Kamis, 28 Mei 2026

Terkini Nasional

Detik-detik Nadiem Makarim Dimarahi Anggota DPR Komisi X, Dikritik terkait Hal-hal ini

Rabu, 28 September 2022 12:03 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Nadiem Makarim mendapat teguran dari anggota DPR Komisi X Anita Jacoba Gah, dalam Raker DPR RI dengan Mendikbud Ristek RI, Senin (26/9/2022).

Anita mengkritik Nadiem Makarim yang mendapat tepuk tangan di hadapan PBB.

Namun, Anita tak merasa bangga dengan hal itu karena kenyataannya di Indonesia masih banyak guru yang belum sejahtera dan belum digaji.

"Sampai hari ini, Pak, masih banyak guru-guru yang menangis. Kapan kami terima gaji? Kami makan apa ini?" kata Anita.

Baca: Rapat dengan Anggota DPR Komisi X, Nadiem Dapat Kritikan, Ditanya soal 400 Tim Bayangan

"Itu yang harus Anda dengar kalau ingin ditepuk tangani oleh seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.

Seperti dikutip Tribunnews dari YouTube Kompas TV, Anita juga mencecar Nadiem soal dirinya yang mengungkap adanya 400 tim bayangan di Kemendikbud Ristek di hadapan PBB.

400 Tim Bayangan Kemendikbud Ristek

"Kemudian, kami dengar di PBB, Anda dengan bangganya mengatakan ada 400 tim bayangan. Pertanyaan saya, tim bayangan yang Anda katakan dengan bangganya di sana itu, apa dampak positifnya untuk Indonesia?" tanya Anita.

"Terus 400 tim bayangan itu apa kebanggaannya? Apa yang mereka lakukan sampai kita itu harus bangga dengan Anda, Pak Menteri?" lanjutnya.

Selain menyoroti soal nasib para guru dan 400 tim bayangan, Anita juga mempertanyakan tentang laporan penggunaan Anggaran APBN 2021-2022.

Meminta Laporan Data Realisasi APBN Kemendikbud Ristek

Di kesempatan itu, DPR juga meminta laporan data realisasi APBN Kemendikbud Ristek.

"Tolong data realisasi APBN yang kita pernah minta itu diberikan. Semua program kerja, termasuk dana transfer ke daerah, itu tidak perlu ditutup juga kepada kami anggota dewan. Karena setelah kami setujui dana itu ditransfer, supaya kami bisa mengetahui Pemerintah daerah kami itu menggunakan APBN dengan bertanggung jawab atau tidak," kata Anita.

Baca: Sosok Anita Jacoba Gah yang Berani Semprot Nadiem Makarim dalam Rapat DPRI RI, Ingatkan Gaji Guru

"Tunjangan khusus daerah terpencil itu pak, masih banyak yang belum dapat 3-6 bulan," tambahnya.

Anita mempertanyakan anggaran APBN yang mencapai triliunan rupiah itu tidak pernah sampai pada para guru di daerah terpencil.

Setelah membandingkan kebanggaan Nadiem Makarim di hadapan PBB dengan kenyataan di lapangan, Anita mengatakan sakit hati dengan adanya 400 tim bayangan Kemendikbud Ristek, yang dinilai tak memberi perubahan yang lebih baik.

"Kalau 400 tim bayangan itu hanya mengacaukan anggaran APBN, untuk apa Anda bangga dengan itu, Pak Menteri?" tanyanya pada Nadiem yang hanya diam menunduk.

Tunjangan Profesi Guru, PIP, KIP

Setelah itu, Anita meminta Nadiem untuk memperhatikan tunjangan profesi guru, PIP, dan KIP (Kartu Indonesia Pintar).

Anita menanyakan apakah Nadiem mengetahui berapa jumlah mahasiswa miskin yang sudah dan belum mendapat KIP.

Baca: Diamuk saat Rapat DPR RI, Ekspresi Nadiem Makarim Jadi Sorotan: Terdiam dan Melihat ke Bawah

"Kenyataannya masih banyak masyarakat miskin anaknya tidak bisa dapat PIP. Banyak mahasiswa miskin yang saat ini menangis tidak dapat KIP kuliah," kata Anita.

"Lha, terus program ini untuk siapa?"

"Seharusnya, semakin bertambahnya tahun dan program yang diberikan, harusnya semakin banyak dong anak miskin yang jadi sarjana, ini masih banyak kok yang tidak bisa jadi sarjana karena tidak merasakan KIP kuliah ini dengan segala macam aturan," katanya, sebelum menutup kritikannya terhadap Mendikbud Ristek Nadiem. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Nadiem Makarim Dimarahi Anggota DPR Komisi X, Dikritik soal 400 Tim Bayangan hingga Tunjangan Guru

# Komisi X DPR # Nadiem Makarim Dimarahi DPR # Mendikbud Ristek Nadiem Makarim # Nadiem Makarim

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Video Production: Tia Kristiena
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved