Tribunnews Update
Korut dan Iran Dituding Bantu Rusia di Ukraina, Biden Merasa Ketar-ketir
TRIBUN-VIDEO.COM - Gedung Putih merasa prihatin dengan sejumlah masalah internasional yang dihadapi oleh Amerika Serikat di Eropa, Asia Timur, dan Timur Tengah di waktu yang bersamaan.
Untuk diketahui, AS baru-baru ini menuding Korea Utara dan Iran memasok persenjataan ke Rusia dalam invasinya ke Ukraina.
Kondisi ini yang menimbulkan kekhawatiran pada pemerintahan Presiden Joe Biden.
Dilansir Tribunnews via Newsweek, Sekretaris Pers Pentagon, John Kirby mengatakan, Pyongyang diam-diam memasok sejumlah peluru artileri dalam jumlah besar ke Rusia.
Pengiriman itu disebut dikaburkan dengan membuatnya tampak dibawa ke negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara.
Baca: Update Hari ke-252, Rusia Disebut Targetkan Serangan ke Kyiv, Moskwa Tegaskan Cegah Perang Nuklir
Tak hanya Korut, Kirby juga membahas soal pengiriman drone Iran untuk Rusia.
Diduga saat ini Teheran dalam proses pengiriman rudal permukaan-ke-udara untuk digunakan dalam konflik.
Bersatunya tiga negara tersebut dikatakan Kirby menimbulkan kekhawatiran Amerika Serikat.
Menurut Kirby, kekhawatiran pemerintahan Presiden Joe Biden terhadap Putin saat ini lebih besar ketimbang saat invasi ke Ukraina pertama kali dilancarkan.
"Dan ya, ini mengkhawatirkan bahwa negara bangsa mana pun di seluruh dunia akan secara diam-diam atau nyata mendukung Tuan Putin," jelas Kirby.
Baca: Operasi Militer Rusia Terus Bergulir, Rusia Punya Bukti Inggris Ledakkan Pipa Gas Nord Stream
Meski begitu, purnawirawan Angkatan Laut AS ini meyakini dukungan yang dicurigai diterima Moskow dari Pyongyang dan Teheran tidak akan mampu mengubah gelombang konflik.
AS disebut akan mengejar pertanggungjawaban terhadap dua kekuatan tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah bergejolaknya Korut dan Iran.
Sebagaimana diketahui, Korut baru saja meluncurkan 10 rudalnya ke Laut Jepang pada Rabu (2/11).
Satu di antaranya jatuh 60 kilometer dari lepas perairan Korsel hingga memicu peringatan serangan udara dan perintah evakuasi warga.
Baca: Rusia Keluarkan Peringatan Keras, Sebut 5 Negara Adidaya Nuklir Berada di Ambang Konflik Bersenjata
Kemudian pada Rabu (3/11/2022), Pyongyang kembali meluncurkan tiga rudalnya dengan salah satunya diduga rudal balistik antarbenua (ICBM).
Pyongyang mengaku rudal-rudalnya itu merupakan bentuk peringatan kepada Korsel yang tengah melakukan latihan militer dengan AS.
Sementara itu, Iran bergejolak setelah kematian seorang wanita bernama Mahsa Amini seusai ditangkap oleh polisi moral karena pakaiannya.
Kematian Amini menimbulkan demo besar-besaran.
Di sisi lain, Iran menolak tudingan soal pasokan drone kamikaze ke Moskow.
(TribunVideo.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ketika Tiga Musuh Utama Amerika Serikat Bergabung, Gedung Putih Ungkap Keprihatinannya
VP: Nur Rohman Urip
Host: Sisca Mawaski
# Korea Utara # Iran # Dituding # Bantu # Rusia # Ukraina # Joe Biden
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Rangkuman AS-Iran: Ratusan Tanker Terjebak di Hormuz, Stok Rudal Habis Kesiapan Militer AS Terancam
13 menit lalu
Tribun-Video Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: Araghchi ke Pakistan Bukan untuk Negosiasi, China Rilis Travel Warning
15 menit lalu
Tribunnews Update
AS Jatuhkan Sanksi ke Kilang China Pembeli Minyak Iran, Tekanan Ekonomi terhadap Teheran Diperketat
16 menit lalu
Tribunnews Update
Mantan Tentara AS Desak Trump Damai dengan Iran, Khawatir Kekalahan di Irak-Afghanistan Terulang
20 menit lalu
Tribunnews Update
Iran Tahan Akses Selat Hormuz, Ratusan Kapal Menunggu Izin Melintas, IRGC Tunggu AS Buka Blokade
35 menit lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.