Selasa, 28 April 2026

G30S/PKI

Menyusuri Rumah Jendral AH Nasution, Saksi Bisu Ade Irma Suryani Ditembak Cakrabirawa saat G30S/PKI

Sabtu, 1 Oktober 2022 20:55 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Rumah Jendral Abdul Haris Nasution menjadi saksi bisu peristiwa berdarah G-30S/PKI.

Di rumah itu lah Jenderal AH Nasution nyaris terbunuh karena menjadi target penculikan oleh pasukan Cakrabirawa.

Ade Irma Suryani, putri bungsu Jenderal AH Nasution juga tertembak di rumah tersebut saat pasukan Cakrabirawa datang melakukan penyerbuan.

Rumah yang berada di Jalan Teuku Umar Nomor 40, Menteng, Jakarta Pusat tersebut ditempati Jenderal AH Nasution sejak ia menjabat KSAD pada tahun 1949.

Setelah peristiwa G30S/PKI, rumah tersebut masih dihuni Nasution dan keluarga sampai sang jendral meninggal dunia pada 6 September 2000.

Kini rumah yang merupakan saksi sejarah peristiwa G30S/PKI tersebut telah berubah menjadi Museum Sasmitaloka AH Nasution.

Di dalam Museum Jenderal AH Nasution kini terdapat diorama yang menggambarkan peristiwa mencekam itu.

Kamar pribadi Jenderal AH Nasution, di mana sang jenderal, istrinya, dan Ade Irma tidur pada malam yang tragis itu masih sama seperti saat peristiwa terjadi.

Terdapat beberapa patung saat Pasukan Cakrabirawa mengendap-endap di balik pintu kamar.

Ada juga patung saat Jenderal AH Nasution kabur melompati tembok.

Di ruang makan, terlihat patung pasukan Cakrabirawa mengarahkan senjata ke arah istri Jenderal AH Nasution yakni Johanna yang sedang mengggendong Ade Irma yang sudah berlumuran darah.

Bahkan, ditangkapnya Lettu CZI Pierre Tendan dan tertembaknya Ade Irma Suryani juga tergambar jelas dalam diorama yang ada di museum tersebut.

Selain diorama, lubang peluru yang menembus tembok kamar tidur Jenderal AH Nasution pun masih dipertahankan.

Sejumlah benda koleksi pribadi milik Jenderal AH Nasution, seperti pakaian, senjata, buku, hingga perabotan rumah bisa dilihat di dalam museum.

Museum Jenderal AH Nasution diresmikan pada 3 Desember 2008, bertepatan dengan ulang tahun sang jenderal, oleh Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.(*)

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Tri Suhartini
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved