkait Status Justice Collaborator, Kubu Bharada E Tak Permasalahkan

Ia menilai kondisi Bharada E saat itu sangat cemas hingga tak banyak melakukan kontak mata.

Dia lebih banyak menunduk dan mainin tangan.

Tak hanya itu, suara Bharada E cenderung pelan saat menjawab pertanyaan Liza.

Meski demikian, kata Liza, Bharada E tetap mampu menceritakan hal-hal terjadi secara runtut.

Liza juga menjelaskan bahwa kondisi Bharada E jauh lebih tenang setelah beberapa pertemuan berikutnya.

Terlebih setelah Bharada E sebagai justice collaborator dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J ini, didampingi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Untuk diketahui, Bharada E merupakan orang yang membongkar kasus meninggalnya Brigadir J di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Baca: Alasan Pengacara Ferdy Sambo Singgung Keterangan Bharada Eliezer

Mengingat, pada awal kasus ini bergulir, skenario yang beredar ialah Brigadir J meninggal dalam baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Ferdy Sambo.

Namun seiring berjalannya waktu dan penyilidakan, diketahui bahwa skenario karangan Ferdy Sambo tersebut rupanya palsu atau tidak benar.

Bharada E juga mengungkapkan bahwa Brigadir J meninggal dunia setelah ditembak atas perintah Ferdy Sambo.

Motif pembunuhan berencana Brigadir J pun masih terus didalami.

Lebih lanjut, Liza menyatakan bahwa hasil asesmen Bharada E menunjukkan bahwa ajudan Ferdy Sambo itu memiliki tingkat kejujuran yang tinggi.

Liza mengaku bahwa hasil tersebut didapat setelah ia melakukan observasi dan wawancara dengan Bharada E serta orangtuanya.

Liza mengatakan bahwa keterangan yang diberikan Bharada E dan orangtuanya kurang lebih sama. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribungorontalo.com dengan judul Ahli Psikologi Ungkap Gerak-gerik Bharada E saat Pertama Kali Bertemu, Tak Berani Kontak Mata?

https://gorontalo.tribunnews.com/2022/12/27/ahli-psikologi-ungkap-gerak-gerik-bharada-e-saat-pertama-kali-bertemu-tak-berani-kontak-mata

# Liza Marielly Djaprie # Ferdy Sambo # Bharada E 

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Rima Anggi Pratiwi
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved