Serunya Snorkeling di Pulau Tegal Mas, Ada Spot Menarik yang Belum Banyak Orang Tahu
Laporan reporter Tribun Lampung, Dennish Prasetya
TRIBUN-VIDEO.COM - Akhir pekan asyiknya melakukan berbagai hal menyenangkan.
Misal, berwisata alam karena banyak sekali tempat indah di Lampung yang belum dinikmati.
Bagi pencinta selam permukaan (snorkeling) dan free diving di Lampung, lokasi di kawasan Pulau Tegal, Kabupaten Pesawaran, mungkin sudah tak asing lagi.
Selain Pulau Pahawang dan sekitarnya, Pulau Tegal juga menjadi primadona tersendiri bagi sebagian pencinta snorkeling.
Satu penghobi snorkeling adalah Nanang, warga metro, itu bahkan bisa melakoni hobinya dua pekan sekali.
Dia juga cukup paham lokasi-lokasi terbaik menikmati kehidupan bawah laut.
"Saya suka sekali snorkeling di perairan Pesawaran. Salah satu spot favorit saya di Pulau Tegal dan Pasir Timbul. Keindahan batu karang, ikan berwarna-warni, dan ribuan jenis biota laut menjadi surga tersendiri bagi kami pencinta snorkeling dan diving," ujar Nanang.
Dia mengatakan terdapat beberapa spot menarik di kawasan Pulau Tegal.
Di sana kondisi sebagian besar terumbu karang juga masih bagus.
"Bagian belakang pulaunya masih perawan, belum terjamah. Kalau di depannya justru sudah ada yang mengelola, dan ada juga kawasan penduduk," ujarnya.
Kegiatan yang menjadi favorit Nanang dan kawan-kawannya adalah mengambil kerang Lola di antara batu karang.
Jenis kerang tersebut sejatinya sangat dilindungi, sehingga dilarang mengambil dalam jumlah besar.
"Kalau untuk dikonsumsi tak masalah karena dalam junlah sedikit. Tapi, kalau mengambilnya kapasitas besar, harus ada surat izin," kata dia.
Menurut Nanang, Pulau Tegal memang tak memiliki spot snorkeling sebanyak di Pulau Pahawang.
Namun, Pulau Tegal lebih dekat dijangkau dari pesisir Pesawaran misal, dari Pantai Mutun atau dari Pantai Sari Ringgung.
"Pemandangan bawah laut yang luar biasa juga enggak kalah indah sama Pahawang," ucapnya.
Dia menambahkan, hasil pengamatannya selama beberapa tahun belakangan, cuaca paling bagus untuk melakukan snorkeling ketika tak banyak angin, dan selepas hujan.
Sebab, kondisi cuaca memengaruhi jumlah ikan di perairan dangkal.
"Kalau kondisi laut tenang, banyak ikan karang seperti Kerapu, ikan Buntel, dan lainnya. Tapi, kalau gelombang air laut sedang kencang, kadang ikan besar bisa terbawa ke pinggiran. Saya pernah iseng menjaring ikan, ternyata dapat ikan Simba yang terbawa arus laut," pungkasnya.
Simak video di atas. (*)
TONTON JUGA:
Video Production: Rosiana Nugrahaini
Sumber: Tribun Lampung
Local Experience
Keindahan Alam Bawah Laut Taman Nasional Wakatobi sebagai Destinasi Selam Terbaik di Dunia
Rabu, 8 April 2026
LIVE UPDATE
Remaja Asal Banda Aceh Meninggal saat Snorkeling di Pulau Rubiah, Aspek Keselamatan Dipertanyakan
Senin, 30 Maret 2026
Local Experience
Pulau Labengki Tawarkan Snorkeling Diving hingga Memancing dengan Panorama Terumbu Karang Indah
Kamis, 26 Maret 2026
Local Experience
Paket Wisata Sibolga Rp250 Ribu, Dapat Pulau, Air Terjun, Snorkeling & Drone!
Kamis, 26 Maret 2026
Live Update
Dua Bocah Tenggelam Akhirnya Ditemukan Basarnas, Tewas akibat Terseret Arus Aliran Irigasi 13 Km
Senin, 15 Desember 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.