TRIBUNNEWS UPDATE

Saksi sampai Bergetar saat Cerita Kengerian Pintu 13 Tragedi Kanjuruhan: Seperti Kuburan Massal

Selasa, 4 Oktober 2022 17:56 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang saksi mata tak kuasa menahan tangis hingga badannya bergetar kala menceritakan soal pintu 13 Stadiun Kanjuruhan selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Ia tak bisa berbuat banyak kala mendapati banyak anak kecil meninggal dunia di gate 13 tersebut karena pintunya terkunci saat kerusuhan terjadi Sabtu (1/10).

Eko Arianto, seorang saksi mata tragedi Kanjuruhan hadir dalam konferensi pers Federasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tidak Kekerasan yang digelar di Malang, Senin (3/10/2022).

Eko bersaksi, ia mendapati gate 13 masih terkunci rapat, kala banyak suporter Arema berteriak ingin menyelamatkan diri.

Mereka yang sudah tak tahan dengan lesatan gas air mata dari petugas, akhirnya berdesak-desakan untuk keluar dari gate 13 Stadion Kanjuruhan.

Tak bisa menahan tangis sampai bibirnya bergetar, Eko bersaksi bahwa di detik-detik menegangkan itu, pintu stadion tersebut justru tertutup rapat.

Tak ada upaya lain yang bisa Eko lakukan selain berusaha menyelamatkan para suporter semampu yang ia bisa.

Eko menuturkan, banyak perempuan dan anak kecil yang lemas dan kehabisan tenaga.

Baca: Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dimutasi Buntut Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Dengan penuh haru, Eko menuturkan bahwa gate 13 yang dilihatnya sudah seperti kuburan massal suporter Arema.

Banyak anak kecil, perempuan yang meregang nyawa di pintu tersebut.

"Gate 13 itu sudah semacam kuburan adek-adek saya mas," ucapnya tak kuasa menahan tangis.

Tak hanya Eko, Fathir Ramadhan (21) juga punya kenangan pilu pada gate 13.

Fathir tidak bisa melupakan insiden Arema vs Persebaya yang menewaskan 125 orang tersebut.

Fathir bersaksi, ada lesatan gas air mata yang sengaja dilemparkan di tribun 13 tempatnya berada.

Akibatnya, banyak suporter mencoba keluar dari pintu 13 untuk menjauhi asap.

Mereka berebut keluar sehingga berdesak-desakan.

"Gas air mata ditembakkan ke arah tribun 13, tempat saya dan Mita menonton pertandingan," kata Fathir.

Suporter yang terjatuh pun terinjak-injak, dan meninggal dunia.

"Karena suasana panik, saya dan Mita terpisah. Saya tidak tahu keberadaannya. Asap membuat mata pedih dan napas terasa sesak," terangnya.

Fathir pun harus kehilangan sepupunya yang ikut menjadi korban tewas dalam tragedi Kanjuruhan tersebut.(Tribun-Video.com)

# TRIBUNNEWS UPDATE # Kanjuruhan # Arema FC # Persebaya # Surabaya

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Nila
Video Production: Ghozi LuthfiRomadhon
Sumber: Tribunnews.com

KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved