Sabtu, 11 April 2026

Terkini Daerah

Harga Kedelai & BBM Melejit Naik, Perajin Tahu Merugi hingga Jual Aset agar Usahanya Bertahan

Kamis, 29 September 2022 17:08 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM, SALATIGA – Pengusaha tahu di Sruwen Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang merugi akibat harga kedelai kian melejit.

Hal tersebut membuat ongkos produksi tahu semakin tinggi yang diperparah dengan daya beli rendah.

Sehingga usaha tahu milik Moh Romi harus pintar memutar otak untuk meminimalisir kerugian dan agar tidak gulung tikar.

Baca: Naikkan TPP Rp2 Juta Pasca-Kenaikan Harga BBM, Pemkab Jayapura: Pacu Semangat Para ASN

Romi mengatakan bahwa naiknya harga kedelai diperparah dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).

“Dari sebelumnya Rp 7.000 menjadi Rp 12.800, dampaknya pengusaha yang dahulunya memiliki keuntungan cukup sekarang semakin susah mendapatkan keuntungan,” kata Romi kepada Tribunjateng.com, Selasa (27/9/2022).

Sebelum adanya pandemi Covid-19 dan naiknya harga BBM, Romi dapat memproduksi tahu hingga 200 kilogram dalam sehari.

Saat pandemi Covid-19 melanda, dirinya saat itu hanya mampu produksi tahu hingga 75 kilogram per hari.

“Kalau sekarang paling mentok produksi sekitar 50 kilogram saja per hari,” ungkapnya.

“Dulu pedagang yang sehari beli Rp 50 ribu, sekarang hanya beli Rp 15 ribu – Rp 20 ribu per hari,” tambahnya.

Romi mengaku telah memikirkan dua cara untuk mengantisipasi kerugian.

Baca: Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Terus Berlanjut, Buruh dan Mahasiswa Gelar Demo di DPR Hari Ini

Pertama memperkecil ukuran tahu walaupun resikonya ada beberapa pembeli yang lari.

Kedua memperkecil ukuran papan Loyang tahu sebelum di iris kecil-kecil.

“Kalau dulu satu kali masak menjadi lima papan, ukuran saya perkecil lagi sehingga bisa menjadi enam papan, solusi saya baru seperti itu,” paparnya.

Menurutnya solusi tersebut dilakukan untuk menekan angka kerugian dikala naiknya harga kedelai.

“Mengingat jika menaikkan harga juga tidak bisa lagi.

Selain itu, saat ini Romi hanya memiliki dua karyawan yang aktif.

“Kalau dulu saya memiliki sembilan karyawan, namun hanya ada dua, yang lain saya rumahkan dulu walaupun berat rasanya untuk merumahkan mereka,” katanya.

Bukan hanya merumahkan karyawannya, satu mobil Innova juga Romi jual untuk mempertahankan usaha miliknya.

“Bahkan aset-aset yang saya miliki, saya jual untuk bertahan hidup dan mempertahankan usaha tahu saya,” imbuhnya.

Romi berharap agar harga kedelai seperti dulu lagi.

Baca: Setelah Covid-19, Pedagang oleh-oleh di Puncak Makin Sepi Pembeli Imbas Kenaikan Harga BBM

“Jika tidak ada turun tangan dari pemerintah, ini pengusaha tahu tempe akan hancur artinya harus ada subsidi harga-harga kedelai, satu-satunya jalan adalah pemerintah harus turun tangan,” jelasnya. (*)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Video Curhat Perajin Tahu Merugi saat Harga Kedelai Melejit

# kedelai # BBM # tahu # Salatiga

Editor: Panji Anggoro Putro
Sumber: Tribun Jateng

Tags
   #kedelai   #BBM   #tahu   #Salatiga

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved