Rabu, 22 April 2026

Mancanegara

Hanya 6 Minggu Menjabat, Perdana Menteri Inggris Liz Truss Mengundurkan Diri

Jumat, 21 Oktober 2022 11:29 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Perdana Menteri Inggris Liz Truss mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (20/10/2022), hanya enam minggu setelah menjabat.

Pengumuman ini terjadi setelah Menteri Keuangan barunya, Jeremy Hunt, membatalkan hampir semua agenda ekonomi yang dia usulkan.

Langkah Hunt seharusnya menjadi dorongan untuk pertumbuhan, tetapi disisi lain kebijakan itu menjadi deklarasi kegagalan politik Truss.

Pada awal bulan ini, pada Konferensi Partai Konservatif di Birmingham, Truss masih berusaha menggalang dukungan partai untuk pendekatan kontroversialnya dalam meningkatkan ekonomi Inggris.

Baca: Profil Tony Blair, Eks Perdana Menteri Inggris yang Diminta Promosikan IKN Nusantara

“Saya memiliki tiga prioritas untuk ekonomi: pertumbuhan, pertumbuhan, pertumbuhan,” katanya.

Pemilihan Truss awalnya diharap menghadirkan perubahan dari era penuh gejolak mantan Perdana Menteri Boris Johnson.

Akan tetapi, “Truss justru menghadirkan kekacauan baru yang terurai dengan kecepatan yang hampir belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Inggris,” kata Nicholas Allen, profesor politik di Royal Holloway, Universitas London kepada Al Jazeera.

"Tidak ada posisi perdana menteri baru yang terguling begitu cepat dalam jabatan perdana menteri mereka atau begitu dahsyat seperti Truss selama beberapa minggu terakhir."

Wanita berusia 47 tahun, yang masuk parlemen pada 2010, mendapati dirinya berada di posisi kabinet pertama pada 2014 sebagai menteri luar negeri untuk urusan lingkungan, pangan, dan pedesaan di bawah mantan Perdana Menteri David Cameron.

Dia sejak itu menjabat di bawah Theresa May dan Boris Johnson di berbagai posisi.

Pada 2021, dia diberi peran utama sebagai menteri luar negeri.

Setelah pengumuman Johnson untuk mundur, dia mengikuti kontes kepemimpinan dan memenangkan perlombaan PM Inggris dengan 57,4 persen suara anggota melawan Rishi Sunak, yang memperoleh 42,6 persen.

Dia menjanjikan pemotongan pajak radikal dan pengeluaran tinggi untuk mengekang harga energi, versi ekonominya yang didorong dari sisi penawaran.

Rencananya sedikit banyak meniru langkah yang diambil panutannya, mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher dan mantan Presiden AS Ronald Reagan, yang pada 1980-an berhasil menerapkan pajak yang lebih rendah, terutama untuk orang kaya, dan mendorong investasi.

Truss pun meyakini pajak yang lebih rendah menguntungkan kelompok pendapatan yang lebih rendah, sehingga menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang substansial.

Namun tampaknya keadaan yang sangat berbeda terjadi di Inggris sekarang.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Perdana Menteri Inggris Liz Truss Mengundurkan Diri Setelah Hanya 6 Minggu Menjabat

Editor: Danang Risdinato
Video Production: Irvan Nur Prasetyo
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved