Travel

Warga Indonesia Desak Pemerintah agar Kebaya Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Kamis, 1 Desember 2022 14:09 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Warga Indonesia melalui komunitas kebaya, mendesak agar pakaian tradisional tersebut diusulkan sebagai warisan budaya takbenda UNESCO.

Komunitas kebaya mendorong agar Indonesia bergabung dengan tawaran multinasional.

Tawaran multinasional itu bertujuan untuk mendaftarkan kebaya sebagai pakaian tradisional warisan budaya takbenda UNESCO.

Lebih dari 12 kelompok budaya kebaya telah bertemu di Jakarta pada Selasa (29/11/2022).

Pertemuan antar komunitas kebaya untuk membahas apakah Indonesia harus bergabung dengan Singapura, Brunei, Malaysia dan Thailand.

Baca: Tempat Wisata TMII di Jakarta, Kini Tampil dengan Ruang Terbuka Hijau dan Ramah untuk Pejalan Kaki

Bergabungnya Indonesia bersama ke 4 negara tersebut bertujuan mengikutsertakan pakaian tradisional kebaya ke daftar perwakilan warisan budaya takbenda UNESCO.

Di Singapura, kebaya langsung dikenali sebagai seragam pramugari Singapore Airlines (SIA) yakni sarong kebaya .

TribunTravel melansir situs The Star, Rabu (30/11/2022), Lia Nathalia, Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya (Komunitas Wanita Berkebaya), mengatakan kepada The Straits Times bahwa semua kelompok yang hadir dalam pertemuan itu telah mendukung tawaran multinasional tersebut.

Lia Nathalia mengatakan bahwa lebih baik kita membawa semangat Asean sebagai satu komunitas.

Caranya dengan mencoba merangkul orang lain untuk berkumpul dan mendorong kebaya menjadi warisan budaya takbenda dunia dari daerah.

Menurut Lia Nathalia langkah bekerjasama ini juga sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia bahwa kita harus lebih mengedepankan kolaborasi daripada kompetisi.

Baca: Menilik Tempat Wisata di Bali, Pantai Batu Belig yang Tawarkan Keidahan Alam dan Suasana Tenang

Pada 23 November, National Heritage Board (NHB) Singapura mengumumkan bahwa empat negara Asia Tenggara telah setuju untuk bekerja sama dalam nominasi multinasional.

Kebaya sebagai bentuk perwakilan kekayaan sejarah bersama di kawasan Asia Tenggara.

Sehingga kebaya dapat mempromosikan pemahaman lintas budaya, terus hadir secara aktif diproduksi, dan dipakai oleh banyak komunitas di seluruh Asia Tenggara.

National Heritage Board (NHB) mengatakan ide untuk mengusulkan kebaya sebagai warisan budaya takbenda diusulkan dan dikoordinasikan oleh Malaysia.

Usulan tersebut telah dibahas sejumlah negara pada tahun 2022.

NHB juga menambahkan bahwa negara lain juga dipersilakan untuk bergabung dalam upaya tersebut,

Rencananya upaya kebaya menjadi warisan takbenda UNESCO dijadwalkan akan diserahkan pada Maret 2023.

Baca: Potensi Wisata di Carangsari Bali yang Masuk 50 Besar Nominasi Desa Wisata Indonesia Bangkit 2021

Direktur Perlindungan Budaya di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Irini Dewi Wanti, mengkonfirmasi pertemuan hari Selasa kepada The Straits Times, bahwa “diskusi dalam masyarakat masih berlangsung”.

Irini Dewi Wanti menambahkan, perwakilan pemerintah, termasuk dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, serta Kementerian Luar Negeri, hadir dalam pertemuan tersebut, namun hanya sebagai fasilitator.

Sesuai dengan semangat konvensi UNESCO tahun 2003, masyarakat harus menjadi pihak yang mengajukan.

Jadi, keputusan Indonesia untuk bergabung dengan empat negara lain dalam pengajuan kebaya ke UNESCO akan ditentukan oleh masyarakat.

“Apapun keputusan mereka, pemerintah Indonesia akan mendukung dan membantu memfasilitasi.” Ungkap Irini Dewi Wanti

Pengecualian Indonesia dari daftar pengajuan kebaya ke UNESCO secara mengejutkan membuat banyak orang merasa bingun dengan kejadian ini.

Baca: Eksplore Tempat Wisata Pulau Tawale, Sandiaga Uno: Raja Ampat Baru di Halmahera Selatan

Bagaimanapun, kebaya sangat terkait dengan budaya Indonesia dan Jawa.

Upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan kelompok budaya dalam beberapa tahun terakhir untuk mempopulerkan kebaya.

Gerakan, “Kebaya Goes to Unesco”, muncul pada tahun 2017 mendorong perempuan untuk mengenakan pakaian tersebut di acara komunitas.

Di acara komunitas kebaya dipakai dalam kegiatan seperti arung jeram dan mengendarai sepeda motor.

Tetapi tampaknya beberapa pendukung lebih suka Indonesia mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya milik pribadi.

Sebuah laporan Kompas pada bulan Agustus anggota DPR Agustina Wilujeng Pramestuti yang mengatakan: “Kebaya milik Indonesia, dan ini tidak bisa ditawar. Makanya kami harus tegas mendaftarkan kebaya ke UNESCO sebagai nominator tunggal.”

Mulai dari batik, kain songket, wayang kulit, hingga makanan cendol diklaim sebagai warisan budaya di antara negara-negara Asia Tenggara.

Aksi klaim warisan budaya Indonesia menimbulkan perdebatan sengit.

Baca: Tempat Wisata Kuliner di Dekat Sirkuit Lantan, Ada Cobek Bakar yang Tawarkan Steak dalam Cobek

Dalam beberapa tahun terakhir, kerjasama multinasional telah dilakukan untuk mempromosikan warisan budaya bersama di tingkat internasional.

Pada 2017, Indonesia dan Malaysia berkolaborasi untuk mengirimkan pantun atau puisi tradisional, sebagai warisan budaya bersama ke UNESO.

Tiga tahun kemudian, pantun atau puisi tradisional telah terdafatar di UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia dari Indonesia dan Malaysia.

Mengutip contoh ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dilaporkan telah mendukung pencalonan bersama untuk kebaya.

Mengatakan kepada situs berita Detikcom bahwa “biasanya memiliki peluang yang lebih baik dengan Unesco”.

Sejak tawaran kebaya diumumkan, masyarakat Indonesia melalui media sosial mengungkapkan kekecewaan mereka karena ditinggal oleh ke 4 negara tetangga.

Beberapa telah menegaskan bahwa kebaya adalah milik Indonesia. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunTravel.com dengan judul Warga Indonesia Desak Agar Kebaya Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO

# Kebaya Goes To UNESCO # UNESCO # kebaya # warisan

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: TribunTravel.com

Tags
   #Kebaya Goes To UNESCO   #UNESCO   #kebaya   #warisan
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved