LIVE UPDATE

Update Hari Ke-214, Saling Tuduh Serang Warga Sipil, Pejabat Rusia Didesak Tangani Demo Mobilisasi

Senin, 26 September 2022 21:21 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Operasi militer khusus Rusia ke Ukraina terus bergulir hingga hari ke-214 pada Minggu (25/9/2022).

Ada sederet peristiwa di antaranya Ukraina dan Rusia saling tuduh soal serangan yang mengenai warga sipil di Ukraina selatan.

Hingga, Parlemen Rusia memerintahkan pejabat regional segera tangani kemarahan publik soal mobilisasi parsial.

Tampaknya konflik Rusia dan Ukraian belum ada tanda-tanda usai.

Kedua negara terus saling membalas baik secara militer maupun non militer.

Terakhir, Ukraina dan Rusia saling menuduh terkiat serangan terhadap warga sipil di Ukraina selatan.

Pihak militer Ukraina mengatakan pasukan Rusia telah meluncurkan lusinan serangan rudal dan serangan udara.

Serangan itu disebutkan menyasar ke lokasi militer dan sipil dalam 24 jam terakhir.

Baca: Terungkap! Ini Sosok yang Dirikan Grup Wagner, Tentara Bayaran Kejam yang Dikirim Rusia ke Ukraina

Rusia juga dilaporkan menggunakan pesawat tak berawak untuk menyerang pusat Kota Odessa.

Namun, tidak ada korban dalam serangan itu.

Terkait hal ini, pihak Rusia menepis semua tuduhan Ukraina.

Rusia menegaskan, tidak menyerang ke warga sipil.

Dilaporkan, pasukan Ukraina menjatuhkan bom di sebuah hotel di Kota Kherson hingga menewaskan dua orang.

Dalam hari ke-214 ini, mobilisasi parsial yang diumumkan Presiden Putin pada Rabu (21/9/2022) memicu kontroversi ditengah masyarakat Rusia.

Merespons hal ini, pihak Parlemen Rusia angkat bicara.

Dilaporkan, dua anggota parlemen senior Rusia memerintahkan pejabat regional segera menangani situasi dan menyelesaikan pemicu kemarahan publik.

Tak hanya itu, Kepala Dewan Hak Asasi Manusia Kremlin, Valery Fadeyev mengatakan, telah menulis surat kepada Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu.

Surat yang ditulis memuat permintaan agar Menhan Rusia segera menyelesaikan masalah mobilisasi.

Dalam hari ke-214 ini juga, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov menanggapi kritikan soal referendum empat wilayah Ukraina.

Baca: Tegas! Putin akan Beri Hukuman 10 Tahun Penjara kepada Tentara Rusia yang Menyerah di Medan Perang

Hal ini ia sampaikan saat jumpa pers setelah menghadiri sidang Majelis Umum PBB di New York AS.

Empat wilayah itu yakni Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.

Menlu Rusia dengan tegas mengatakan Rusia akan melindungi warga di setiap wilayah Ukraina yang dikuasai.

Menlu Rusia menerangkan, Rusia tentu saja akan menghormati aspirasi kehendak warga empat wilayah itu.

Ia menyebut warga selama bertahun-tahun menderita akibat pelanggaran rezim neo-Nazi.

Lavrov menegaskan, pihaknya memberikan perlindungan penuh kepada setiap wilayah yang dikuasai Rusia.

Sebagaimana diketahui, Rusia menggelar referendum di empat wilayah pendudukan di Ukraina, pada Jumat (23/9/2022).

Referendum dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni dari 23-27 September 2022.

Sementara itu, majelis rendah parlemen Rusia, Duma, direncanakan membahas rancangan undang-undang yang memasukkan bagian-bagian Ukraina yang diduduki Rusia ke dalam Rusia pada 29 September.(Tribun-Video.com/ Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rangkuman Hari Ke-214 Serangan Rusia ke Ukraina: Referendum Terus Berjalan | Mobilisasi Parsial Picu Polemik "

# parlemen Rusia # Rusia # Ukraina  

Editor: Unzila AlifitriNabila
Reporter: Bima Maulana Rahmad Hidayat
Videografer: Reza Nova Erfiansyah
Video Production: Sigit Setiawan
Sumber: Kompas.com

Tags
   #Ukraina   #Rusia   #parlemen Rusia
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved