Sabtu, 11 April 2026

Terkini Nasional

Kesaksian Warga saat Rumah Dinas Wali Kota Blitar Dirampok, Ngaku Dengar Suara Teriakan

Selasa, 13 Desember 2022 16:19 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Perampokan terjadi di Rumah dinas Wali Kota Blitar di Jalan Sodanco Supriyadi, Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (12/12/2022) pagi.

Dilansir TribunWow.com, warga sekitar memberikan kesaksian dan mengaku sempat mendengar teriakan.

Sementara itu, ciri-ciri pelaku perampokan yang diduga terdiri dari lima orang tersebut akhirnya terungkap.

Kronologi Kejadian

Pada dini hari, lima orang masuk dari pintu samping setelah berhasil melumpuhkan tiga penjaga yang merupakan anggota Satpol PP.

Para perampok lantas mengancam dengan senjata tajam dan sempat menyekap Santoso, istrinya, Fenti Wulandari.

"Iya. Pelaku menyekap dan mengancam Bapak Wali dan Ibu. Diancam karena diminta menunjukkan tempat barang berharga," kata Kepala Polres Blitar Kota AKBP Argowiyono dikutip Kompas.com, Senin (12/12/2022).

Saat melakukan aksinya, para perampok tersebut mengikat korban dengan tali.

Adapun meski seluruh korban tak mengalami luka, namun para pelaku berhasil mengambil perhiasan dan uang milik keluarga Santoso.

"Uang cash dan perhiasan milik Bu Wali. Nilai uang cash kurang lebih Rp 400 juta," terang Argo.

Baca: Ini Total Harta Kekayaan Walkot Blitar yang Raib Dirampok, Rp 400 Juta hingga Perhiasan Digondol

Kesaksian Warga

Menurut seorang warga bernama Faizin, pada sekira pukul 04.05 WIB, rumah dinas tersebut sudah ramai aparat.

"Saya lewat depan rumah dinas wali kota sekitar pukul 04.05 WIB. Saya lihat banyak mobil polisi di depan rumah dinas," kata Faizin, dikutip Tribunnews.com.

"Saya tanya ke warga yang baru jamaah salat subuh, katanya terjadi perampokan di rumah dinas. Warga yang jamaah salat subuh sempat dengar teriakan minta tolong dari dalam rumah dinas," imbuhnya.

Hal ini dibenarkan Trimo, yang sempat menjalankan salat subuh di Masjid Syuhada Haji yang terletak persis di barat Rumah dinas tersebut.

Ia mengaku mendengar teriakan keras yang dikiranya berasal dari orang yang tidak waras.

"Teriakannya keras, orang yang ikut salat berjamaah di masjid juga dengar. Awalnya saya kira ada orang gila ngamuk," ujar Trimo.

"Kebetulan, ada satu anggota polisi yang ikut jamaah salat subuh. Dia masuk ke halaman rumah dinas, saya dan beberapa warga juga ikut masuk."

Ia melihat dua orang anggota Satpol PP disekap di pos jaga dengan tangan dan kaki terikat, serta mata dan mulut dilakban.

"Dua anggota yang di Pos Jaga, posisinya satu tengkurap di bangku panjang dan satu lagi tengkurap di lantai. Tangannya ada yang diborgol ada yang diikat. Kakinya diikat semua dan mulut serta mata dilakban," terang Trimo.

Rupanya, teriakan berasal dari satu anggota Satpol PP yang diborgol dan diikat di luar pos jaga.

"Anggota Satpol PP yang disekap di luar pos jaga ini yang teriak-teriak minta tolong. Mulutnya sudah tidak dilakban."

Ilustrasi penyekapan.
Ilustrasi penyekapan. (huffpost.com)
Gunakan Mobil Pelat Merah

Dikutip Tribunnews.com, Argo mengatakan bahwa para pelaku merusak CCTV dan mengambil decoder CCTV tersebut agar tidak mudah di lacak.

Namun, polisi berhasil mendapat informasi mengenai kendaraan pelaku dari CCTV yang berada di jalan.

Anehnya, para pelaku menggunakan mobil dengan pelat merah yang menandakan kendaraan yang dipakai aparatur sipil.

"Memang yang tampak selintas di CCTV di jalan depan rumah dinas memang menggunakan pelat merah. Tapi pelat merah ini bisa juga pengalihan, belum tentu sebenarnya," kata Argo.

Dari keterangan saksi yang melihat samar-samar jenis minibus antara Innova atau Avanza. Kami masih mendalaminya," lanjutnya.

Ciri-ciri Pelaku Perampokan

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Dirmanto menjelaskan ciri-ciri pelaku yang didapat dari kesaksian para korban.

Para perampok di rumah dinas Wali Kota Blitar tersebut diklaim menggunakan logat bahasa Indonesia yang mengindikasikan mereka bukan warga Jawa Timur.

Selain itu, mereka juga memakai topi berwarna hijau saat beraksi dan berambut cepak.

Seorang pelaku diketahui memakai jaket warna krem dengan lambang bendera merah putih pada salah satu bagian sudutnya.

"Ciri pelaku menggunakan topi warna hijau, rambut cepak dan logat bahasa Indonesia. Salah satu saksi sempat melihat salah satu pelaku menggunakan jaket warna krem dengan lambang bendera Indonesia," kata Dirmanto.

"Para pelaku menggunakan mobil jenis Innova warna hitam pelat merah, diduga nopol palsu," tandasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian Blitar dan Jawa Timur tengah mengerahkan personelnya untuk melacak pelaku perampokan nekat tersebut. (TribunWow.com/Via)

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Fakta-fakta Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Dikira Orang Gila hingga Ciri-ciri Pelaku Bocor

# Blitar # Rumah Dinas Wali Kota Blitar # wali kota Blitar disekap # perampokan di rumah dinas wali kota Blitar

Video Production: Niken Pratiwi
Sumber: TribunWow.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved