Mancanegara
Hanya 6 Minggu Menjabat, Perdana Menteri Inggris Liz Truss Mengundurkan Diri
TRIBUN-VIDEO.COM - Perdana Menteri Inggris Liz Truss mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (20/10/2022), hanya enam minggu setelah menjabat.
Pengumuman ini terjadi setelah Menteri Keuangan barunya, Jeremy Hunt, membatalkan hampir semua agenda ekonomi yang dia usulkan.
Langkah Hunt seharusnya menjadi dorongan untuk pertumbuhan, tetapi disisi lain kebijakan itu menjadi deklarasi kegagalan politik Truss.
Pada awal bulan ini, pada Konferensi Partai Konservatif di Birmingham, Truss masih berusaha menggalang dukungan partai untuk pendekatan kontroversialnya dalam meningkatkan ekonomi Inggris.
Baca: Profil Tony Blair, Eks Perdana Menteri Inggris yang Diminta Promosikan IKN Nusantara
“Saya memiliki tiga prioritas untuk ekonomi: pertumbuhan, pertumbuhan, pertumbuhan,” katanya.
Pemilihan Truss awalnya diharap menghadirkan perubahan dari era penuh gejolak mantan Perdana Menteri Boris Johnson.
Akan tetapi, “Truss justru menghadirkan kekacauan baru yang terurai dengan kecepatan yang hampir belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Inggris,” kata Nicholas Allen, profesor politik di Royal Holloway, Universitas London kepada Al Jazeera.
"Tidak ada posisi perdana menteri baru yang terguling begitu cepat dalam jabatan perdana menteri mereka atau begitu dahsyat seperti Truss selama beberapa minggu terakhir."
Wanita berusia 47 tahun, yang masuk parlemen pada 2010, mendapati dirinya berada di posisi kabinet pertama pada 2014 sebagai menteri luar negeri untuk urusan lingkungan, pangan, dan pedesaan di bawah mantan Perdana Menteri David Cameron.
Dia sejak itu menjabat di bawah Theresa May dan Boris Johnson di berbagai posisi.
Pada 2021, dia diberi peran utama sebagai menteri luar negeri.
Setelah pengumuman Johnson untuk mundur, dia mengikuti kontes kepemimpinan dan memenangkan perlombaan PM Inggris dengan 57,4 persen suara anggota melawan Rishi Sunak, yang memperoleh 42,6 persen.
Dia menjanjikan pemotongan pajak radikal dan pengeluaran tinggi untuk mengekang harga energi, versi ekonominya yang didorong dari sisi penawaran.
Rencananya sedikit banyak meniru langkah yang diambil panutannya, mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher dan mantan Presiden AS Ronald Reagan, yang pada 1980-an berhasil menerapkan pajak yang lebih rendah, terutama untuk orang kaya, dan mendorong investasi.
Truss pun meyakini pajak yang lebih rendah menguntungkan kelompok pendapatan yang lebih rendah, sehingga menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang substansial.
Namun tampaknya keadaan yang sangat berbeda terjadi di Inggris sekarang.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Perdana Menteri Inggris Liz Truss Mengundurkan Diri Setelah Hanya 6 Minggu Menjabat
Video Production: Irvan Nur Prasetyo
Sumber: Kompas.com
Tribunnews Update
PM Israel Netanyahu Ngotot Pertahankan IDF di Lebanon tapi Setujui Gencatan Senjata selama 10 Hari
5 hari lalu
Internasional
NETANYAHU KLAIM HANCURKAN HIZBULLAH di Wilayah Bint Jbeil, Perluas Zona Aman di Lebanon Selatan
6 hari lalu
Mancanegara
Berbalik Arah! Trump Kecewa setelah Italia Bela Pemimpin Vatikan yang Kecam AS
7 hari lalu
Tribunnews Update
Trump Akui Kecewa Lihat PM Italia Bela Paus Leo XIV, Sebut Meloni Tidak Tahu Terima Kasih
7 hari lalu
Konflik Timur Tengah
Perdana Menteri Spanyol Sebut China Satu-satunya Negara yang Bisa Selesaikan Krisis di Selat Hormuz
7 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.