Terkini Nasional
Buntut Transaksi di Rekening Brigadir J Setelah Tewas, Ada Indikasi Modus Cuci Uang Ferdy Sambo
TRIBUN-VIDEO.COM - Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo membuka rekening atas nama Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dan Bripka RR atau Ricky Rizal, ada apa?
Mengenai hal itu, pengacara keluarga Brigadir J mencurigai ada motif lain dibalik pembukaan rekening atas nama anak buahnya.
Tak hanya melakukan pembunuhan berencana, Ferdy Sambo dicurigai melakukan pencucian uang.
Hal itu disampaikan pengacara keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak ketika beberkan analisanya.
Alasannya Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi menguasai rekening atas nama Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat dan ajudan lainnya.
“Menurut studi kasus dan juga paparan LSM yang ahli di bidang pencucian uang, hal tersebut ada indikasi pencucian uang, jadi harus ditelusuri, kenapa harus rekening atas nama Yosua dikuasai oleh PC dan FS, itu kan jadi pertanyaan,” kata Kuasa Hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak, seperti dikutip dari Kompas.TV, Sabtu (17/9/2022).
“Kenapa tidak rekening atas nama PC atau FS dibuat lalu diserahkan kepada Yosua," kata Martin menambahkan.
Baca: Kejagung Terima Kembali Berkas Perkara Ferdy Sambo hingga Kerahkan 73 Jaksa untuk Memeriksa
Martin mengatakan hingga kini setidaknya sudah ada keterangan dari dua orang saksi yang memperkuat soal rekening Brigadir J dikuasai Ferdy Sambo dan istrinya.
“Sudah ada dua keterangan saksi ya yang pertama, Bapak Erman Umar (kuasa hukum Bripka Ricky Rizal) mengatakan bahwa kliennya dibuatkan rekening lalu rekeningnya dikuasai,” ucap Martin.
“Lalu Arman Hanis (kuasa hukum Putri Candrawathi) juga tadi kan menyampaikan hal yang sama.
Nah ada asas hukum ya, unus testis nullus testis, satu saksi bukan saksi, tapi kalau sudah dua orang yang mengatakan itu sudah menjadi alat bukti," katanya menambahkan.
Lebih lanjut, Martin pun mempertanyakan berapa sesungguhnya penghasilan Ferdy Sambo sebagai polisi per bulan dan juga istrinya Putri Candrawathi.
Lantaran, lanjutnya, bisa mentransfer uang dalam jumlah ratusan juta rupiah ke rekening ajudan setiap bulannya.
“Berapa sih penghasilannya Ferdy Sambo per bulan, berapa sih penghasilannya Putri Candrawathi sebulan kok bisa mentransfer uang ratusan juta bulanan gitu ya untuk beberapa dapur, di Magelang sekian ratus juta, di Jakarta sekian ratus juta,” kata Martin.
“Setahu saya Irjen Pol itu gajinya itu Rp 30-an juta, kok bisa biaya hidupnya besar sekali, nah ini juga kan menimbulkan kecurigaan, boleh dong kita minta penelusuran (PPATK),” ujar Martin.
Bahkan, sambung Martin, PPATK seharusnya bukan hanya menelusuri setelah Brigadir J tewas tapi setahun ke belakang.
“Kalau bisa setahun ke belakang, karena penggunaan rekening itu sebagai anggaran rumah tangga sudah berjalan beberapa tahun,” ucap Martin.
Tak hanya itu, Martin menambahkan PPATK juga harus berani memastikan siapa pengirim uang ke sejumlah rekening ajudan Ferdy Sambo.
“Apakah benar seperti kecapnya Arman Hanis, apakah benar seperti kecapnya Bapak Erman Umar bahwa yang mentransfer itu Bu PC atau Pak FS,” kata Martin.
“Kalau saya sih curiga bukannya ya, bisa jadi jangan-jangan orang lain gitu loh, nah ini kan harus ditelusuri juga, jangan-jangan uang tersebut atau pun patut diduga diperoleh dari proses yang tidak legal, nah inilah tugas dari PPAK.”
Baca: Dugaan Kamaruddin Simanjuntak, Benarkah Ferdy Sambo Ditakuti Banyak Jenderal Polisi?
Penjelasan PPATK
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi (PPATK) tidak membantah ada pemindahan dana yang cukup besar pasca terbunuhnya Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Hal itu disampaikan Humas PPATK Natsir Kongah di Kompas.TV, Kamis (15/9/2022), saat dikonfirmasi soal kejanggalan adanya transaksi keluar dengan angka cukup besar dari rekening Brigadir J setelah peristiwa pembunuhan.
“Ya tergambar di situ, kalau kita melakukan transaksi itu kan tergambar dia, kapan waktunya detiknya sampai ininya juga tergambar jelas di sana,” ucap Natsir.
Namun, Natsir menegaskan PPATK tidak bisa memberikan informasi lebih detail perihal transaksi tersebut karena hal tersebut hanya boleh disampaikan kepada penyidik dan bukan konsumsi publik.
“Karena kita punya keterikatan dengan undang-undang Keterbukaan Informasi Publik, sekalipun banyak yang bisa kami sampaikan karena informasi yang kami lakukan itu adalah informasi yang bersifat intelijen,” ucap Natsir.
(*)
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Pengacara Keluarga Brigadir J Curigai Indikasi Pencucian Uang Dilakukan Ferdy Sambo
Artikel ini telah tayang di TribunPalu.com dengan judul Ferdy Sambo Dicurigai Lakukan Pencucian Uang, Pengacara Brigadir J: Berapa Sih Penghasilannya?
# Putri Candrawathi # Ferdy Sambo # rekening # Brigadir J # Bripka RR # pencucian uang # Martin Lukas Simanjuntak # PPATK
Video Production: Tia Kristiena
Sumber: Warta Kota
Tribunnews Update
Doktif Desak Polisi Bongkar Dugaan TPPU Richard Lee dan Keluarga yang Diduga Raup Ratusan Miliar
Kamis, 9 April 2026
Nasional
Terungkap di Sidang Pemerasan Noel, Rekening Staf TU Sekolah Catat Transaksi hingga Rp1,5 Miliar
Jumat, 6 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Bareskrim Polri Minta Bank Perketat Pembukaan Rekening, Penelusuran Dana Judi Online Kini Terpusat
Kamis, 5 Maret 2026
Saksi Kata
Bareskrim Geledah Rumah Mewah di Surabaya, Diduga Pusat Pengelolaan Emas Ilegal
Rabu, 4 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Cek Rekening! THR ASN-Pensiunan Sudah Cair Bertahap Mulai 26 Februari, Anggaran Naik 10 Persen
Rabu, 4 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.