Terkini Daerah

Hasil Mediasi Dokter dan Bidan atas Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Dokter Akhirnya Sepakat Berdamai

Kamis, 1 Desember 2022 16:49 WIB
Tribun Banten

Laporan Wartawan Tribun Banten.com Ahmad Tajudin

TRIBUN-VIDEO.COM, KOTA SERANG - Komisi V DPRD Banten menggelar mediasi perdamaian antara dr. A (dr. Aisyah) selaku pelapor dan bidan N (Nunung), selaku terlapor atas kasus dugaan pemalsuan surat keterangan Covid-19, Kamis (1/12/2022).

Dalam mediasi yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa didampingi sejumlah anggota komisi V DPRD Banten.

Pihak komisi V DPRD Banten menghadirkan sejumlah pihak, mulai dari pihak dokter dr. A beserta kuasa hukumnya.

Kemudian pihak bidan N yang diwakili oleh suami dan juga kuasa hukumnya.

Serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan juga Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Banten.

Dalam rapat mediasi tersebut, diputuskan bahwa kedua belah pihak telah membuat kesepakatan untuk berdamai.

Baca: KPID Banten Gelar Literasi Media & P3SPS di 19 Titik, Diharapkan Bisa Cerdas & Bijak dalam Bermedsos

"Tadi kita telah memfasilitasi mediasi perdamaian antara dokter Aisyah dengan bidan Nunung yang diwakili oleh suaminya dan kita bersyukur bisa terjadi proses perdamaian," ujar Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa kepada awak media, Kamis (1/12/2022).

Sehingga atas perdamaian itu, kata dia, ke depan silaturahmi antara kedua belah pihak telah pulih kembali.

Bahkan dalam rapat mediasi tersebut pihak pelapor dan terlapor sudah saling meminta maaf dan saling memaafkan.

"Tentu kalau untuk proses pengadilan, kita tidak bisa mencampuri lebih lanjut dan kita berharap juga bisa jadi pertimbangan hakim dengan proses perdamaian ini," tuturnya.

Namun atas mediasi ini, kedua belah pihak telah sepakat untuk memutuskan perdamaian.

Bahkan bukti perdamaian itu telah tertuang dalam surat keputusan yang dibuat dan ditanda tangani bersama.

"Tadi sudah ditandatangani surat perdamaian dari kedua belah pihak," katanya.

Baca: Seorang Ibu Asal Banten Dipasung di Tengah Hutan karena Sering Mengamuk, Anak Mengaku Ikhlas

Penandatanganan itu juga disaksikan langsung oleh anggota komisi V DPRD Banten bersama Dinkes Provinsi Banten dan IDI Provinsi Banten.

Yeremia menuturkan alasan pihaknya meminta pihak Dinkes dan IDI dihadirkan dalam mediasi ini.

Untuk Dinkes Provinsi Banten dihadirkan, karena dalam hal ini dr. A merupakan salah satu tenaga kesehatan penugasan khusus (Tuksus) dari Dinkes Provinsi Banten.

"Makanya saya hadirkan dinkes supaya dr. Aisah ke depan tugas-tugasnya tidak terganggu," katanya.

Supaya dr. A bisa fokus melakukan tugasnya kembali di masyarakat.

Sedangkan perwakilan IDI dihadirkan yaitu dikarenakan yang bersangkutan berprofesi sebagai seorang dokter.

Kehadiran perwakilan dari IDI ini, untuk menjadi saksi dalam perdamaian antara Dokter dr. A dan Bidan N.

Sementara itu, Kuasa Hukum dari Dokter dr. A, Suhaedi menyampaikan dalam mediasi ini kedua belah pihak telah saling memaafkan.

"Jadi alhamdulillah mediasi ini tercapai dengan lancar dan aman dan sesuai dengan apa yang kami harapkan," terangnya.

Adapun kelanjutannya, kata dia, sudah ditegaskan dalam mediasi ini.

Bahwasanya persoalan antara kliennya dan pihak terlapor, telah diselesaikan dengan perdamaian.

"Kalau untuk hukuman, itu sudah kami serahkan kepada aparat penegak hukum dalam hal ini pengadilan karena telah berproses," katanya

"Yang intinya dalam bunyi perdamaian pun itu bisa menjadi alat bukti di sana bahwa kedua belah pihak sudah damai. Adapun keputusannya kita hargai proses hukum," sambungnya.

Namun meskipun proses hukum masih berlangsung, ditegaskannya bahwa kedua belah pihak sudah saling memaafkan.

Baca: Bidan Ditahan Bersama Bayinya di Rutan Pandeglang, Bertemu Kanwil Kemenkumham Banten

"Meskipun hukum sudah berproses, kita hargai proses hukum, tapi dokter Aiysah sudah memaafkan setulus hati," ungkapnya.

Diketahui dalam kasus ini, N merupakan seorang bidan asal Kabupaten Pandeglang.

N sempat ditahan sejak 17 November 2022 di Rutan Kelas IIB Pandeglang.

Dia ditahan di rutan bersama anaknya, R, yang masih berusia tujuh bulan dan mengidap sakit jantung sejak lahir.

N ditahan setelah dilaporkan seorang dokter puskesmas berinisial dr. A di Kabupaten Pandeglang.

Dokter melaporkan bidan itu karena diduga telah memalsukan tanda tangan dokter di surat keterangan Covid-19 yang diminta seorang mahasiswi praktik pada 2021.

Namun penahanan terhadap Bidan N kini telah ditangguhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pandeglang.

Penangguhan itu dikabulkan Majelis Hakim, pada sidang kedua yang digelar pada Senin (28/11/2022) kemarin.

Semua pihak telah sepakat untuk dilakukan perdamaian, namun keputusan itu diserahkan kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pandeglang.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Hasil Mediasi di Komisi V DPRD Banten: Dokter dan Bidan di Pandeglang Sepakat Damai

# mediasi # dokter # bidan # Pemalsuan # Covid-19

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Rahmat Gilang Maulana
Sumber: Tribun Banten

Tags
   #mediasi   #dokter   #bidan   #Pemalsuan   #Covid-19
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved