Viral di Medsos

Jauh-jauh dari Papua ke Gorontalo, Ibu Ini Meninggal Dunia di Hari Wisuda Anaknya

Jumat, 30 September 2022 11:35 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Jauh-jauh dari Papua ke Gorontalo demi hadiri wisuda sang anak, seorang ibu malah meninggal setibanya di Kos.

Kesedihan tengah menyelimuti wisudawati Kurnia Sari Imo Haremba, mahasiswi Universitas Negeri Gorontalo.

Wanita yang akrab disapa Nia ini seharus bahagia lantaran ia akan diwisuda pada Rabu (28/9/2022).

Namun kebahagiaan Nia berubah menjadi duka, lantaran sang ibu yang tiba di kost-nya malah meninggal dunia.

Suasana sidang wisuda Universitas Negeri Gorontalo ini pun berubah menjadi penuh haru.

“Kita sangat berduka.

Ibu Ananda Nia seharusnya hadir di ruangan ini.

Tapi, dia harus antar jenazah ibunya dulu ke Fak-Fak Papua,” ujar Sylva Flora Ninta Tarigan, Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Kelopak mata Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dr Ir Eduart Wolok, ST MT (46 tahun) pun berair.

Baca: Cerita Haru Wisudawati UNG asal Papua Barat, Bawa Pulang Ijazah Sarjana dan Jenazah Ibu ke Kampung

Sekira 3.000-an orang yang menghadiri seremoni akademik sakral ini pun hanyut dalam keheningan.

Ratusan dewan senat, guru besar, mahasiswa, sivitas akademik, dan tetamu undangan, juga hanyut dalam duka.

Pemantik kedukaan itu justru datang yang sejatinya di hari bahagia Kurnia Haremba.

Ibunya, Rahmah (61) meninggal dunia, Rabu (28/9/2022) dini hari, di UGD Rumah Sakit Bunda, Kelurahan Wumialo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.

Ini hanya sekitar delapan jam sebelum dia duduk di deretan kursi undangan orangtua wisudawan di Auditorium UNG Jl HB Jassin, Wumialo, Kota Tengah, Gorontalo.

Rahmah datang khusus untuk menyaksikan momen puncak pembuktian dia bisa mendidik putri bungsu, hingga jenjang sarjana.

Kamis (22/9/2022) pekan lalu, dia sudah mempersiapkan keberangkatannya ke Gorontalo.

Dia terbang dari Tanah rantau keluarganya, di Fak Fak, Papua Barat menuju Gorontalo.

Jarak dua kota dari provinsi di timur Indonesia ini adalah 1,178 km.

Dia melintasi, 3 kota dan 8 provinsi.

Dari Fak-Fak, di Teluk Wondama, Papua, Jumat (23/9/2022) dia lebuh dulu terbang ke Sorong, kota terbesar di kepala Cendrawasih, Papua Barat.

Dari Sorong, sang ibu, melanjutkan perjalanan ke Bandara Sultan Hasanuddin, di Makassar, Sulsel.

Rahmah transit sekitar 4 jam, di Makassar, sebelum melanjutkan perjalanan udara dengan Lion Air, ke Bandar Udara Djalaluddin, Gorontalo.

Nia Haremba, menjemput ibunya, di bandara Sabtu (24/9/2022) pagi.

Dengan mobil rental, dia membawa ibunya ke rumah kostnya, di Jl Kenangan, Kelurahan Wumialo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.

Setelah menempuh perjalanan cukup jauh yang menyita waktu dan melelahkan, hampir 62 jam, Rahmah kelelahan.

Tiga hari mempersiapkan hari bahagia putrinya di Gorontalo, Rahmah mendadak mengeluhkan kondisi kesehatannya.

Baca: Kisah Sedih Mahasiswi Univesitas Gorontalo, Momen Bahagia saat Wisuda Berujung Pilu karena Ibu Wafat

Dia sesak nafas, san merasa masuk angin.

Kondisi kesehatan Ibunda Kurnia menurun,

Selasa (27/9/2022) malam, sekitar pukul 21.20 Wita, ibunda Kurnia dilarikan ke UGD Rumah Sakit Bunda Gorontalo, sekitar 500 meter dari kos-kosannya.

Dokter mengidentifikasi sang ibu mengalami akumulasi gangguan percernaan dan pernafasan.

Sang ibu memang selama ini, teridentifikasi asam lambung.

“Mungkin lelah, stres, bahagia, asam lambungnya kambuh.

Sembari menanti prosesi wisuda yang tinggal beberapa jam,

Kurnia terus berdoa agar kondisi kesehatan ibundanya bisa segera pulih.

“Maa, saya mau lihat Mama melihat Nia wisuda,” ujar Nia.

Namun, manusia hanya merencanakan. Takdir memilih jalan sendiri.

Ajal datang menjemput sang ibu.

Sekitar pukul 01.21 WITA, Rabu (28/9/2022), Rahmah menghebuskan nafas terakhir, di samping anak, dan beberapa kerabat.

Jelang azan subuh, jenazah lalu dibawah ke kost untuk disemayamkan.

Dengan hati gundah, persaaan sedih, dan mata sembab, pun, Kurnia Haremba tetap hadir proses graduating, pagi harinya.

Saar balik ke kost, dengan seragam kebesaran wisudawan, Kurnia membawa selembar ijazah.

Dia bersimpuh di depan jenazah sang ibu, yang disemayamkan di ruang tengah rumah kost.

Kurnia adalah wisudawati pertama jurusan Kesehatan Masyarakat di Fakultas Olahraga dan Kesehatan, UNG di Gorontalo.

Kurnia adalah mahasiwa angkatan 2017.

Saat kuliah dia hanya pulang sekali ke Fakfak.

Karena pandemi COVID-19, kuliah Kurnia sempat tersendat.

Aktivitas kuliah fisik ditiadakan. Nia kuliah daring, seperti siswa dan mahasiswa lain di seluruh dunia, sejak awal 2020 hingga awal 2022. (*)

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Papua   #Gorontalo   #wisuda   #meninggal dunia
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved