Kata Netizen

Fakta Penggunaan Gas Air Mata di Kerusuhan Kanjuruhan, Ini Alasan Polisi hingga Kesaksian Penonton

Senin, 3 Oktober 2022 18:06 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Penggunaan tembakan gas air mata dalam pertandingan Arema FC Vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) kemarin menjadi sorotan.

Berdasarkan keterangan kepolisian, penggunaan gas air mata diketahui demi menyelamatkan pemain dan official Arema FC dan Persebaya Surabaya dari suporter yang ricuh.

Akibat tembakan gas air mata, banyak suporter yang menjadi korban.

Lantas, seperti apa fakta penggunaan gas air mata saat terjadinya kerusuhan di Stadion Kanjuruhan?

Berdasarkan regulasi dari FIFA, penggunaan gas air mata dalam teknis pelaksanaan pertandingan sepak bola dilarang.

Dalam pasal 19 yang mengatur tentang keselamatan dan keamanan di Stadion menyebutkan, bahwa penggunaan gas air mata dan senjata api dilarang digunakan untuk mengamankan massa.

"No fi rearms or “crowd control gas” shall be carried or used (Senjata api atau "gas pengendali massa" tidak boleh dibawa atau digunakan)," bunyi aturan FIFA yang tertuang pada pasal 19 terkait Stadium Safety dan Security.

Selain itu, ada kesaksian dari penonton yang menyaksikan pertandingan Arema FC Vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan

Baca: Aremania Bantur Sebut 2 Suporter Minta Foto Jadi Pemicu Kericuhan Kanjuruhan yang Tewaskan 125 Orang

Penonton itu bernama Rezqi Wahyu.

Dikutip dari Tribunnews, Rezqi yang merupakan seorang Aremania mengaku melihat langsung bagaimana tembakan gas air mata mengenai ibu-ibu hingga anak-anak yang kemudian menyebabkan kerusuhan para penonton berdesak-desakkan berebut keluar dari stadion.

Rezqi yang membagikan kisah lewat medsos tak menampik awalnya ada sejumlah oknum suporter yang anarkis seusai pertandingan berakhir dengan kekalahan Arema.

Ia bercerita selain mengkritik para pemain, oknum Aremania ada juga yang melempar beragam benda ke arah lapangan.

Setelah para pemain masuk ke ruang ganti, Rezqi menyebut para suporter justru semakin rusuh.

Bahkan, menurut Rezqi, pihak aparat juga melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para suporter.

Rezqi menilai perlakuan aparat terhadap suporter sangat kejam dan sadis.

Baca: Bek Arema Beberkan Momen Ngeri Kericuhan Kanjuruhan: Kami Menghabiskan 4 atau 5 Jam di Ruang Ganti

Rezqi bercerita, setelah kondisi semakin rusuh, akhirnya aparat keamanan menembakkan gas air mata ke arah penonton.

Dikatakannya, ada sekitar puluhan gas air mata sudah ditembakkan ke arah suporter, di setiap sudut lapangan telah dikelilingi gas air mata.

Menurut Rezqi, tembakan gas air mata tersebut menyebabkan kepanikan di antara penonton.

Bahkan, menurutnya, banyak ibu-ibu, wanita-wanita, orang tua dan anak-anak kecil yang terlihat sesak napas tak berdaya dan tidak kuat ikut berjubel untuk keluar dari stadion.

Sementara itu, dikutip dari Kompas, polisi beralasan menggunakan gas air mata untuk mencegah oknum suporter bertindak anarkis.

Terkait sesak napas, pihak kepolisian menyebut hal tersebut terjadi karena penumpukan penonton di satu pintu stadion.

Menurut informasi dari Nico ada 42.288 penonton di tribun saat itu, namun yang turun ke lapangan hanya ada 3 ribu suporter.

Polisi menilai jika suporter mematuhi aturan maka peristiwa memilukan ini tidak akan terjadi.

Seperti diketahui, kerusuhan pertama kali terjadi saat sekira ribuan orang penonton masuk ke lapangan saat Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya.

Saat para penonton turun ke lapangan, aparat terlihat kewalahan menangani kericuhan tersebut hingga akhirnya menembakkan gas air mata ke kerumunan.

Penyebab tewasnya para korban sementara ini diduga karena terinjak-injak saat terjadi kericuhan, hingga sesak napas akibat semprotan gas air mata dari aparat keamanan.

Bagaimana tanggapan kalian soal penggunaan gas air mata terhadap kerusuhan suporter di Kanjuruhan ini?

Tulis komentar kalian di bawah ya! (*)

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Kontroversi Gas Air Mata di Kerusuhan Kanjuruhan, Klarifikasi Polisi hingga Pengakuan Saksi Mata

# Kata Netizen # Liga 1 Indonesia # Arema FC # Persebaya Surabaya # Tragedi Kanjuruhan # kerusuhan # gas air mata

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Video Production: Khoerunnisak
Sumber: TribunWow.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved