Travel

Atasi Masalah Polusi Suara di Bali, Sandiaga Uno Batasan Desibel Suara dan Jam Operasional Wisata

Kamis, 22 September 2022 11:21 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno telah membawa hasil kesepakatan atas masalah polusi suara di Bali.

Sandiaga Uno melakukan kunjungan kerja dan peninjauan di Bali pada Jumat (16/9/2022) lalu.

Melalui akun Instagram resmi miliknya, Sandiaga Uno akan memberlakukan batasan maksimal desibel suara dan jam operasional wisata.

Dalam pertemuan tersebut, Sandiaga Uno bersama seluruh stakeholder terkait membahas masalah polusi suara.

Baca: Pura Tanah Lot, Pura yang Disucikan di Bali, Terkenal Sebagai Tempat yang Indah untuk Nikmati Sunset

Pertemuan dihadiri oleh Bendesa Adat Canggu, Perbekel Canggu, Dinas Pariwisata Bali dan Badung, Satpol PP, serta pengelola bar maupun restoran di Canggu.

Dilansir dari siaran resmi Kemenparekraf, sebelumnya para stakeholder terkait di Canggu telah menyepakati enam poin terkait polusi suara, di antaranya:

1. Batasan desibel suara maksimal 70 desibel untuk area outdoor

2. Batasan waktu operasional hingga pukul 01.00 WITA

3. Komitmen pelaku usaha dan masyarakat serta aparat dalam rangka pengawasan di lapangan

4. Konsistensi masyarakat, pengusaha dan aparat

Baca: Gubernur Bali Wayan Koster Resmikan PLTS Tol Bali Mandara Dukung Penyelenggaraan KTT G20

5. Konsisten melakukan pengawasan secara bersama-sama

6. Tetap mengingatkan kepada pengusaha dan masyarakat sekitar agar jangan sampai melampaui batas-batas yang disepakati.

Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo menaruh perhatian akan hal ini.

Terlebih Bali dalam waktu dekat akan menjadi tuan rumah Presidensi G20 yang sebelumnya juga menjadi tempat penyelenggaraan rangkaian event internasional seperti World Tourism Day, World Conference on Creative Economy dan lainnya.

"Kita ingin ini diselesaikan dengan kearifan lokal dan kita harapkan ini bukan yang pertama dan kita akan monitor sampai G20. Kita harapkan ini semuanya bisa tercapai solusi dan yang dikedepankan adalah pendekatan adat dan budaya," tutur Sandiaga Uno.

Lebih jauh, kata Sandiaga Uno, hal tersebut harus jadi momentum dalam upaya menghadirkan penataan pariwisata yang lebih baik di Bali.

Dengan demikian, nantinya Pemprov Bali juga dapat menetapkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk melakukan penataan dari segi peruntukan kegiatan usaha.

Bali sebagai pusat pariwisata tanah air memberikan dampak yang luas terhadap kehidupan masyarakat.

Sehingga, kepulihan yang saat ini sudah berjalan dengan hadirnya wisatawan dapat memberikan dampak yang luas terhadap kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja yang ditargetkan mencapai 1,1 juta pada 2022 dan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunTravel.com dengan judul Sandiaga Uno akan Berlakukan Batasan Jam Operasional Wisata di Bali, Solusi Masalah Polusi Suara

# Sandiaga Salahuddin Uno # Polusi suara # Bali # kunjungan kerja # wisata # jam operasional

Editor: Evita Candra Dewi
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: TribunTravel.com

KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved