Rahasia Supertasmar yang Misterius, Cara Soekarno Koreksi Kesalahan Soeharto Interpretasi Supersemar
TRIBUN-VIDEO.COM - Polemik Surat Perintah 11 Maret 1966 selama ini lebih tertuju pada peristiwa yang terjadi di Istana Bogor.
Ketika itu, Presiden Soekarno memberi Supersemar kepada Menteri Panglima Angkatan Darat Letjen Soeharto melalui tiga jenderal, yakni Mayjen Basuki Rachmat, Brigjen Muhammad Jusuf, dan Brigjen Amirmachmud.
Namun, ada sejumlah misteri yang belum terjawab selain keberadaan naskah asli atau beda interpretasi antara Soekarno dan Soeharto tentang Supersemar. \
Aksi Driver Ojek Online Kejar dan Tangkap Penjambret, Pelaku: Subhanallah Anakku Masih 9 Bulan Pak https://t.co/wxUbDH47Sl
— TRIBUN Video (@VideoTRIBUN) March 12, 2018
Salah satunya adalah Supertasmar, Surat Perintah Tiga Belas Maret.
Ini merupakan surat perintah yang dikeluarkan Soekarno untuk mengoreksi Supersemar.
Keberadaan Supertasmar ini diungkap kali pertama oleh AM Hanafi dalam buku Menggugat Kudeta Jenderal Soeharto: Dari Gestapu ke Supersemar (1998).
AM Hanafi merupakan mantan Duta Besar RI untuk Kuba pada era Soekarno.
Kelahiran Supertasmar disebut berawal ketika Soekarno marah mendengar kabar bahwa Partai Komunis Indonesia dibubarkan oleh Soeharto.
Soekarno menganggap Soeharto melampaui wewenangnya sebagai pengemban Supersemar.
Kekeliruan langkah Soeharto dalam menginterpretasi Supersemar itulah yang memicu Soekarno mengeluarkan Supertasmar.
AM Hanafi menjelaskan, Supertasmar itu berisi pengumuman bahwa Supersemar bersifat administratif/teknis, dan tidak politik. Soeharto juga diminta untuk segera memberikan laporan kepada Presiden.
Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asvi Warman Adam, mengatakan, Soekarno berusaha menyebarkan isi Supertasmar ke publik. Namun, upaya itu gagal.
"Hanafi disuruh untuk menghubungi beberapa orang dan menyebarkan surat untuk membantah Supersemar. Namun, dia tidak punya jalur lagi," tutur Asvi dikutip dari Kompas.com, Minggu(6/3/2016) pekan lalu.
Hanafi sempat menghubungi mantan Panglima Angkatan Udara, Suryadharma. Namun, Suryadharma mengaku tidak lagi punya saluran untuk menyebarkan surat perintah baru dari Presiden Soekarno itu.
"Pers pun tidak mau memberitakan," tutur Asvi Warman.
Tidak jelas
Hingga saat ini, keberadaan Supertasmar pun tidak jelas. Kepala Arsip Nasional RI Mustari Irawan juga mengakui, lembaganya tidak memiliki naskah atau salinan mengenai Supertasmar itu.
"Kalau Supertasmar, kami tidak ada," ucap Mustari ketika ditemui Kompas.com di kantornya dua tahun yang lalu.
Namun, Arsip Nasional RI juga melacak keberadaan Supertasmar, bersamaan dengan pelacakan Supersemar yang masih misterius. Pelacakan dilakukan, salah satunya dengan mencari di Sekretariat Negara.
"Kami juga terus cari di Sekretariat Negara, kan juga menyimpan dokumen," tuturnya.
Simak video di atas! (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Surat Perintah Tiga Belas Maret, Cara Soekarno Koreksi Kesalahan Soeharto Interpretasi Supersemar
TONTON JUGA:
Sumber: Tribun Jogja
TRIBUNNEWS UPDATE
Momen Presiden Prabowo Ucapkan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto: Semoga Tahun Ini Bawa Kebaikan Mbak
Rabu, 15 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Momen Titiek Soeharto Dapat Kejutan Ulang Tahun dari Didit Prabowo, Rapat DPR Berlangsung Meriah
Selasa, 14 April 2026
Terkini Daerah
Sempat Jadi Pegawai Terbaik, Kepala Samsat Soetta Dinonaktifkan KDM Karena Masalah Layanan Pajak
Jumat, 10 April 2026
Viral
Detik-detik Atap Gate 7 Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Jebol saat Hujan Lebat
Selasa, 7 April 2026
Local Experience
Kamar Presiden Soekarno di Loji Gandrung, Ruang Bersejarah di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta
Minggu, 5 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.