TRIBUNNEWS UPDATE

Komnas HAM Temukan Fakta Hanya 2 Pintu Stadion Terbuka saat Tragedi Kanjuruhan, 12 Sisanya Terkunci

Selasa, 4 Oktober 2022 13:43 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Dari hasil penyelidikan awal yang dilakukan Komnas HAM, didapati dugaan bahwa hanya dua pintu stadion Kanjuruhan yang terbuka saat desak-desakan terjadi seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya Senin (1/10) malam.

Padahal diakui Komnas HAM, stadiun berkapasitas 40 ribu penonton itu sedianya memiliki 14 pintu keluar.

Komisioner Komnas HAM, Muhammad Choirul Anam menuturkan, timnya telah terjun ke lokasi untuk melakukan incestigas tewasnnya 125 orang dalam tragedi Kanjuruhan.

Baca: Temuan Investigasi Komnas HAM: Hanya 2 Pintu Stadion yang Terbuka saat Tragedi Kanjuruhan Terjadi

Dari investigasi itulah, Komnas HAM mendapatkan keterangan dari suporter Arema, keluarga korban, pihak rumah sakit hingga pemain dari klub yang sedang berlaga.

Anam menjelaskan, dalam temuannya ternyata hanya ada dua pintu keluar yang terbuka ketika kerusuhan terjadi seusai laga Derbi Jawa Timur ini.

Padahal menurutnya, ada 14 pintu keluar di Stadion Kanjuruhan namun 12 pintu di antaranya dilaporkan terkunci saat kepanikan suporter terjadi karena lesatan gas air mata.

"Kami anatomi dari Stadion Kanjuruhan. Nanti seperti apa. Cuma dua pintu terbuka, hiruk pikuknya di pintu yang sama," kata Anam di Malang.

Baca: Pernyataan Komnas HAM soal Tragedi Kanjuruhan: Dari Tendangan Kungfu Oknum TNI hingga Gas Air Mata

Anam menjelaskan, pihaknya akan melakukan pendalamn, korban yang meninggal dunia apakah berada di dekat lontaran gas air mata atau di lokasi lain.

Komnas HAM juga mendalami terkait dugaan gas air mata yang digunakan aparat saat kerusuhan telah kedaluwarsa.

Anam akan menanyakan hal itu kepada petugas medis.

"Gas pasti punya kedaluwarsa, itu akan menjadi kunci kami tanya ke medis. Apakah ini karena sesak nafas, kadar oksigen, dan lainnya seperti apa," kata dia.

Anam juga mengungkapkan ada dugaan pelanggaran HAM dalam kerusuhan yang mengibatkan banyak korban jiwa ini.

Di antaranya ada dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oknum aparat pada sejumlah suporter.

”Beberapa informasi yang kami dapatkan, kekerasan memang terjadi,” kata Anam.

Baca: Hanya 2 Pintu Stadion Terbuka saat Kejadian, Temuan Sementara Komnas HAM Soal Tragedi Kanjuruhan

Seperti misalnya tendangan dari oknum aparat pada suporter yang turun ke lapangan.

Bahkan ketika suporter Arema sedang berjalan kaki di pinggir lapangan, kekerasan masih dilakukan aparat keamanan.

”Ditendang, kena kungfu di lapangan. Nah, itu tidak hanya Komnas HAM yang melihat tapi semua juga bisa lihat,” ujar Anam.

Anam menyatakan insiden kekerasan oleh aparat yang juga terjadi saat kerusuhan tersebut bukan hanya dapat dilihat Komnas HAM.

Namun masyarakat juga dapat menyaksikan lewat sejumlah video yang beredar.

Anam lantas menuturkan, apabila tak ada gas air mata, sangat mungkin korban jiwa bisa dihindari.

Baca: Komisioner Komnas HAM Akui Gas Air Mata Jadi Fokus Utama, Pimpin Tim Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Karena itu, dia akan mendalami lebih lanjut terkait jenis luka para korban dalam insiden di Kanjuruhan.

"Kami akan cek penggunaan level manajemen, pengerasan pasukan seperti apa, sampai misalnya itu tidak diselenggarakan sore hari," katanya. (Tribun-Video.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Temuan Sementara Komnas HAM Soal Tragedi Kanjuruhan: Hanya 2 Pintu Stadion Terbuka Saat Kejadian

# TRIBUNNEWS UPDATE # Komnas HAM # Tragedi # Kanjuruhan # Arema # Malang

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Nila
Video Production: Jalu Setyo Nugroho
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #TRIBUNNEWS UPDATE   #Komnas HAM   #Tragedi   #Kanjuruhan   #Arema   #Malang
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved