TRIBUNNEWS UPDATE

Stefanus Roy: Tito Karnavian & Budi Gunawan Pernah Datangi Lukas Enembe & Bahas soal Pilkada Papua

Jumat, 23 September 2022 17:43 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) Budi Gunawan disebut ikut memolitisasi penetapan Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka.

Hal itu diungkapkan pengacaranya, Stefanus Roy Rening tanpa alasan.

Roy menyebut, politisasi itu dilakukan seusai Tito dan Budi meminta suatu hal kepada Lukas terkait Pilkada di Papua.

Baca: Terkait Pemeriksaan Lukas Enembe Pekan Depan, Ratusan Brimob Polda Maluku Dikirim ke Jayapura

Pada tahun 2017, Lukas disebut didatangi oleh Tito Karnavian, Budi Gunawan dan eks Kabaintelkam Polri Komjen (Purn) Paulus Waterpauw.

Kala itu, keduanya meminta kepada Lukas Enembe agar berpasangan dengan Paulus Waterpauw ketika akan kembali maju dalam Pilkada 2018.

Pertemuan tersebut dibuktian oleh Roy dengan sebuah foto.

Dalam foto itu terlihat Lukas bersama tiga orang lainnya tengah berada di sebuah ruangan.

Tito terlihat mengenakan seragam polisi, sedangkan yang lainya mengenakan baju biasa.

Roy kemudian mengatakan, bahwa permintaan Budi Gunawan itu adalah bentuk politisasi.

Baca: Lukas Enembe Disebut Harus Segera ke Singapura, Kuasa Hukum Ungkap Terkait Kesehatan Kliennya

"Pak Budi Gunawan meminta Pak Lukas agar dalam periode kedua berpasangan dengan Paulus Waterpauw," katanya.

Selain itu, Lukas Enembe juga diminta untuk menandatangani sebuah surat.

Surat ini berisi agar Paulus Waterpauw diterima sebagai calon wakil gubernur (cawagub) Papua dalam Pilkada 2018.

Hal yang sama kembali dilakukan pada (10/12/2021).

Disebutnya, kala itu Lukas kembali ditemui oleh Tito Karnavian dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia.

Keduanya mengatakan, bahwa pemerintah pusat meminta supaya Lukas menerima Paulus Waterpauw untuk menggantikan Bapak Klemen Tinal.

Sebagai informasi, Klemen Tinal menjadi Wakil Gubernur Papua sejak (5/9/2018) hingga (21/5/2021) setelah ia meninggal dunia.

Baca: Kondisi Kesehatan Lukas Enembe Didiagnosa Alami Kebocoran Ginjal, Harus Dirawat di Singapura

Meninggalnya Klemen Tinal pun membuat adanya kekosongan terkait jabatan Wakil Gubernur Papua.

Roy lantas mengatakan, bahwa bentuk politisasi terkait penetapan tersangka Lukas ialah lewat diajukannya satu nama Wakil Gubernur Papua pengganti Klemen Tinal yaitu Paulus Waterpauw oleh Tito Karnavian.

Setelah permintaan itu, sembilan bulan kemudian Lukas ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap dan grativikasi.

"Kalau kita bicara politisasi, bagaimana Mendagri bisa bawa nama satu untuk seorang Paulus Watterpauw," ujar Roy.

"Sembilan bulan kemudian terjadi peristiwa ini (penetapan tersangka Lukas Enembe)," katanya. (Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penetapan Tersangka Lukas Enembe Disebut Politisasi, Pengacara Seret Budi Gunawan & Tito Karnavian

# TRIBUNNEWS UPDATE # Tito Karnavian # Budi Gunawan # Lukas Enembe # pilkada # Papua

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Tri Suhartini
Video Production: Ghozi LuthfiRomadhon
Sumber: Tribunnews.com

KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved