LIVE UPDATE

AS 'Panas'saat Iran Kembangkan Program Nuklir, Bakal Halang-halangi Karena Ancam Perdamaian Dunia

Kamis, 24 November 2022 21:52 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Dilaporkan Iran sedang memperluas program nuklir di daerah Natanz.

Perluasan program nuklir itu dilakukan dengan memperkaya uranium hingga 60 persen.

Hal tersebut telah dikonfrimasi oleh kepala nuklir Iran, Mohammad Eslami.

Mengetahui hal tersebut, Negara barat seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman langsung mengecam Iran

Namun Iran bersikeras pada program nuklirnya murni untuk tujuan damai.

Tapi para ahli mengatakan pengembangan uranium hingga 60 persen adalah selangkah lagi dari tingkat senjata 90 persen.

Baca: Rudal Rusia Hantam Rumah Sakit Bersalin di Ukraina, Bayi Baru Lahir Tewas Sementara Ibunya Selamat

Iran juga mengatakan tuduhan lama atas kegiatan nuklirnya semuanya telah dibahas dalam perjanjian nuklir Iran yang ditandatangani dengan AS, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan China pada tahun 2015.

Sehingga, masalah tersebut tidak dapat dibuka kembali.

Selama Donald Trump menjabat sebagai presiden AS pada tahun 2018, AS keluar dari perjanjian itu dan menerapkan kembali sanksi pada Iran.

Semenjak itu, Iran mengembangkan produksi uranium hingga mencapai 60 persen pada April 2021.

Level tersebut mendekati batas maksimal uranium Iran dalam perjanjian nulklir tahun 2015 yaitu 90 persen

Diketahui, dalam perjanjian nuklir Iran tahun 2015, terdapat poin-poin yang membatasi produksi uranium yang aman.

Perjanjian itu membatasi level kemurnian pengembangan uranium hexafluoride.

Sehingga AS tidak akan membiarkan iran mengancam perdamaian dengan nuklir.

Baca: Rusia Diduga Bakar Mayat Tentaranya di Tempat Sampah, Warga Ukraina: Baunya seperti Rambut Terbakar

Hal tersebut disampaikan juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby.

Ia ingin agar menghidupkan kembali kesepakatan nuklir dengan Iran.

Komentar Kirby muncul setelah Iran mengatakan pihaknya memproduksi uranium yang diperkaya hingga 60 persen di pabrik Fordo untuk pertama kalinya.

Sementara perlu diketahui pabrik Fordo ini sangat terlindungi.

Pabrik tersebut berada sekira 110 mil selatan Teheran, Iran.

Pabrik Fordo dibangun jauh di bawah tanah untuk melindunginya dari serangan udara atau rudal.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iran Perluas Program Nuklir, AS: Kami Tak akan Biarkan Iran Produksi Senjata Nuklir,

# Amerika # nuklir # Iran # Rusia # Vladimir Putin

Editor: muhammad imam arif syamsuddin
Reporter: Maria Nanda Ayu Saputri
Videografer: muhammad imam arif syamsuddin
Video Production: Dyah Ayu Ambarwati
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Amerika   #nuklir   #Iran   #Rusia   #Vladimir Putin
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved