Rabu, 8 April 2026

Piala Dunia 2022

Karim Benzema Berharap Trofi Piala Dunia Bisa Kembali Diraih Timnas Prancis, Ini Alasannya

Rabu, 16 November 2022 21:40 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketika Karim Benzema mengangkat penghargaan Ballon d'Or bulan lalu, penonton di teater Paris bertepuk tangan untuknya.

Sekarang Karim Benzema berharap untuk meraih trofi Piala Dunia di Qatar.

Arena yang penuh sesak itu tampaknya merupakan lokasi yang pas untuk momen puncak kejayaan pribadi Karim Benzema.

Mengingat Karim benzema pernah ditolak dan difitnah oleh publik Prancis menyusul tuduhan skandal rekaman seks.

Kejatuhan nama Karim Benzema terasa dramatis yang menyebabkan pengucilan panjang dari tim nasional Prancis hingga dipanggilnya lagi sebagai pemain timnas tahun lalu.

Tenang dan tenang, berpenampilan intelektual dengan kacamata berbingkai tipis, Benzema akhirnya dirayakan sebagai ikon nasional Prancis.

Dia orang Prancis kelima yang memenangkan penghargaan sebagai pemain terbaik sejak Zinedine Zidane, idolanya meraihnya pada tahun 1998.

Baca: Karim Benzema Waspadai 3 Tim Favorit di Piala Dunia 2022 Qatar, Benzema Tak Gentar

"Ada kalanya jauh lebih sulit bagi saya. Ada masa ketika saya tidak berada di tim nasional, tapi saya tidak pernah menyerah," kata Benzema saat menerima Ballon d'Or seperti dikutip dari AP.

"(Zidane) terus mengatakan kepada saya untuk menikmati sepak bola saya, bahwa suatu hari saya bisa memenangkan trofi ini. Itu hanya membuat saya lebih kuat secara mental."

Sejak dipanggil kembali ke tim nasional, Benzema telah mencetak 10 gol dalam 16 pertandingan – termasuk empat gol di Kejuaraan Eropa tahun lalu – dan dia memasuki Piala Dunia sebagai penyerang paling lengkap di dunia bersama dengan Lionel Messi.

"Saya tidak hanya berpikir tentang mencetak gol, meski saya bisa melakukannya," kata Benzema.

"Saya lebih suka membantu rekan satu tim saya."

Jose Mourinho, mantan pelatih Benzema di Madrid, menyoroti rekor tanpa pamrih yang dipertahankan sang penyerang saat memenangkan lima gelar Liga Champions.

"Karim adalah seorang pria tim," kata Mourinho.

"Dia bukan seseorang yang memikirkan dirinya sendiri."

Benzema berusia 34 tahun, dan dia akan berusia 35 tahun sehari setelah final Piala Dunia tahun ini.

"Saya kira tidak ada batasan usia. Anda melihat semakin banyak pemain berkembang setelah usia 30-an. Ini masalah determinasi," kata Benzema.

"Saya berlatih jauh lebih keras daripada yang lain. Anda harus bekerja sedikit lebih keras dan mengingat impian Anda."

Pelatih Prancis Didier Deschamps akhirnya memanggil kembali Benzema ke tim nasional pada 2021 setelah enam tahun absen karena dugaan keterlibatannya dalam skandal video seks, dan Benzema adalah pemain terbaik Prancis di Kejuaraan Eropa.

Baca: Profil Timnas Prancis, Sang Juara Bertahan Piala Dunia yang Diperkuat Karim Benzema hingga Mbappe

Skandal yang diduga melibatkannya memeras mantan rekan setimnya di Prancis, Matthieu Valbuena, berdampak besar.

Benzema, yang merupakan keturunan Aljazair, menghadapi luapan kritik pedas dan pedas di seluruh negeri, termasuk di tingkat politik.

Hubungan dengan Deschamps mencapai titik puncaknya ketika dalam sebuah wawancara, Benzema menuduh sang pelatih mengalah pada tekanan para rasis ketika dia mencoretnya untuk Euro 2016.

Meskipun Benzema menegaskan dia tidak berpikir Deschamps adalah seorang rasis, rumah keluarga sang pelatih ditandai dengan grafiti ofensif.

Tampaknya tidak ada cara untuk memperbaiki hubungan mereka dan tidak ada jalan kembali bagi Benzema ke tim nasional, yang mencapai final Euro 2016 dan menjuarai Piala Dunia 2018 tanpa dia.

Dukungan publik untuknya sangat jarang. Itu hanya datang dari Zidane, dan ikatan mereka semakin erat.

"Saya hampir seperti kakak laki-laki untuk Karim. Kami memiliki jalan yang hampir sama. Dia tumbuh di perumahan, saya tumbuh di perkebunan," kata Zidane ketika Benzema memenangkan Ballon d'Or.

"Tidak ada yang mudah bagi kami pada awalnya. Kami berdua memiliki mimpi untuk menjadi pemain sepak bola profesional."

Zidane dikenal karena visi, ketenangan, keseimbangan, dan kemampuan teknisnya yang luar biasa.

Jadi itu pujian ketika dia memuji keterampilan Benzema.

"Kontrol bolanya luar biasa, indah untuk dilihat," kata Zidane.

"Dia mampu mencetak gol dan membantu orang lain mencetak gol."

Penghitungan 329 golnya adalah yang kedua sepanjang masa di Real Madrid – jumlah yang bahkan lebih luar biasa mengingat betapa tidak egoisnya dia selama era kejayaan Cristiano Ronaldo.

Benzema menjadi miliknya sendiri ketika Ronaldo meninggalkan Madrid untuk bergabung dengan Juventus pada 2018.

Itu menambah kekejaman dalam permainannya yang tidak diperlukan ketika dia menjadi penyedia jasa untuk asis kepada Ronaldo.

Ronaldo dengan anggun mengatakan dia tidak akan pernah mencetak 450 gol untuk Madrid tanpa kreativitas Benzema sebagai pengumpan.

Dan kemampuannya yang langka untuk membuka ruang baginya dengan gerakan tipuannya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Karim Benzema Berharap Trofi Piala Dunia Bisa Kembali Diraih Timnas Prancis, Ini Alasannya

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Piala Dunia 2022   #Karim Benzema   #Prancis   #Paris

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved