Selasa, 28 April 2026

Terkini Nasional

Aktivis Perempuan Memilih Tidak Membela Putri Candrawathi terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

Jumat, 16 Desember 2022 21:23 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus dugaan pelecehan seksual oleh mendiang Brigadir Yosua Hutabarat kepada Putri Chandrawati ikut disorot oleh aktivis perempuan.

Aktivis perempuan dari Jaringan Pembela Hak Perempuan Korban Kekerasan Seksual menilai ada banyak kejanggalan dalam kasus ini dan memilih untuk tak membela Putri Chandrawati.

Mereka justru memilih untuk berdiri bersama ibu Yosua dan istri para polisi yang jadi korban skenario Ferdy Sambo.

Dilansir Tribunnews, hal ini disampaikan oleh aktivis Jaringan Pembela Hak Perempuan Korban Kekerasan Seksual, Ratna Batara Munti saat diwawancarai oleh KompasTV.

Ratna mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan dengan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Ferdy Sambo.

Untuk itu pihaknya lebih membela ibunda Yosua.

“Kita membela Ibu Yosua. Ibu Yosua itu korban ya, yang anaknya dibunuh dengan keji, dieksekusi seperti itu. Kita tentunya enggak terima ya, main hakim sendiri dan sangat keji, tentunya kita bersama dengan Ibu Yosua dan keluarganya,” ucap Ratna Batara Munti dalam program Rosi Kompas.TV, Kamis (15/12/2022) malam.

Baca: Putri Chandrawati Ungkap Cerita Foto Yosua saat Setrika Seragam Anak Sambo, Mengaku Sempat Larang

Baca: Peran Putri Chandrawati dalam Pembunuhan Berencana Brigadir J yang Dibacakan dalam Surat Dakwaan JPU

Selain ibu Yosua, Ratna juga mengatakan bahwa aktivitas jaringan perempuan lebih memilih untuk berdiri memberikan dukungan bagi istri puluhan anggota Polri yang suaminya menjadi korban skenario Ferdy Sambo.

Hal itulah yang jadi pertimbangan Ratna untuk tak membela Putri.

Menurut Ratna, dalam kasus dugaan pelecehan yang dialami Putri, ada banyak kejanggalan.

Ratna pun meragukan Putri menjadi korban pemerkosaan.

Terlebih dengan pengakuan Putri yang mengaku dibanting sebanyak tiga kali oleh Yosua.

Pasalnya Putri tak memperlihatkan depresi trauma, apalagi Putri masih sering bertemu dengan Yosua pasca-kejadian yang diakunya.

Sementara itu, Kuasa hukum Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak dengan tegas menyebut bahwa Putri Candrawathi hanya berangan-angan dirinya diperkosa Yosua Hutabarat.

Hal itu disampaikan Martin menanggapi ucapan kuasa hukum Putri Candrawathi, Febri Diansyah yang masih memposisikan istri Ferdy Sambo itu sebagai korban kekerasan seksual. (*)

Editor: Tri Hantoro
Video Production: ahmadshalsamalkhaponda
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved