Minggu, 26 April 2026

Terkini Daerah

Tak Sesali Perbuatannya, Dhio Hidup Sebatang Kara Ditinggal Keluarga Besar seusai Racuni Keluarganya

Selasa, 6 Desember 2022 16:27 WIB
Tribunnews Bogor

TRIBUN-VIDEO.COM - Hati keluarga besar Abbas Ashar (58) dan Heri Riyani (54) pilu usai mengetahui perbuatan Dhio Daffa (22).

Akibat kekejian Dhio yang me racuni ayah dan ibunya, Abbas dan Riyani, nyawa satu keluarga itu pun melayang.

Tak cuma orangtua, Dhio juga me racuni kakak satu-satunya, Dhea Chairunnisa (25) hingga meninggal dunia.

Jasad satu keluarga itu ditemukan terbujur kaku di Jalan Sudiro, Gang Durian, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Senin (28/11/2022).

Mengakui perbuatannya me racuni keluarga, Dhio ditangkap Polresta Magelang hingga ditetapkan jadi tersangka.

Baca: DDS Pelaku Pembunuhan di Magelang Pastikan Korban Habiskan Minuman yang Telah Dicampur Racun Sianida

Atas kejadian tersebut, keluarga besar Abbas dan Riyani murka terhadap Dhio.

Agus Kustiardo kakak kandung mendiang Heri Riyani bahkan mengaku enggan memberikan pembelaan kepada tersangka yang merupakan keponakannya.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribunnews.com, Agus bahkan berharap Dhio dihukum setimpal.

Jadi yatim piatu sepeninggalan orangtuanya, Dhio resmi ditinggalkan keluarga besarnya.

Paman hingga kerabat almarhum Abbas sekeluarga ogah memaafkan Dhio.

Terlebih saat melihat tak ada raut penyesalan di wajah Dhio usai membunuh orangtua dan kakaknya.

Padahal keluarga Abbas dan Riyani masih lemas atas tragedi pembunuhan tersebut.

"Tersangka itu benar-benar pandai bermain karakter, sampai saya tidak menyangka ada rencana ini. Memang saat peristiwa itu terjadi tersangka tidak ada mimik rasa berduka. Padahal, saya yang baru ditelpon saja langsung lemas sampai sekarang, kalau diingat-ingat kejadian itu lagi," kata Agus dikutip pada Selasa (6/12/2022).

Murka dan kesal pada Dhio, keluarga tak akan melakukan pembelaan terhadap sang tersangka.

Baca: Pelaku Pembunuhan 1 Keluarga di Magelang Berikan Takaran Berbeda untuk Masing-masing Korban

"Kami sepakat menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak berwajib, sudah kami relakan. Pastinya tersangka harus dihukum setimpal dengan apa yang dilakukannya. Dari kami dua pihak keluarga tidak ada pembelaan untuk tersangka. Harus menjalani hukuman, orang melanggar hukum mau seenaknya tidak bisa," ungkap Agus.

Terkait kasus pembunuhan yang menimpa Abbas dan Riyani, Agus mengaku keluarganya di Yogyakarta dan Magelang tak pernah menyangka.

Terlebih perihal tabiat tersangka, Dhio yang merupakan anak kandung dari korban.

"Masih merasa kehilangan kesedihan masih ada. Masih terpukul semua kami di sini. Sedih-sedih, ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga lagi. Siapapun pasti akan miris dengan kejadian ini," imbuh Agus.

Hingga kini, keluarga masih memutuskan hubungan dengan Dhio.

Mereka bahkan enggan menjenguk Dhio yang sekarang ditahan di Mapolresta Magelang.

"Belum pernah (menjenguk tersangka), ya paling nantilah kalau sudah tidak loro hati (sakit hati). Itupun bukan menjenguk karena iba dengan tersangka, tetapi lebih ke hal lain yang perlu diselesaikan secara keluarga," pungkas Agus.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Tak Menyesal Usai Racuni Ayah, Ibu dan Kakak, Dhio Kini Hidup Sebatang Kara Ditinggal Keluarga Besar

# Mertoyudan # Magelang # pembunuhan # keluarga # tersangka

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Danar Pamungkas Sugiyarto
Sumber: Tribunnews Bogor

Tags
   #Mertoyudan   #Magelang   #pembunuhan   #keluarga   #tersangka

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved