Jumat, 17 April 2026

Kerusuhan Arema Vs Persebaya

Dengan Suara Bergetar, Panpel Arema FC Abdul Haris Minta Maaf dan Ucapkan Belasungkawa

Sabtu, 8 Oktober 2022 20:25 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua panitia pelaksana (panpel) Arema FC, Abdul Haris menjadi satu di antara enam tersangka terjadinya tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).

Abdul Haris resmi menjadi tersangka sejak Kamis (6/10/2022) malam.

Atas penetapan tersangka tersebut, Abdul Haris pun buka suara.

Abdul Haris mengaku salah dan siap mempertanggungjawabkan kesalahannya sebagai Ketua Panpel yang dinilai lalai.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh korban khususnya yang sedang dalam perawatan.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya, sedalam-dalamnya, kami berdukacita, kami sangat berkabung atas meninggalnya adik-adikku, saudara-saudaraku, keponakanku yang SMP juga meninggal, yang tanpa dosa mereka meregang nyawa," kata Abdul Haris di Kantor Arema FC, Jumat (7/10/2022) sebagaimana dilansir Tribunnews sebelumnya.

Baca: Sosok Abdul Haris, Ketua Panpel Arema FC Tersangka Tragedi Kanjuruhan yang Pernah Suap Komdis PSSI

Pintu Gate Terkunci saat Insiden Kanjuruhan

Abdul Haris juga menjawab soal pintu gate yang terkunci saat insiden rusuh terjadi di Stadion Kanjuruhan sabtu silam.

Ketua Panpel itu mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengarahan sebelum laga Arema vs Persebaya digelar.

Abdul Haris mengaku sudah mengingatkan untuk membuka pintu terbuka 5-10 menit sebelum pertandingan selesai.

"Begitu juga briefing (pengarahan) Pak Suko (security officer), saya sampaikan ini laga big match tolong semua pintu terbuka, 5 menit atau 10 menit pertandingan usai, pintu harus terbuka, itu sesuai dengan prosedur dan harus dilaksanakan," kata Abdul Haris, dikutip dari Kompas.com.

Ia meyakini pintu-pintu keluar Stadion Kanjuruhan terbuka jelang laga berakhir.

Saat insiden terjadi, kata Abdul Haris, dirinya berada di lapangan.

Namun ia menyebut sudah mendapat laporan bahwa pintu stadion semua telah dibuka 10 menit sebelum laga.

"Kami selaku ketua Panpel berada di tengah, laporan saya itu semua dibuka," tuturnya.

Atas kejanggalan tersebut, Abdul Haris mengatakan, rekaman video CCTV yang ada di Stadion Kanjuruhan seharusnya dapat menjadi jawaban.

"Jadi sesuai SOP, pintu itu semua harus terbuka."

"Kalau memang ada, mohon maaf, oknum yang menutup, kan itu ada CCTV, di situ CCTV ada semua, mulai pertandingan, kick-off sampai pertandingan selesai ada, silahkan dibuka CCTV," katanya.

"Karena ada portir yang menjaga setiap pintu di situ, di situ juga ada pam (pengamanan) dari kepolisian di tiap pintu," lanjutnya.

(Tribunnews.com/Milani Resti/Hasiolan Eko/Erik S) (Kompas.com/M Sadheli)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tragedi Kanjuruhan: Panpel Arema FC Sampaikan Maaf hingga Jawab soal Pintu Terkunci

# aremania # aremafc # arema # persebaya # aremavspersebaya # ricuh # kerusuhan # breakingnews # korban jiwa # kanjuruhan # restinpeace # innalilahi # FIFA # korban tewas # suporter # gas air mata # polisi # aparat # petugas # rusuh # kekerasan # kericuhan # korban jiwa # pendukung # surabaya # stadion kanjuruhan # suporter arema # rsud

Editor: winda rahmawati
Video Production: valencia frida varendy
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Panpel Arema FC   #Arema FC   #Aremania   #Abdul Haris

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved