LIVE UPDATE
KSP Moeldoko Ancam Kerahkan TNI Hadapi Pendukung Lukas Enembe dan Jemput Paksa Gubernur Papua
TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus yang melibatkan Gubernur Papua, Lukas Enembe mendapat sorotan dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.
Moeldoko menyayangkan adanya masyarakat yang membentengi kediaman Lukas hingga membuatnya mengeluarkan ancaman akan mengerahkan TNI.
Pernyataan itu disampaikan Moeldoko dalam konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (29/10/2022).
Kepala Staf Presiden itu menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pemerintah sudah menggelontorkan dana yang luar biasa untuk pembangunan Papua.
Baca: Rumah Lukas Enembe Dijaga Ketat Massa, Jalan Diblokade Pakai Ekskavator
Tujuannya agar segera terjadi pemerataan kesejahteraan di provinsi tersebut.
Oleh karenanya, Moeldoko meminta agar perhatian presiden dan pemerintah tidak disalahgunakan.
Ia meminta Lukas Enembe untuk menghormati segala proses hukum.
Mantan Panglima TNI itu juga meminta KPK tidak lembek dan bekerja lebih keras lagi untuk mengambil langkah.
Baca: Pj Gubernur Papua Minta Lukas Enembe Mengundurkan Diri
Jika yang bersangkutan dalam perlindungan masyarakat, pengerahan prajurit TNI bisa dilakukan jika memang diperlukan.
Hal tersebut disampaikan Moeldoko dalam konteks menjemput Lukas Enembe apabila masih berlindung di balik masyarakat yang mendukungnya.
Sebagaimana diketahui, Lukas Enembe telah dua kali mangkir panggilan KPK.
Tim pengacaranya menekankan bahwa sang gubernur saat ini sedang dalam kondisi sakit parah.(Tribun-video.com/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Minta Lukas Enembe Patuhi Hukum, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?"
# Presiden Joko Widodo # Lukas Enembe # Moeldoko
Video Production: Dyah Ayu Ambarwati
Sumber: Kompas.com
Nasional
Pernyataan Dokter Tifa Terkait Ijazah Jokowi: Harusnya Ditunjukkan Sepuasnya Jika Memang Asli
Rabu, 24 Desember 2025
Nasional
Rocky Gerung Puji AHY, Sentil Jokowi soal Kudeta Demokrat di Depan Gibran: Respect
Kamis, 27 Februari 2025
Tribunnews Update
AHY Ungkap Alasan Kursi Demokrat di DPR Jeblok Turun 10 Kursi, Sebut Ada Gangguan dari Pihak Luar
Selasa, 25 Februari 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.