LIVE UPDATE

Anak Kedua yang Diduga Membunuh Keluarganya di Magelang Beli Racun dari Online Dicampur ke Minuman

Selasa, 29 November 2022 15:04 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang, DDS (17), membeli racun dari online.

DDS kemudian mencampuri racun tersebut dalam minuman teh hangat dan es kopi untuk ayah, ibu dan kakaknya.

"DDS mengakui melakukan pembunuhan dengan cara mencampuri minuman teh hangat dan es kopi dengan racun yang dibeli secara online," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Iqbal Alqudusy, dalam keterangannya, pada Senin (28/11/2022).

Identitas korban dalam kasus ini yakni Abbas Ashar (58) orangtua pelaku, Heri Riyani (54) ibu pelaku, Dhea Choirunnisa (24) kakak pelaku atau anak pertama.

"DDS merupakan anak kedua," ujar dia.

Ketiga korban sempat dibawa ke RS Merah Putih.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis ketiga korban dinyatakan telah meninggal dunia. 

Diberitakan sebelumnya, satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak ditemukan pingsan di dalam rumahnya sendiri Desa Prajenan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Senin (28/11/2022)

Mereka adalah AA (58), HR (54), dan DC (24) yang merupakan anak sulung perempuan.

Baca: Fakta 1 Keluarga Tewas di Magelang, Diduga Diracun hingga ART Sebut Tubuh Korban Masih Hangat

Sekitar pukul 07.00, polisi pertama kali menerima informasi adanya ketiga korban yang diduga keracunan ini.

Setelah dilakukan penelusuran, benar adanya jika tiga korban yang meninggal secara tragis adalah korban pembunuhan dengan cara diracun.

Dan terduga pelakunya adalah seorang pria berusia 22 tahun, yang ternyata adalah anak kedua dari keluarga tersebut.

Pria bernisial DDS ini mengakui kepada polisi bahwa dirinyalah yang meracuni ayah, ibu, dan kakaknya.

"DDS mengakui melakukan pembunuhan dengan cara mencampuri minuman teh hangat dan es kopi dengan racun yang dibeli secara online," jelas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jateng, Kombes Iqbal Alqudusy, dalam keterangannya, Senin (28/11/2022).

Kakak laki-laki kandung dari korban HR, Agus Sutiarso mengatakan, menyerahkan sepenuhnya kejadian ini kepada aparat penegak hukum.

"Nuwun Sewu ya ini masalah menyangkut pelanggaran hukum. Dengan kejadian ini tuduhan dari aparat penegak hukum ditunjukkan pasalnya apa kita manut saja.

"Saya taunya terduga pelaku adalah anak kedua korban setelah olah TKP yang dilakukan kepolisian.

"Di situ saya baru tau, bahwa yang bersangkutan anak kedua korban yakni DDS dibawa ke polisi. Tadi, saya sudah dimintai juga keterangan oleh kepolisian,"ujarnya seusai pemakaman jenazah korban di TPU Sasonoloyo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Senin malam.

Ia menambahkan, sedari awal tidak ada menaruh curiga dari terduga pelaku.

Namun, jika aparat kepolisian sudah membawa seseorang berarti sudah punya keyakinan. 

"Sudah melalui alat bukti dan data kuatnya,"ujarnya.

Ia merasa sangat hancur hati ketika mengetahui adik kandung dan keluarga meninggal dunia.

Ditambah, terduga pelaku adalah anak korban sendiri.

Baca: Polisi Tetapkan Dhio Sebagai Tersangka Kasus Tewasnya Keluarga karena Racun

"Hancur hati saya sudah tau itu, walaupun itu yang diduga membunuh anaknya, tapi kan itu yang dibunuh adik saya, secara manusiawi kan seperti itu, siapa yang meninggal adek saya, saya sangat merasakan kehilangan,"tuturnya.

Sementara itu, ia mengaku, memang belakangan ini terduga pelaku sering menghambur-hamburkan uang.

"Ya ini memang dia itu over lap-ya. Setahu saya itu banyak menghambur-hamburkan uang,"urainya.

Diketahui korban AA adalah pensiunan pegawai negeri sipil, HR adalah ibu rumah tangga.

DC tercatat sebagai pegawai di Jogja, sedangkan DDS pada data yang didapatkan Tribunjogja tercatat sebagai pegawai.

Berdasarkan keterangan Agus, yang tak lain kakak dari korban atas nama HR, pada Senin pagi, Agus sempat bertemu dengan para korban dalam keadaan sehat walafiat.

Pagi itu dirumah ada AA, HR, DC dan DDS.

Agus menyebut DCsedang berada di rumah karena sedang tak bekerja.

"Jadi di rumah itu ada 4 orang, ayahnya, ibunya, anak pertama perempuan anak kedua laki-laki,"ujarnya saat ditemui di lokasi Senin (28/11/2022).

Selanjutnya adalah saksi mengantarkan kakak tertuanya untuk terapi dan berobat.

Namun sesampai di rumah sakit, kakak tertuanya itu dihubungi kalau adiknya HR dan keluarganya ditemukan pingsan di rumahnya.

"Saya baru sampai di rumah sakit, kakak saya belum terapi. Itu langsung turun (dari RS) mengabari kalau adik saya dan keluarganya pingsan.

"Saya sempat bertemu dengan para korban dan di situ kondisinya sehat walafiat,"ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anak Kedua Terduga Pembunuh Satu Keluarga di Magelang Beli Racun dari Online, Dicampur dalam Teh dan Kopi Korban"

# Magelang # racun # keluarga

Editor: Dyah Ayu Ambarwati
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: Reza Nova Erfiansyah
Sumber: Kompas.com

Tags
   #Magelang   #racun   #keluarga
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved