Terkini Nasional

Muncikari Menarik Gadis di Bawah Umur Jadi PSK di Cilandak Timur, Diiming-imingi Tarif Rp 800 Ribu

Jumat, 23 September 2022 21:50 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Polisi mengungkap modus muncikari yang beroperasi di hotel kawasan Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan untuk merekrut ABG perempuan menjadi pekerja seks komersial (PSK).

Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Harun mengatakan, muncikari mencari ABG perempuan yang memiliki keluarga tidak harmonis.

"Jadi memang ini menarik, dari korban pun rata-rata anak yang broken home yang tidak ada perhatian dari orang tua," kata Harun saat merilis kasus ini di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2022).

Setelahnya, lanjut Harun, pelaku kemudian mendekati korban hingga akhirnya menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih.

"Ada juga yang punya hubungan yaitu selayaknya pacar antara korban dan tersangka," ungkap dia.

Ketika sudah merasa memiliki korban, baru lah pelaku memberanikan diri untuk menjualnya kepada pria hidung belang secara online lewat aplikasi MiChat.

Baca: Oknum Guru di Bengkulu Jadi Muncikari Prostitusi Anak di Bawah Umur, Korban Dicabuli Sebelum Dijual

Kasus prostitusi online ini terbongkar pada Kamis (22/9/2022) dini hari setelah polisi menerima laporan dari masyarakat tentang adanya prostitusi di hotel tersebut.

Saat penggerebekan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menangkap lima orang yang berperan sebagai muncikari.

Mereka adalah MH, AM, MRS, dan RD. Sedangkan satu muncikari lainnya adalah anak di bawah umur.

Mereka menjual enam perempuan yang lima di antaranya merupakan ABG. Tarif yang dipatok muncikari sebesar Rp 800 ribu.

"Penawarannya kurang lebih Rp 800 ribu sekali main dengan penyampaiannya open BO," kata Harun.

Namun, berdasarkan pengakuan muncikari, Harun menyebut beberapa pria hidung belang kerap menawar hingga Rp 300 ribu.

"Ada juga beberapa pelanggan yang menawar sampai Rp 300 ribu. Jadi kisaran Rp 300-800 ribu," ujar dia.

Uang pembayaran itu kemudian dibagi rata oleh muncikari dan korban.

Mereka menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari dan membayar sewa kamar hotel sebesar Rp 300 ribu per hari.

Baca: Muncikari Prostitusi di Pasangkayu Ditangkap, Dapat Untung Rp 100 Ribu Rupiah Sekali Transaksi

"Jadi mereka semua tinggal di hotel itu, ada 6 kamar yang disewa. Selama dua bulan mereka tinggal di situ," ungkap Harun.

Setiap harinya, jelas Harun, masing-masing dari enam korban tersebut harus melayani dua hingga tiga pria hidung belang.

"Jadi setiap harinya kurang lebihnya dua sampai tiga kali dalam sehari pelanggan yang bisa didapatkan oleh satu orang korban. Tetapi kadang juga itu paling banyak tiga kali," ungkap mantan Kapolres Bogor itu.

Lima muncikari yang ditangkap kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 45 ayat 1 Junto Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE.

"Dan juga kita lapis dengan Pasal 76 huruf i Junto Pasal 88 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan juga kita lapisi dengan Pasal 2 ayat 1 UU 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan juga kita lapis dengan Pasal 296 KUHP dan juga Pasal 506 KUHP," terang Harun.

Berdasarkan pasal-pasal yang disangkakan, lima muncikari itu terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Modus Muncikari Rekrut ABG Jadi PSK di Hotel Pasar Minggu, Sasar Anak Broken Home Lalu Dipacari

#muncikari #prostitusi #PSK #Cilandak Timur

Baca Artikel Lainnya di Sini

Editor: Muhammad Eka Putra
Video Production: Tia Kristiena
Sumber: TribunJakarta

Tags
   #muncikari   #prostitusi   #PSK   #Cilandak Timur
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved