LIVE UPDATE SPORT
Profil Shayne Pattynama, Calon Pemain Timnas Indonesia yang Punya Performa Ciamik di Kompetisi Eropa
TRIBUN-VIDEO.COM - Profil Shayne Pattynama dan analisa performa ciamik sang fullback di kompetisi eropa yang permohonan naturalisasinya telah disetujui anggota Komisi X DPR RI.
Berikut adalah profil Shayne Pattynama, yang memiliki nama lengkap Shayne Elian Jay Pattynama.
Ia lahir pada 11/8/1998 di Lelystad, Belanda, dan berkewarganegaraan Belanda.
Shayne Pattynama memiliki tinggi badan: 180 cm, berposisi sebagai bek kiri dan kaki terkuatnya adalah kaki kiri.
Karier klub Shayne Pattynama,
2007-2010: Ajax Junior (Belanda)
2010-2015: FC Utrecht Junior/U17 (Belanda)
2015-2017: FC Utrecht U19 (Belanda)
2017-2019: FC Utrecht U21 (Belanda).
Shayne merupakan pemain berkaki kidal yang mengawali karier sepakbola-nya bersama tim bernama Bagus Kahfi (nama sekarang), Jong Utrech di tahun 2017 hingga 2019.
Setelah tampil melejit bersama Jong Utrech di Liga 2 Belanda, Pattynama memutuskan hengkang ke tim Liga 2 lainnya yaitu Telstar di tahun 2020.
Hanya bertahan satu musim, pemain keturunan Semarang itu memutuskan untuk hengkang ke Liga utama Norwegia berama Viking FK.
Dan alasan PSSI melakukan proses naturalisasi terhadapnya memanglah rasional.
Dengan usia saat ini yang masih 24 tahun, ia sudah bermain di klub papan atas Liga Norwegia.
Prestasi Viking FK di Liga Norwegia musim 2021 begitu mentereng.
Shayne Pattynama dan kolega sukses bertengger di posisi tiga klasemen dan hanya berjarak enam poin dari Bodo/Glimt yang menjadi kampiun.
Viking FK pun sukses mendapatkan jatah untuk bermain di ajang Liga Konferensi Eropa 2022/2023.
Posisi utama Shayne Pattynama adalah bek kiri, tetapi ia juga bisa dimainkan menjadi winger.
Bermain di area tepi, atribut utama Shayne adalah kelihaiannya dalam hal mengirim umpan dan memiliki visi bermain yang apik.
Asumsi tersebut dapat dilihat dari catatan assist Shayne Pattynama yang mencapai angka lima dari 24 pertandingan bersama Viking FK.
Dari total 24 pertandingan yang ia jalani pada musim lalu, pemain berusia 24 tahun tersebut hanya tampil sebagai starter sebanyak tujuh kali.
Tidak hanya handal dalam menyumbang assist, Shayne Pattynama juga mampu mencatatkan dua gol bagi Viking FK.
Walaupun ia hanya berstatus sebagai pemain bek kiri dan jarang tampil dari menit awal.
Tampaknya, ia memang sengaja dijadikan juru taktik Viking FK untuk menjadi seorang super sub yang mampu menjadi pembeda saat dimainkan.
Pemain berpostur 180 cm itu memiliki akurasi umpan mencapai 82 persen per pertandingannya.
Atribut tersebutlah yang dibutuhkan Shin Tae-yong untuk mengusung sistem bermainnya di Timnas Indonesia yang mengandalkan kolektivitas.
Statistik bertahanan Shayne Pattynama juga begitu mencolok, ia mampu menorehkan 0,8 tackle dan 0,4 intersep per pertandingan.
Shayne Pattynama sendiri baru bergabung bersama Viking FK di tahun 2021, artinya ia baru bermain satu musim dan langsung mengantar klubnya tampil di ajang Liga Konferensi Eropa 2022/2023.
Yang menjadi pertanyaan, apa yang dapat dimanfaatkan Shin Tae-yong dari seorang Shayne Pattynama?
Kedatangan Shayne Pattynama dapat menutup kelemahan Timnas Indonesia yang seringkali kebobolan pada bola-bola set piece.
Tinggi badannya yang mencapai 180 sentimeter dapat menutup kelemahan timnas tersebut.
Apalagi ditambah jam terbang mereka bermain menghadapi striker-striker tambun di eropa jelas menjadi poin plus sendiri yang dilirik Shin Tae-yong.
Tidak hanya itu, Shin Tae-yong yang bermain mengandalkan ball possesion dengan mengatur build up serangan dari lini belakang, juga akan terbantu dengan peran Pattynama.
Kemampuan passing Pattynama yang di atas rata-rata pemain Indonesia akan mampu memberi kenyamanan timnas dalam melakukan progresi serangan dari belakang.
Dengan lancarnya proses build up serangan, dengan begitu peran gelandang dan pemain depan timnas dapat lebih cair.
Di sini, Tae-yong mencari peran gelandang serang atau striker yang memiliki kualitas passing dan kemampuan finishing yang handal.
Sang pemain dibutuhkan di fase akhir serangan Timnas memanfaatkan atribusinya dalam mengirim umpan dan menciptakan peluang berbahaya.
Dengan sistem Tae-yong tersebut, Timnas Garuda mampu menguasai jalannya pertandingan dari menit awal hingga akhir.
Keunggulan jumlah pemain timnas di lini tengah membuat para pemain Indonesia dapat leluasa mengurung pertahanan lawan.
Ditambah, semua striker Timnas Indonesia merupakan pemain yang memiliki kecepatan dan kreatif yang ditopang oleh para gelandang pekerja keras.(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Profil Shayne Pattynama, Calon Fullback Timnas Indonesia yang Tampil Mengesankan di Eropa
# Shayne Pattynama # naturalisasi # Timnas Indonesia # Shin Tae-yong
Reporter: Yessy Arisanti Wienata
Videografer: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Respons PSSI soal Potensi Timnas Indonesia ikut Playoff Tambahan Pengganti Iran di Piala Dunia 2026
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.