Selasa, 19 Mei 2026

Terkini Nasional

Sosok Keluarga di Kalideres, Disebut Punya Aset Miliaran Rupiah: Tak Mungkin Kelaparan

Senin, 14 November 2022 14:19 WIB
TribunSolo.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Misteri tewasnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat masih belum terpecahkan.

Beredar isu jika empat korban yang merupakan satu keluarga itu diduga tewas akibat kelaparan, namun dibantah tegas oleh kerabat.

Sebelumnya, dari hasi autopsi tim forensik RS Polri Kramatjati, korban diduga tiga minggu tidak makan lantaran lambungnya kosong saat dilakukan pemeriksaan.

"Berdasarkan pemeriksaan bahwa dari lambung para mayat ini tidak ada makanan. Jadi bisa diduga berdasarkan pemeriksaan dari dokter, bahwa (korban) ini tidak makan dan minum cukup lama, karena dari otot-ototnya sudah mengecil," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pasma Royce.

Sementara itu, sosok keluarga yang tewas di rumahnya yang berlokasi di Perumahan Citra Garden Extension, Blok AC5 No 7, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat diduga karena kelaparan itu memiliki harta hingga miliaran rupiah.

Tokoh pemuda Jakarta Barat, Umar Abdul Aziz mengungkapkan harga rumah dan mobil milik keluarga korban di lokasi kejadian ditaksir angkanya hingga miliaran rupiah.

Baca: Kriminolog Duga Sekeluarga yang Tewas di Kalideres Anut Keyakinan Apokaliptik: Tak Mungkin Kelaparan

Oleh karena itu, dirinya tak yakin jika satu keluarga di Kalideres itu meninggal karena kelaparan.

“Saya tidak yakin di DKI Jakarta ini meninggal karena kelaparan. Kalau dilihat dari segi rumah yang tinggal di kawasan komplek tidak mungkin dia tidak makan,” terang Umar, Sabtu (12/11/2022).

Hal senada disampaikan Ketua RT 007 RW 015 Kalideres, Asiung.

Ia pun tak percaya jika korban tewas kelaparan akibat tak sanggup membeli makan.

Pasalnya selama ini dia mengenal keempat korban sebagai keluarga yang berkecukupan.

"Saya katakan lagi, ini keluarga mapan. Punya kendaraan mobil, motor dan bukan penerima bansos. Iya kan," kata Asiung di lokasi, Minggu (13/11/2022) dilansir dari TribunnewsBogor.com.

Meski demikian, Asiung mengakui tidak mengetahui secara pasti kondisi ekonomi keluarga itu akhir-akhir ini.

Lantaran seluruh anggota keluarga di rumah itu adalah warga yang tertutup dan jarang bersosialisasi.

Sementara itu, adik kandung Margaretha Gunawan, Ris Astuti (64) menyebut, seandainya keluarga kakaknya itu kelaparan dan tak ada uang, maka mereka seharusnya bisa meminta bantuan.

"(Dugaan kelaparan) kecil menurut saya. Tapi enggak tahu juga. Misalnya benar, agak aneh juga, saya juga bingung," ungkap Ris di Polsek Kalideres, Sabtu (12/11/2022).

"Misalnya kalau dia lapar, enggak ada makanan atau kurang buat makan, kan dia bisa kontak ke saudara kan," sambungnya.

Meski begitu, selama ini kata Ris, korban belum pernah meminta bantuan makanan atau uang untuk membeli makan.

Baca: Kesaksian Tetangga Keluarga Tewas di Kalideres: Korban Sempat Keluar Rumah, Kaki Terbungkus Kresek

Ris lalu mengenang masa-masa saart Margaretha Gunawan kerap mengiriminya makanan dan baju-baju.

"Sebelumnya enggak pernah minta. Malah dulu suka ngasih dia. Waktu di Gunung Sahari (20 tahun lalu) itu suka ngasih dia,"

"Baik itu makanan, baju-baju, kalau kita ultah dikirimin paket," ungkap Ris.

Ris memastikan jika kondisi perekonomian keluarga Margaretha dan suaminya Rudyanto dulunya terbilang berkecukupan.

Suami Ris, Handoyo (64), menyebut pasutri itu pernah memiliki penghasilan yang mampu menopang kehidupan sehari-hari.

Margaretha dulu jualan kue, sementara Rudyanto bekerja di kantoran.

"Yang saya tahu, ibunya (Margaretha) dulu jualan kue. Bapaknya (Rudyanto) bekerja di kantoran,"

"Tapi anaknya (Dian) saya enggak tahu kerjanya apa," ujar Handoyo. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Sosok Keluarga yang Tewas di Kalideres, Asetnya Miliaran Rupiah, Sempat Tekuni Profesi Ini

# Jakarta Barat # Kalideres # kelaparan # Forensik # RS Polri Kramatjati

Video Production: Lulu Adzizah F
Sumber: TribunSolo.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved