Kerusuhan Arema Vs Persebaya
Dengan Suara Bergetar, Panpel Arema FC Abdul Haris Minta Maaf dan Ucapkan Belasungkawa
TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua panitia pelaksana (panpel) Arema FC, Abdul Haris menjadi satu di antara enam tersangka terjadinya tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).
Abdul Haris resmi menjadi tersangka sejak Kamis (6/10/2022) malam.
Atas penetapan tersangka tersebut, Abdul Haris pun buka suara.
Abdul Haris mengaku salah dan siap mempertanggungjawabkan kesalahannya sebagai Ketua Panpel yang dinilai lalai.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh korban khususnya yang sedang dalam perawatan.
"Kami mohon maaf sebesar-besarnya, sedalam-dalamnya, kami berdukacita, kami sangat berkabung atas meninggalnya adik-adikku, saudara-saudaraku, keponakanku yang SMP juga meninggal, yang tanpa dosa mereka meregang nyawa," kata Abdul Haris di Kantor Arema FC, Jumat (7/10/2022) sebagaimana dilansir Tribunnews sebelumnya.
Baca: Sosok Abdul Haris, Ketua Panpel Arema FC Tersangka Tragedi Kanjuruhan yang Pernah Suap Komdis PSSI
Pintu Gate Terkunci saat Insiden Kanjuruhan
Abdul Haris juga menjawab soal pintu gate yang terkunci saat insiden rusuh terjadi di Stadion Kanjuruhan sabtu silam.
Ketua Panpel itu mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengarahan sebelum laga Arema vs Persebaya digelar.
Abdul Haris mengaku sudah mengingatkan untuk membuka pintu terbuka 5-10 menit sebelum pertandingan selesai.
"Begitu juga briefing (pengarahan) Pak Suko (security officer), saya sampaikan ini laga big match tolong semua pintu terbuka, 5 menit atau 10 menit pertandingan usai, pintu harus terbuka, itu sesuai dengan prosedur dan harus dilaksanakan," kata Abdul Haris, dikutip dari Kompas.com.
Ia meyakini pintu-pintu keluar Stadion Kanjuruhan terbuka jelang laga berakhir.
Saat insiden terjadi, kata Abdul Haris, dirinya berada di lapangan.
Namun ia menyebut sudah mendapat laporan bahwa pintu stadion semua telah dibuka 10 menit sebelum laga.
"Kami selaku ketua Panpel berada di tengah, laporan saya itu semua dibuka," tuturnya.
Atas kejanggalan tersebut, Abdul Haris mengatakan, rekaman video CCTV yang ada di Stadion Kanjuruhan seharusnya dapat menjadi jawaban.
"Jadi sesuai SOP, pintu itu semua harus terbuka."
"Kalau memang ada, mohon maaf, oknum yang menutup, kan itu ada CCTV, di situ CCTV ada semua, mulai pertandingan, kick-off sampai pertandingan selesai ada, silahkan dibuka CCTV," katanya.
"Karena ada portir yang menjaga setiap pintu di situ, di situ juga ada pam (pengamanan) dari kepolisian di tiap pintu," lanjutnya.
(Tribunnews.com/Milani Resti/Hasiolan Eko/Erik S) (Kompas.com/M Sadheli)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tragedi Kanjuruhan: Panpel Arema FC Sampaikan Maaf hingga Jawab soal Pintu Terkunci
# aremania # aremafc # arema # persebaya # aremavspersebaya # ricuh # kerusuhan # breakingnews # korban jiwa # kanjuruhan # restinpeace # innalilahi # FIFA # korban tewas # suporter # gas air mata # polisi # aparat # petugas # rusuh # kekerasan # kericuhan # korban jiwa # pendukung # surabaya # stadion kanjuruhan # suporter arema # rsud
Video Production: valencia frida varendy
Sumber: Tribunnews.com
Olahraga
DUEL PANAS PENUH DRAMA, Arema FC Ditahan Imbang Madura United seusai Kejar-kejaran Gol
Selasa, 23 Desember 2025
Live Update
Marcos Santos Yakin Timnya Bisa Cetak 4 Gol di Stadion Kanjuruhan saat Arema FC Jamu Dewa United
Sabtu, 13 September 2025
Olahraga
Cedera Parah Ole Romeny seusai Tekel Keras Paulinho, Pelatih Arema FC Turun Tangan Minta Maaf
Jumat, 11 Juli 2025
Tribunnews Update
Hasil Pertandingan Arema Fc dan Indonesia All Star di Piala Presiden 2025, Skor Seri Warnai Stadion
Selasa, 8 Juli 2025
Live Update
1.000 Hari Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Gelar Tahlilan di Pinggir Lapangan
Jumat, 27 Juni 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.