Senin, 18 Mei 2026

Terkini Nasional

IPW Tegaskan Tak Ada Pelecehan Seksual yang Dialami Istri Sambo: Ada Konsensual dan Kesepakatan

Senin, 19 September 2022 17:39 WIB
TribunSolo.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso memberikan tanggapannya terkait dugaan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Sugeng Teguh Santoso menegaskan tidak ada pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi.

Tetapi menurut Teguh Santoso, yang ada adalah konsensual atau kesepakatan.

Sugeng Teguh Santoso melanjutkan, isu pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo yang disuarakan oleh Komnas HAM dan Komnas Perempuan itu adalah produk prakondisi.

Adapun prakondisi ini mulai dilakukan setelah peristiwa pembunuhan tanggal 8 Juli 2022.

Sugeng Teguh Santoso lantas membeberkan fakta lain.

Yakni pada tanggal 11 Juli 2022 ketika dia dihubungi anggota DPR RI yang menyampaikan versi istri Ferdy Sambo ada pengancaman, ditegur dan menembak.

"Bahkan dia bilang begini: Sambo itu menyesal, kenapa bukan dia sendiri yang menembak," ungkap Sugeng saat tampil di podcast Back To BDM yang tayang di youtube Harian Kompas, Sabtu (17/9/2022).

Baca: Ketua IPW Tak Ada Pelecehan Seksual terhadap Putri, Itu Hanya Konsensual dan Prakondisi

Kemudian pada tanggal 15 Juli 2022 ada seorang komisaris besar polisi (Kombes) yang meminta bertemu dia.

"Dia anggota Satgassus menceritakan hal yang sama. Bahkan persentuhan fisiknya dikasih tahu. Dipegang kakinya, dibekap, dipakai pistol," terang Sugeng.

Sugeng yang mendapatkan rentetan fakta ini lalu memastikan memang ada prakondisi tentang pelecehan ini termasuk ke Komnas Perempuan dan Komnas HAM.

Mengenai pernyataan Komnas Perempuan yang menyebut ada dugaan pelecehan, menurut Sugeng memang ada basis teoritis yang dipakai yakni UU PKS.

Tetapi permasalahannya adalah, apakah ada hasil visum et repertus psikiatrum dari istri Ferdy Sambo yang selalu mengaku mengalami trauma berat.

"Apakah ada asesmen polisi yang menunjuk psikolog atau psikiater forensik yang memeriksa sebab dia traumatik itu karena apa. Apakah melihat Yosua diitembak karena secara personal dekat atau karena dilecehkan," ujar Sugeng.

"Apakah menurut anda ada pelecehan?," tanya Budiman Tajuredjo.

Sugeng lagi-lagi menjawab tidak ada.

Baca: Mantan Jenderal Bintang 2 Sentil Ferdy Sambo yang Naik Pangkat Cepat Tanpa Prestasi

"Tidak ada pelecehan seksual, yang ada konsensual. Peristiwanya ada tapi konsensual, kesepakatan," kata Sugeng.

Sugeng mengukapkan alasannya terkait peristiwa itu, karena faktanya ada asisten rumah tangga (ART) bernama Susi yang menangis dan Kuat Maruf yang bersitegang dengan Brigadir J.

"Ini ada perjumpaan yang saya sebut konsensual itu ada. Entah antara siapa nih antara J (Brigadir J) atau antara KM (Kuat Baruf) dengan Ibu PC. Karena ini gelap di sini," katanya.

Sugeng membebrkan analisanya didasari informasi yang dia dapat lalu dipetakan dengan fakta-fakta yang diangkat media.

"Jadi informasi itu sepotong, kita analisis. Pelecehan itu produk prakondisi. Pertemuan yang terjadi adalah sebuah konsensus. Saya petakan KM ribut dengan J. RR (Bripka RR) komunikasi dengan J ada. Kalau tidak ada pelecehan, tidak ada ketahuan sedang ada perjumpaan, gak ada ribut dong," katanya.

Jika betul hal itu terjadi, berarti alasan Ferdy Sambo membela harkat martabat benar adanya?

Menurut Sugeng kemungkinan itu bisa terjadi.

"Makanya saya menyayangkan jenderal katakanlah ada konsensual, atau ada pelecehan, kenapa harus demikian. Makanya ada informasi cek penggunaan obat," tukasnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul IPW Sebut Tak Ada Pelecehan Seksual terhadap Putri Candrawathi : yang Ada Konsensual dan Kesepakatan

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Lulu Adzizah F
Sumber: TribunSolo.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved