TERKINI NASIONAL
Gunung Semeru Kembali Erupsi Sejak Minggu Dini Hari, Awan Panas Bergerak 7 Km dari Puncak Kawah
TRIBUN-VIDEO.COM - Ternyata, Gunung Semeru, Jawa Timur masih mengalami erupsi.
Dalam sehari tercatat Gunung Semeru bisa 88 kali erupsi.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK bagikan video erupsi Gunung Semeru melalui akun instagramnya.
Dalam video Gunung Semeru erupsi yang dibagikan, terlihat awan panas menyembur dari gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Baca: Erupsi Gunung Semeru Membuat Jepang Ikut Waspada, Kemungkinan Picu Tsunami Capai Prefektur Okinawa
Dalam keterangannya disebutkan bahwa sampai Minggu pagi tadi Gunung Semeru kembali meluncurkan guguran awan panasnya sejauh 10.000 meter ke tenggara dan selatan.
Saat ini status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga sehingga pendakian gunung masih ditutup.
Pihak KLHK pun mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Dilarang pulang beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Dimbau untuk warga sekitar agar mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
Warga yang bermukim di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat juga diminta waspada potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Dikutip dari keterangan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB) Kementerian ESDM dijelaskan, karakter Erupsi Gunung Api Semeru saat ini adalah berupa erupsi eksplosif yang berselang seling dengan erupsi efusif.
Letusan abu bertipe vulcanian terjadi setiap hari, yang terkadang disertai guguran lava serta awan panas guguran.
Aliran awan panas guguran tersebut mengarah ke bukaan kawah sebelah tenggara.
Yaitu mengarah ke hulu Besuk Kobokan, Besuk Bang, dan Besuk Kembar.
Baca: Erupsi Gunung Semeru Kemungkinan Picu Tsunami di Okinawa, Jepang Ikut Waspada
Tingkat aktivitas Gunung Api Semeru pada saat ini adalah Level III (Siaga) sejak 16 Desember 2021.
Sejak 1 November 2022 lalu tercatat letusan abu Gunung Semeru terjadi dengan rata-rata 88 kali erupsi per hari.
Awan panas guguran terjadi 2 kali dengan jarak luncur maksimal mencapai 4.5 km dari puncak.
Asap kawah utama teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi mencapai 50 – 1500 meter dari puncak.
Aktivitas kegempaan terekam 2919 kali Gempa Letusan, 2 kali Gempa Awan Panas, 81 Gempa Guguran, dan 137 kali Gempa Hembusan.
Hal ini menunjukkan aktivitas awan panas guguran masih berpotensi terjadi dikarenakan adanya endapan material dari pusat erupsi.
Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi mengingat curah hujan yang cukup tinggi di Gunung Api Semeru.
(Wartakotalive.com/DES)
Artikel ini telah tayang di Tribunbekasi.com dengan judul Gunung Semeru Erupsi 88 Kali, Guguran Awan Panasnya Sejauh Sekitar 10.000 Meter
# puncak kawah # awan panas # erupsi Gunung Semeru # Gunung Semeru
Video Production: Tri Susilo Mardhani
Sumber: Tribun bekasi
Nasional
NGERINYA ERUPSI Gunung Semeru! Keluarkan Awan Panas Sejauh 6 Km, BPBD Imbau Tetap Tenang
Sabtu, 14 Februari 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Gunung Semeru Keluarkan Awan Panas Sejauh 6 Kilometer, Warga Diminta Tak Panik
Sabtu, 14 Februari 2026
Live Tribunnews Update
Gunung Semeru Kembali Beraksi! Keluarkan Awan Panas Sejauh 6 Km, BPBD Imbau Warga Tetap Tenang
Sabtu, 14 Februari 2026
Saksi Kata
Pendaki Terakhir yang Dievakuasi, Afas: Disuruh Cepet-cepet, di Luar 'Hectic' Banget soal Erupsi
Minggu, 23 November 2025
Saksi Kata
Cerita Afas Pendaki Bermalam di Ranu Kumbolo saat Semeru Semburkan Awan Panas, Tak Terdampak Erupsi
Minggu, 23 November 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.