Kamis, 9 April 2026

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Suporter PSIM Jogja, PSS Sleman, dan Persis Solo Buka Lembaran Baru dan Lupakan Dendam Masa Lalu

Rabu, 5 Oktober 2022 16:33 WIB
Tribun Jogja

TRIBUN-VIDEO.COM - Tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter Arema FC menjadi momentum refleksi suporter DIY- Jawa Tengah mengubur dalam dendam masa lalu, menyudahi permusuhan dan mulai merajut perdamaian.

Hal tersebut diwujudkan dalam kegiatan salat gaib serta doa bersama di Parkir Barat Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (4/10/2022).

Dalam kegiatan yang diinisiasi wadah suporter PSIM Yogyakarta,Brajamusti serta The Maident tersebut, diawali salat Isya berjamaah, dilanjutkan salat gaib, tausiyah Ustadz Salim A Fillah, doa bersama, sambutan dari Brajamusti, The Maident serta Kapolresta Yogyakarta, penyalaan lilin serta diakhiri melantunkan bersama lagu Indonesia Pusaka.

Tiga anthem yakni Aku Yakin Dengan Kamu (PSIM), Satu Jiwa (Persis Solo) dan Sampai Kau Bisa (PSS) juga dinyanyikan secara bergantian oleh ribuan suporter yang hadir.

Baca: Buntut Tragedi Kanjuruhan, Akhirnya Bonek dan Aremania Sepakat Berdamai Lewat Aksi 1.000 Lilin

Dalam kesempatan tersebut, presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin bersama Ketua The Maident, Budi Santoso berharap momen bertemunya elemen suporter DIY- Jateng dalam acara salat gaib serta doa bersama tersebut menjadi tonggak perdamaian suporter.

"Kita suporter yang hadir malam ini akan menghentikan kebencian yang ada di hati kita. Kita hanya akan mewariskan sukacita pada anak cucu kita. Insya Allah dengan ikhlas atas kejadian telah lalu tidak akan lagi terjadi khususnya di DIY dan sekitarnya. Kita bersatu dan sepakat," ujar Thole, sapaan akrab Muslich Burhanuddin.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa mewarisi perdamaian untuk generasi berikutnya adalah hal baik yang harus diupayakan saat ini.

"Memutus rantai rivalitas (destruktif) bisa dimulai dari diri kita sendiri mulai saat ini agar generasi setelah kita bisa menikmati sepakbola penuh suka cita," ujar dia.

Baca: Buntut Tragedi Kanjuruhan, PSSI Beri Sanksi Arema: Denda Rp 250 Juta hingga Dilarang Jadi Tuan Rumah

Sebelumnya, presiden Pasoepati, Maryadi 'Gondrong' menyambut positif rekonsiliasi antara suporter di wilayah DIY- Jateng.

"Tanpa sedikitpun mengesampingkan tragedi di Kanjuruhan, ini menjadi hal positif ke depan. Rivalitas yang cukup lama antara Solo dan Jogja, ini akan kita bangun kembali untuk hal-hal yang positif," kata Maryadi Gondrong.

Maryadi menyebut rivalitas seharusnya hanya terjadi di 90 menit atau dalam pertandingan saja.

"Harapan kita seperti itu, agar tidak ada korban-korban yang berjatuhan. Kita bikin bahwa suporter ini jangan identik dengan brutalitas tapi identik dengan kreativitas," ucapnya.

"Terpenting kisah ini nantinya tidak hanya sebatas pertemuan ini saja. Kami harap pengurus dari DPP juga dapat mensosialisasikan hingga ke akar rumput," kata Maryadi.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Asprov PSSI DIY, Syauqi Soeratno. Ia berharap momen ini bisa menjadi titik balik untuk memperbaiki sepak bola Indonesia.

"Semoga ini menjadi titik balik persepakbolaan Indonesia lebih baik. Tidak mudah, tapi saya yakin tidak ada kepentingan lain selain mengaitkan hati kita untuk sepak bola. Mari kita lebih serius membangun sepak bola indonesia, malam ini insyaallah lebih baik," kata Syauqi.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Lupakan Dendam Masa Lalu, Suporter PSIM Jogja, PSS Sleman dan Persis Solo Buka Lembaran Baru

# Liga 1 Indonesia # Tragedi Kanjuruhan # Arema FC # Persebaya Surabaya # PSIM Jogja # PSS Sleman # Persis Solo

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Video Production: Adelia Denta Savritadayu Setyanta
Sumber: Tribun Jogja

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved