Senin, 18 Mei 2026

Terkini Daerah

Suasana Rumah Duka Dendis Korban Tembok Roboh MTsN 19, Ibunda Tak Percaya sang Anak Telah Tiada

Jumat, 7 Oktober 2022 17:57 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Dendis Al-Latif, satu di antara tiga korban tewas akibat tembok MTsN 19 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan roboh pada Kamis (6/10) lalu.

Kini suasana duka tengah menyelimuti rumah keluarga korban yang terletak di Jagakarsa.

Isak tangis sang ibunda Dendis pecah saat di samping jenazah putra bungsunya sembari menyalami pelayat yang datang memberi ucapan bela sungkawa.

Kepergian bocah berusia 13 tahun tersebut membawa duka banyak orang, terlebih sang Ibunda Dendis.

Dikutip dari Kompas.com, sambil memeluk tubuh Dendis yang telah tertutup dengan kafan, sang ibunda terus mengajak ngobrol putra bungsunya seolah-olah masih bernyawa.

"Ayo sekolah," kata sang ibu sembari menangis.

Sang ibunda yang kala itu sangat lemas bahkan nyaris pingsan, namun mulutnya tetap mengucap keinginannya agar sang anak kembali terbangun.

Satu keluarga mencoba membangunkan sang ibu dan memintanya untuk beristirahat di kamar, lantaran jenazahnya hendak dimadikan.

Baca: Kasus Penganiayaan oleh Oknum TNI yang Sebabkan 1 Korban Tewas di Salatiga, Berakhir Damai

"Ke kamar dulu bu, Dendisnya dimandikan dulu biar wangi," ujar salah satu keluarga.

Namun tangan sang ibunda tetap kokoh menahan tubuh Dendis, agar tetap bersamanya.

Rumah duka yang berada di Jalan Pelita II RT 008, RW 006, Jagakarsa, Jakarta Selatan tersebut telah dipenuhi keluarga dan kerabat sejak hari ini Jumat (7/10) pagi.

Sebelum jenazah dimandikan, sekira pukul 07.52 WIB sejumlah pelayat bergiliran melihat almarhum Dendis.

Selain orang keluarga dan tetangga, ruangan duka juga dipenuhi oleh teman-teman Dendis.

Adapun tiga teman Dendis yang menjadi saksi kala kejadian tembok roboh juga tuirut melayat.

Satu diantara tiga teman itu, yakni Khalisa, ia mengatakan pada saat kejadian tembok roboh kondisi tubuh Dendis rusak.

Tak berlangsung lama setelah tembok roboh, sejumlah guru melakukan evakuasi menggunakan linggis.

"Tembok pembatasnya itu enggak kuat kak, Dendis sama yang lain lagi main di situ, langsung rubuh. Dendis masih di tempat, enggak sempat menyelamatkan diri," jelas Khalisa berlinang air mata.

Pada saat itu, sejumlah pelayat yang datang ke rumah duka tak berhenti membacakan doa sembari sesekali menyeka air mata.

Sementara itu, di sekitar halaman rumah duka dan sepanjang Gang Harapan II juga dihiasi sejumlah karangan bunga duka cita dari beberapa tokoh serta kerabat.

Baca: Presiden Jokowi Bakal Beri Langsung Santunan Rp 50 Juta ke Keluarga Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan

Rencananya Dendis akan dimakamkan di Pemakaman Umum Kampung Kandang sekira pukul 09.30 WIB.

Diketahui sebelumnya, peristiwa tembok MTsN 19 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, roboh pada saat hujan deras melanda wilayah Ibu Kota pada Kamis (6/10) sore.

Tembok tersebut menjadi pembatas antara kawasan sekolah dengan permukiman warga seketika roboh lantaran banjir yang menggenangi lokasi tersebut.

Tembok yang terdorong arus banjir menimpa sejumlah anak yang tengah bermain hujan di baliknya.

Akibat kejadian tersebut, tiga siswa MTsN 19 meninggal dunia di tempat kejadian.

Korban tersebut bernama Dicka Safa Ghifari (13), Muh. Adnan Efendi (13), dan Dendis Al Latif (13).

Adapun dua korban yang mengalami luka-luka, yakni bernama Adisya Daffa Alluti (13) dan Nabila Ika Fatimah (15).

(Tribun-Video.com/Kompas.com).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Duka Selimuti Rumah Dendis Korban Tembok Roboh MTsN 19, Ibunda Terisak di Pelukan Pelayat"

# KorbanTembokRobohMTsN19 # SuasanaRumahDukaKorban # WowUpdate # TembokRobohMTsN19 # BeritaTerkini # BeritaTerbaru # BeritaViral

Host: Adila Risna
VP: Khoerunnisak

Editor: winda rahmawati
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Khoerunnisak
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved