Minggu, 12 April 2026

LIVE UPDATE

Ahli Forensik Ungkap Kondisi Luka Yoshua saat Autopsi Pertama, Ada Proyektil yang Bersarang di Dada

Senin, 19 Desember 2022 19:49 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua masih terus bergulir dan mengungkap fakta-fakta baru.

JPU menghadirkan dokter atau ahli forensik dan medikolegal, Farah Primadani Karouw dalam sidang hari ini, Senin (19/12/2022).

Diketahui Farah merupakan dokter yang melakukan autopsi pertama kali jenazah Brigadir Yoshua usai insiden penembakan.

Ia dihadirkan sebagai saksi atas lima terdakwa yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Maruf.

Dalam keterangannya, Farah membeberkan kondisi luka tembak yang dialami Yoshua secara detail.

Ia menyebut ada 7 luka tembak masuk dan 6 luka tembak keluar.

Baca: Akui Anak Buahnya Tak Bersalah dalam Kasus Brigadir Yosua, Ferdy Sambo: Saya Tahu Saya Salah

Lantas hakim meminta Farah untuk menjelaskan di bagian tubuh mana saja luka tembak itu.

Farah menjelaskan bahwa pihaknya menemukan satu luka tembak masuk di kepala bagian belakang sisi kiri, dan dada sisi kanan.

Menurutnya dua tembakan di kepala dan dada itu bersifat fatal dan menyebabkan kematian Yoshua.

Lalu ada luka tembak masuk di bibir bawah sisi kiri, di puncak bahu kanan, di pergelangan tangan kiri sisi belakang serta kelopak bawah mata kanan dan terakhir di jari manis tangan kiri.

Setelah itu, jaksa menanyakan kepada Farah perihal luka tembak keluar di tubuh Brigadir Yosua saat pertama kali diautopsi.

Kata Farah, dari 7 tembakan masuk itu, ada satu peluruh yang tidak menembus badan dari Brigadir Yosua.

Adapun peluru yang tidak tembus atau keluar ditemukan bersarang di sebelah kanan almarhum.

Kata Farah, satu buah proyektil itu ditemukan tim nya saat sedang melakukan autopsi pada tubuh jasad Brigadir Yosua.

Sementara itu, Ahli Forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Ade Firmansyah Sugiharto dalam keterangannya memastikan bahwa tidak ada luka selain luka tembak di tubuh Yosua.

Baca: Martin secara Tegas Menyebut bahwa Putri Candrawathi Berangan-angan Dirudapaksa Brigadir Yosua

Yang membedakan dalam keterangan Ahli Forensik adalah jumlah luka tembak masuk dan keluar ke tubuh Yosua.

Jika Ahli Forensik RS Bhayangkara Polri, Farah Primadani Kauro, menuturkan ada 7 luka tembak masuk dan 6 luka tembak keluar tidak demikian dengan Ahli Forensik Ade Firmansyah.

Ade mengatakan pada tubuh Yosua terdapat 5 luka tembak masuk dan 4 luka tembak keluar karena selebihnya adalah rekoset.

Jaksa sempat bertanya kepada Ade apakah juga mencermati luka di bagian jari Yosua.

Ade menuturkan, luka di bagian jari Yosua bukanlah luka tembak masuk melainkan rekoset dari tembakan di lengan kiri.

Termasuk, sambung Ade, dengan luka tembak yang berada di bagian bawah mata Yosua. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ahli Forensik Beberkan Kondisi Luka Tembak Brigadir J: Satu Proyektil Bersarang di Rongga Dada

# Farah Primadani Karouw # Brigadir Yosua # Ferdy Sambo # Putri Candrawathi

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Rima Anggi Pratiwi
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved