Terkini Nasional
Belasan Ribu Obat Sirop Ditarik dari Peredaran di Kota Tangerang, Sudah Dilarang oleh BPOM
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUN-VIDEO.COM - Dinas Kesehatan Kota Tangerang menarik peredaran belasan obat jenis sirop di wilayahnya yang sudah dilarang oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Selasa (8/11/2022).
Total ada 1.462 obat sirop paracetamol alias obat penurun panas yang ditarik dari seluruh puskesmas dan instalasi farmasi yang ada di Kota Tangerang.
Tak hanya obat penurun panas, ada juga 17.807 obat antasida alias obat lambung yang ditarik peredarannya.
"Semuanya dari PT Afi Farma, dikumpulkan dari Puskesmas se-Kota Tangerang," jelas Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Suhendra.
Baca: 69 Obat Sirop Dicabut Izin Edarnya oleh BPOM, Ada Antasida Doen hingga Paracetamol Drops
"Ini hanya dari Luskemas dan instalasi farmasi yang kita datangi," sambungnya di UPTD Gudang Farmasi Dinkes Kota Tangerang.
Menurutnya, ratusan ribu botol-botol obat tersebut masuk dalam daftar obat sirup yang dilarang izin edarnya dari BPOM.
Lalu, setelah data dikeluarkan BPOM, Dinkes Kota Tangerang mendata kepada 38 Puskesmas di wilayahnya.
"Alasannya sesuai dari rilis BPOM ini termasuk obat yang tidak aman. Kalau untuk sekarang hanya ini saja yang ada di puskesmas yang ditarik," ujar Suhendra.
Nantinya, seluruh obat yang sudah ditarik dari peredaran itu akan dikembalikan ke perusahaan yakni PT Afi Farma.
Sementara, untuk obat-obatan yang ada di apotek belum ditarik melainkan di karantina dan tidak diberikan kepada masyarakat.
"Kalau untuk di apotrk itu kami awasi, mereka memastikan tidak lagi menjual, karena daftar obat-obatan yang dilarang izin edarnya sudah dikarantina digudang. Jadi tinggal menunggu ditarik oleh distributor," ungkap Suhendra.
Baca: Penyebab Gagal Ginjal Akut Dominan karena Obat Sirop, Kemenkes Ungkap 4 Penyebab Lainnya
Dia pun memastikan, seluruh Puskesmas dan instalansi farmasi yang dikelola Dinkes sudah tak ada lagi obat-obatan yang dilarang izin edarnya.
Sebelumnya, BPOM RI menghentikan izin edar puluhan obat sirop dari tiga perusahaan yakni PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afi Farma, karena ditemukan penggunaan bahan baku pelarut Propilen Glikol dan produk jadi mengandung cemaran EG yang melebihi ambang batas aman.
Bahan baku pelarut Propilen Glikol dan produk jadi mengandung cemaran EG diduga kuat menjadi biang kerok ratusan kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Belasan Ribu Obat Sirop Akhirnya Ditarik dari Peredaran di Kota Tangerang
# Kota Tangerang # Obat Sirop # Gagal Ginjal Akut # Peredaran # BPOM
Video Production: Megan FebryWibowo
Sumber: TribunJakarta
Tribunnews Update
Dokter Kamelia Bantah Isu Renggang dengan Adik Ammar Zoni, Tegaskan Hubungan Baik Usai Sidang Vonis
1 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
BPOM soal Alasan Pencantuman Label Nutrisi Diterapkan 2 Tahun Lagi: Bukan Ditolak Dunia Industri
Rabu, 15 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Ikut Terdampak Perang AS-Iran, BPOM akan Panggil Industri Farmasi Bahas Stok Obat dan Vaksin
Kamis, 9 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Jadi Dosen Tamu di Harvard Medical School, Kepala BPOM RI Sampaikan Gagasan soal Vaksin Maternal
Selasa, 7 April 2026
Tribunnews Update
Ammar Zoni Dibela Eks Kepala BNN, Kritik soal Tuntutan Hukuman Sebut Sadis & Singgung Rehabilitasi
Kamis, 19 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.