Tribunnews Update

Turis Asing Ketar-ketir dengan Pasal Zina yang Baru Disahkan, DPR: Masa Keluarganya Lapor ke Sini

Jumat, 9 Desember 2022 09:26 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Aturan perzinaan dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) baru saat ini tengah jadi sorotan dan menimbulkan kekhawatiran bagi turis asing.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pun meminta agar turis asing tak perlu cemas.

Pihaknya pun akan melakukan sosialisasi lebih mendalam agar pasal ini tak menimbulkan kesalahpahaman.

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (8/12) Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa aturan tersebut bukan untuk mengkriminalisasi pihak tertentu.

Diterangkan lebih lanjut, pasal zina adalah delik aduan, dalam hal ini, pelaku hanya bisa dilaporkan oleh pihak keluarga korban.

Baca: Tok! RKUHP Disahkan Jadi UU, Hukuman untuk Koruptor Dikorting, Pasal Penghinaan Presiden Diprotes

Seperti anak, suami, atau istri.

Dasco menilai, pihak keluarga turis juga tak mau repot-repot untuk membuat laporan ke otoritas Indonesia.

“Kalau turis, ya masa keluarganya mau ngelaporin ke sini? Gitu kira-kira lah,” sebut Dasco ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (8/12/2022).

Ia pun menilai wajar terkait polemik yang terjadi.

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa pentingnya melakukan sosialisasi atas berbagai aturan dalam KUHP baru.

Baca: Pasal Pencemaran Nama Baik Dihapus, Hotman Paris Sebut Bisa Timbulkan Kekacauan: Semakin Merajalela

Pemerintah pun dianggap perlu untuk melakukan hal serupa pada negara tetangga.

“Saya pahami bahwa dinamika yang terjadi ini karena memang kita perlu sosialisasikan, bukan cuma ada di internal di Indonesia, tapi juga di luar negeri,” sebutnya.

Untuk itu, Dasco menyebut DPR akan membentuk tim khusus yang fokus pada proses sosialisasi RKUHP.

Hal ini lantaran KUHP yang baru saja disahkan, tak bisa langsung diterapkan dan baru berlaku tiga tahun lagi karena adanya proses transisi.

Dasco pun menyarankan masyarakat untuk melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) apabila tak puas dengan RKUHP.

Baca: Anggota Komisi III DPR Sebut BNPT Kecolongan karena Adanya Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar

Untuk diketahui, pasal perzinahan diatur dalam pasal 411 KUHP baru.

Pada Ayat (1) berbunyi, setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya, dipidana karena perzinaan, dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak kategori II.

Ayat (2) berbunyi, terhadap tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dilakukan penuntutan kecuali atas pengaduan: a. suami atau istri bagi orang yang terikat perkawinan. b. orangtua atau anaknya bagi orang yang tidak terikat perkawinan.

Pasal inilah yang membuat masyarakat hingga media asing memberikan sorotannya.

Bahkan PBB juga turut memberikan perhatiannya lantaran khawatir aturan dalam KUHP baru bertentangan dengan hak asasi manusia. (Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasal Zina Disorot Media Asing, Dasco: Kalau Turis, Masa Keluarganya Mau Melapor ke Sini?"

VP: Nur Rohman Urip
Host: Sisca Mawaski

# Turis asing # pasal # Zina # DPR RI # KUHP

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Kompas.com

Tags
   #Turis asing   #pasal   #Zina   #DPR RI   #KUHP
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved