Persis Hari Ini
Persis Hari Ini: ini Respons Tokoh Suporter Persis Solo soal Tragedi Kanjuruhan: Harus Berubah Total
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUN-VIDEO.COM - Sistem persepakbolaan Indonesia harus dievaluasi total.
Evaluasi dilakukan agar tragedi Stadion Kanjuruhan yang telah membuat ratusan orang menjadi korban pada 1 Oktober 2022 lalu tidak terulang kembali.
"Momentum tragedi kemarin menyadarkan kita semua bahwa sudah saatnya evaluasi total, semua elemen dari PSSI, Panpel, pihak keamanannya dan sebagainya," terang tokoh suporter Persis Solo, Mayor Haristanto, Rabu (5/10/2022).
Tragedi Stadion Kanjuruhan terjadi diduga, salah satunya, karena pintu stadion yang tak kunjung dibuka setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya usai.
Itu kemudian membuat pihak kepolisian melakukan investigasi.
Investigasi tersebut mendapati bila seorang Security Officer, Suko Sutrisno memerintahkan para steward untuk meninggalkan gerbang yang mereka jaga.
Baca: Terungkap Gate Kanjuruhan Tak Dijaga, Polisi: Ada Besi di Pintu Hambat Suporter Keluar Stadion
Padahal, mereka seharusnya ada di pos jaganya agar bisa membukakan pintu keluar secara maksimal, dikutip dari Tribunnews.com.
Suko Sutrisno pun dinilai melanggar pasal 395 KUHP dan pasal 360 dan atau pasal 103 ayat 1 juncto pasal 52 UU RI nomor 11 Tahun 2022 tentang keolahragaan.
Dia pun kini sudah ditetapkan menjadi salah satu tersangka dalam tragedi Stadion Kanjuruhan.
"Tragedi kemarin menyadarkan kita semuanya, ternyata masih banyak kekurangan meski liga sudah tergelar berkali-kali," ucap Mayor.
Selain perihal pintu Stadion Kanjuruhan yang tidak dibuka, penggunaan gas air mata dalam pengendalian massa pun turut disorot.
Itu membuat sejumlah penonton mengalami efek gas air mata, diantaranya sesak napas.
Baca: Moment Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris Menangis Meminta Maaf, Siap Bertanggung Jawab
Polisi turut melakukan investigasi terkait dan didapati dua anggota kepolisian diduga terlibat dalam pemberian perintah penggunaan gas air mata.
Dua anggota tersebut, yakni Kasat Samapta Polres Malang, AKP Bambang Sidik Achmadi dan Komandan Kompi Brimob Polda Jatim, AKP Hasdarman.
"Apalagi penggunaan gas air mata itu sungguh-sungguh menyedihkan. Sebenarnya, sudah ada regulasi FIFA, tidak boleh ada gas air mata," ujar Mayor.
Mayor juga merespon tindakan oknum suporter yang kemudian turun dan masuk ke lapangan Stadion Kanjuruhan selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.
"Jika berputar ke belakang, seandainya mereka (oknum suporter) tidak masuk ke lapangan, rasanya tidak ada efek semacam itu," tutur dia.
"Suporter harus lebih dewasa, lebih fair play".
"Saya ikut prihatin dan menyesal sekali, peluit panjang tertiup kenapa suporter masuk ke lapangan," tambahnya.
Oleh karenanya, Mayor menyampaikan perlu adanya evaluasi total terhadap sistem sepak bola Indonesia.
"Semua insan sepak bola Indonesia harus berubah total, kalau perlu revolusi sepak bola Indonesia, mudah-mudahan tragedi Kanjuruhan tidak terulang," ucapnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Tragedi Kanjuruhan,Tokoh Suporter Persis : Insan Sepakbola Harus Berubah Total, Kalau Perlu Revolusi
# Persis Solo # Pasoepati # Suporter Sepak Bola # Mayor Haristanto # Tragedi Kanjuruhan
Sumber: TribunSolo.com
LIVE UPDATE
LIVE UPDATE SORE: Panglima Jilah Tagih Janji Jokowi, Bentrok Suporter Persijap dan Persis Solo
Jumat, 6 Maret 2026
Nasional
Respons Jokowi Soal Isu Gabung Wantimpres: Enggak lah, Saya di Solo Saja
Jumat, 13 Februari 2026
LIVE UPDATE
Big Match Laga Persis Solo Vs Persib di Manahan Dijaga Ketat, Bobotoh Dilarang Nonton di Stadion
Sabtu, 31 Januari 2026
SUPERSKOR
DEWA UNITED KALAHKAN PERSIS SOLO 5-1, Milomir Seslija Percaya Timnya Selamat dari Degradasi
Minggu, 21 Desember 2025
SUPERSKOR
KEKALAHAN MENYAKITKAN DARI DEWA UNITED, Milomir Seslija Ungkap Penyebab Persis Terpuruk
Minggu, 21 Desember 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.