TRIBUNNEWS UPDATE

Striker Arema Abel Camara Saksikan 8 Suporter Tewas saat Tragedi Kanjuruhan, Lihat Darah Berceceran

Senin, 3 Oktober 2022 11:58 WIB
Surya Malang

TRIBUN-VIDEO.COM - Striker Arema FC Abel Camara menceritakan kericuhan yang ada di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022).

Ia menyaksikan banyak sepatu hingga darah yang berceceran di stadion tersebut.

Abel Camara pun merasa terpukul melihat suporter Aremania yang tak bisa mengendalikan diri.

Baca: Anies Baswedan Turut Beduka atas Tragedi Kanjuruhan: Banyak Ibu Ayah Rasakan Kedukaan Luar Biasa

Menurut Abel, panasnya pertandingan Arema vs Persebaya memang sudah dirasa selama satu minggu sebelum laga.

Bahkan bagi para suporter, pertandingan tersebut seperti hidup dan mati mereka.

Para suporter pun mewanti-wanti pemain Arema agar tidak kalah.

Terlebih Arema FC tak boleh kalah dari Persebaya.

Baca: Kehilangan Semngat atas Tragedi Kanjuruhan, Valentino Jebret Undur Diri Jadi Komentator Liga 1

“Ini pertandingan derbi klasik dan sepekan sebelumnya ketegangannya sudah terasa, bahwa pertandingan ini bukan sekadar mencari tiga angka," ucap Abel dikutip dari media Portugal, Maisfutebol, Minggu (2/10/2022).

"Bagi mereka (suporter), pertandingan ini semacam urusan hidup dan mati bagi mereka. Kami boleh kalah dari tim mana saja, kecuali yang ini," tambahnya

Namun sayangnya, Arema harus kalah dari Persebaya dengan skor 2-3.

Sontak para pemain Arema merasa kecewa dan menghampiri para penonton yang ada di tribun untuk meminta maaf.

Siapa sangka, keadaan itu justru menimbulkan kericuhan.

Pasalnya para suporter menyerbu pemain yang ada di lapangan.

Baca: Kehilangan Semngat atas Tragedi Kanjuruhan, Valentino Jebret Undur Diri Jadi Komentator Liga 1

Hal ini membuat pemain diamankan menuju ruang ganti.

Saat itulah, Abel mendengar suara tembakan gas air mata hingga suporter berdesak-desakan.

Bahkan ia melihat secara langsung tujuh hingga delapan suporter meninggal di hadapannya.

"Kemudian kami mendengar suara tembakan dan orang-orang yang berdesakan. Di ruang ganti ada beberapa orang yang terkapar akibat terkena gas air mata. Mereka meninggal di hadapan kami. Ada sekitar tujuh hingga delapan orang yang meninggal," ungkap Abel.

Kericuhan itu membuat para pemain harus tertahan di Stadion Kanjuruhan selama empat jam.

Setelah mereka bisa keluar, Abel pun kembali menyaksikan kengerian tragedi Kanjuruhan.

Pasalnya pemain 32 tahun itu melihat baju, sepatu, hingga darah berceceran.

Bahkan bus serta polisi pun terbakar.

Baca: Valentino Jebret Simanjuntak Mundur Sebagai Host Liga 1 2022, Buntut Tragedi di Stadion Kanjuruhan

"Ketika kami pergi dan situasi sudah lumayan mereda, kami melihat darah, sepatu, pakaian berceceran di stadion. Ada juga bus dan mobil polisi yang terbakar," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, terjadi kericuhan seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

Tragedi ini terjadi pada Sabtu (1/10/2022).

Akibatnya, ratusan orang meninggal hingga luka-luka. (Tribun-Video.com/SuryaMalang.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com dengan judul Kesaksian Abel Camara Lihat Langsung Tragedi Arema: Kami Melihat Darah, Sepatu, Pakaian Berceceran

# Abel Camara # Arema # Malang # Tragedi # Kanjuruhan # TRIBUNNEWS UPDATE

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Maria Nanda Ayu Saputri
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Surya Malang

Tags
   #Abel Camara   #Arema   #Malang   #Tragedi   #Kanjuruhan   #TRIBUNNEWS UPDATE
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved