TRIBUNNEWS UPDATE
Misteri Senpi Antik Luger yang Dipakai Tembak Brigadir J, Milik Ferdy Sambo atau Putri Candrawathi?
TRIBUN-VIDEO.COM - Satu peluru dari pistol antik Luger ditemukan di lokasi penembakan Brigadir J yakni di rumah dinas Ferdy Sambo.
Hingga kini masih belum diketahui pemilik senjata api antik senilai miliaran rupiah yang diduga turut digunakan untuk membunuh Brigadir J.
Dari rekam jejak Luger, terdapat dua sosok yang mengurai orang yang diduga sebagai pemiliknya.
Sosok pertama yang mengamati hal ini adalah pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak.
Pihaknya menduga, senjata tersebut merupakan milik ayah Ferdy Sambo.
Hal ini karena senjata itu hanya mungkin dimiliki oleh orang yang sudah lama berkecimpung di dunia persenjataan dan menguasai senjata.
"Jadi orang-orang yang punya koleksi senjata seperti itu tentu adalah orang yang berlatar belakang bahwa dia sudah sejak dulu menguasai persenjataan. Siapa di antara mereka yang sudah sejak dulu menguasai persenjataan? yaitu adalah ayahnya Ferdy Sambo," ungkap Kamaruddin Simanjuntak.
Ayah Ferdy Sambo yang merupakan seorang pensiunan berpangkat mayor jenderal menjadi unsur penguat dugaan Kamaruddin Simanjuntak.
"(Ayah) Ferdy Sambo itu kan pensiunan terakhir adalah mayor jenderal. Jadi kemungkinan besar dia bisa mengoleksi senjata kuno, era 1800," sambungnya.
Ia kemudian menjelaskan latar belakang kepemilikan senjata api antik Luger.
Baca: Aksi Tegas Jenderal Andika Bawa Senjata Pimpin Pasukan Khusus Bertempur Marinir Amerika & Indonesia
Menurutnya senjata Luger hanya dikenal oleh orang-orang yang sudah sangat senior dan hidup di zaman kemerdekaan awal.
Jadi jika ada yang masih memilikinya di era sekarang berarti karena orang tersebut merupakan anak atau keturunan dari orang senior.
Sehingga pihaknya menduga kuat pemilik Luger adalah Ferdy Sambo.
Namun Pengamat Kepolisian, Bambang Rukminto justru mengurai kemungkinan lain.
Ia menyorot Putri Candrawathi yang merupakan anak seorang jenderal TNI.
Sehingga sebagai Bhayangkari dan putri seorang Jenderal, Putri dinilai mengetahui jenis senjata termasuk koleksi senjata.
"Sebagai ibu Bhayangkari dan putri seorang jenderal, beliau (Putri Candrawathi) juga mengetahui bagaimana jenis senjata. Kalau melihat terkait dengan koleksi senjata," ungkap Bambang Rukminto.
Sehingga Bambang menduga, pemilik senjata api antik Luger tersebut antara Putri Candrawathi atau Ferdy Sambo.
"Luger ini senjata yang sudah cukup lama, senjata antik, dimiliki oleh orang-orang yang memiliki pangkat. Siapa di antara kelima tersangka itu yang memiliki akses? hanya FS dan PC, mengerucutnya ke sana," ujar Bambang.
Senjata Luger pertama kali dipasarkan untuk pasar Amerika Serikat pada tahun 1907.
Pistol yang disebut pistol paling langka di dunia ini dijual seharga satu juta dollar Amerika yang kemudia dibeli oleh seorang miliuner Indonesia yakni Tani Haryanto.
Setelah 30 tahun atau pada 2010, sang miliuner kembali menjual pistol Luger tersebut dengan harga rendah.
Pistol tersebut kemudian dibeli oleh seseorang yang identitasnya dirahasiakan senikai Rp 1,6 miliar.(Tribun-Video.com/Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul TERNYATA Ini Alasan Kuat Komnas HAM Sebut Putri Candrawathi Diduga Ikut Menembak Brigadir J
# TRIBUNNEWS UPDATE # senjata api # Brigadir J # Ferdy Sambo # Putri Candrawathi
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Antisipasi Amerika Serikat jika Negosiasi Iran Tak Kunjung Deal, Langsung Ungkap Ancaman Besar
18 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Trump Berikan Sinyal Positif! Singgung Potensi Gencatan Senjata dengan Iran Dapat Diperpanjang
18 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Pihak Iran Bak Ejek Kabar soal Pasukan AS Kekurangan Makanan di Lautan, Singgung Porsi Tak Layak
18 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Lonjakan Harga BBM Nonsubsidi, Anggota DPR Ingatkan Pemerintah Antisipasi Efek Daya Beli Masyarakat
18 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Klaim IRGC! Tegaskan Ada 3 Syarat untuk Kapal-kapal yang Ingin Melewati Perairan Selat Hormuz
18 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.