Gaya Hidup Mewahnya Dikritik Rakyat, Begini Respons Pangeran Arab Saudi Mohammed
TRIBUN-VIDEO.COM, RIYADH - Pangeran mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Washington pada Selasa (20/3/2018).
Sebelum keberangkatannya, CBS News berhasil mewawancarai Pangeran Mohammed dan membahas beberapa isu mengenai dirinya dan Arab Saudi.
Pangeran berusia 32 tahun ini sedang berusaha menunjukkan perubahan kepada masyarakat Saudi dengan kebijakan luar negeri yang semakin tegas.
Dilansir dari Hindustan Times, berikut beberapa kutipan wawancara yang dia berikan kepada CBS News pada hari Minggu (18/3/2018).
1. Peran Wanita
Pangeran Mohammed telah menerapkan beberapa reformasi hak-hak perempuan, melonggarkan pembatasan pakaian, mendorong partisipasi lebih besar dalam angkatan kerja, dan secara signifikan mencabut larangan mengemudi bagi perempuan.
Tapi undang-undang perwalian, yang mengharuskan wanita untuk meminta izin kerabat laki-laki untuk sejumlah aktivitas, tetap ada.
2. Pemberantasan Korupsi
Banyak pangeran kerajaan dan konglomerat yang ditahan selama beberapa minggu di hotel mewah Ritz-Carlton Riyadh karena tersandung kasus korupsi.
"Apa yang kami lakukan di Arab Saudi sangt penting dan legal," katanya.
Dia mengatakan bahwa dia dapat memulihkan lebih dari 100 miliar dollar kekayaan yang tidak baik dari para tahanan.
"Ide ini bukan untuk mendapatkan uang, tapi untuk menghukum koruptor dan mengirim sinyal yang jelas bahwa siapapun yang terlibat dalam tindak kejahatan korupsi akan menghadapi hukum," jelasnya.
3. Kekayaan Pribadinya
Pangeran telah dituduh munafik atas gaya hidup mewahnya pada saat pemerintahannya memberitakan penghematan yang lebih besar dari warganya dan telah memberlakukan pajak baru.
Dia baru saja dikabarkan sebagai pemilik sebuah chateau Prancis yang digambarkan sebagai rumah termahal di dunia, menurut sebuah laporan di New York Times.
Tapi dia bersikeras bahwa kekayaannya adalah urusan pribadi.
"Sejauh itu biaya pribadi saya, saya orang kaya dan bukan orang miskin."
"Aku bukan Gandhi atau Mandela."
"Tapi apa yang saya lakukan sebagai seseorang adalah menghabiskan sebagian dari penghasilan pribadi saya untuk amal."
"Saya menghabiskan setidaknya 51 persen untuk orang lain dan 49 persen untuk diri saya sendiri," ujarnya.
4. Pendakian ke Takhta
Sebagai pewaris takhta, jika ayahnya Raja Salman meninggal, pangeran muda itu bisa naik untuk memerintah kerajaan selama setengah abad berikutnya atau lebih.
Ditanya apa yang bisa menghentikannya, dia menjawab: "Hanya maut saja."
Simak video di atas! (TribunSolo.com, Rika Apriyanti)
TONTON JUGA:
Sumber: TribunSolo.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Siap Tempur! Timnas U-17 Indonesia Gaspol Asah Taktik Pertandingan Jelang Laga di Arab Saudi
5 hari lalu
LIVE UPDATE
443 Jemaah Haji Kloter 1 Asal Sumsel Berangkat ke Arab Saudi Hari Ini, Penerbangan Sempat Molor
7 hari lalu
Berita Terkini
Arab Saudi Minta AS Setop Blokade Selat Hormuz, Takut Iran Gunakan "Kartu As Kedua"
Selasa, 14 April 2026
Mancanegara
Arab Saudi Khawatir Iran Pakai 'Kartu As Kedua' seusai Trump Blokade Hormuz, Laut Merah Terancam!
Selasa, 14 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Alasan di Balik Pengerahan Jet Tempur JF-17 Pakistan ke Arab Saudi di Tengah Negosiasi AS-Iran
Senin, 13 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.