Jumat, 24 April 2026

Terkini Daerah

Muncul Retakan di Jalan Beton Kampung Curug, Warga Panik Berlarian karena Retakan Semakin Besar

Sabtu, 17 September 2022 12:25 WIB
Tribunnews Bogor

TRIBUN-VIDEO.COM - Peristiwa pergeseran tanah menghancurkan perkampungan di Kampung Curug dan Kampung Gunung Batu, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Menurut data BPBD, sedikitnya ada 177 bangunan rumah warga terdampak kerusakan akibat adanya kejadian ini.

Salah satu warga Kampung Curug, Syarif (30) menceritakan bahwa awalnya pada Rabu (14/9/2022) sekitar pukul 08.00 WIB para warga sedang kerja bakti.

Warga menemukan adanya sejumlah keretakan jalan beton di Jalan Kampung Curug kemudian warga menambalnya menggunakan semen.

"Pada hari Rabu kita lagi kerja bakti, jam 08.00 WIB tambal-tambal jalan," kata Syarif kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (16/9/2022).

Baca: Kronologi Minimarket di Bandung Ambruk, Sebelumnya Ada Retakan di Beberapa Titik Bangunan

Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB, warga mulai merasa curiga dan waspada karena menduga keretakan beton jalan tersebut seperti perlahan melebar.

Kemudian sekitar pukul 10.00 WIB, tak ada hujan tak ada angin, warga mendadak dilanda kepanikan.

"Tiba-tiba dengar suara pecahan jalan (beton) ini, duar gitu, kayak petasan gitu. Kisaran jam 10.00 WIB," kata Syarif.

Saat kejadian tersebut, kata Syarif, cuaca cerah dan sama sekali tidak turun hujan.

Namun beberapa hari sebelum kejadian itu memang kampungnya sempat diguyur hujan deras pada hari Sabtu dan Minggu.

Pasca mendengar suara keras dari retakan beton jalan, warga panik berlarian meninggalkan rumah masing-masing dan menjauhi Jalan Kampung Curug menuju ke Jalan Raya Bojongkoneng.

"Pada panik semua, pada lari, lari ke jalan gede atas sana," kata Syarif.

Warga mulai ramai-ramai berlarian mengevakuasi diri mereka sekitar pukul 11.00 WIB.

Hal itu terjadi setelah para warga menyadari bahwa pergeseran tanah itu terus menerus terjadi.

Namun, karena pergeseran tanah ini terjadi tidak begitu cepat, warga memiliki waktu untuk menyelamatkan diri dari rumah rusak atau ambruk sehingga tak ada korban jiwa.

"Pas parahnya jam 11.00 WIB sampai jam 16.00 WIB sore. Pelan-pelan, satu detik retaknya kisaran 2 cm," kata Syarif.

Kemudian keesokan harinya pada Kamis (15/9/2022), pergeseran tanah kembali terjadi namun tak separah pada hari Rabu.

Baca: Buntut Terjadiinya Fenomena Pegeseran Tanah di Babakan Madang, BPBD: di Zona Merah Harus Relokasi

Warga yang kehilangan rumah tinggal karena rusak, sebagian mengungsi ke tenda pengungsian di sebuah lapangan sepak bola Kampung Curug dan sebagian mengungsi ke rumah kerabat.

Namun sebagian warga terdampak ada yang kembali bertahan di rumahnya karena bangunan rumahnya tak mengalami kerusakan parah.

Pergeseran tanah di kampungnya tersebut, kata Syarif bukan kali pertama terjadi.

Karena berdasarkan informasi dari orang tua, kata Syarif, di masa lalu juga dikabarkan pernah terjadi peristiwa serupa sekitar tahun 1980-an.

Sampai Jumat (16/9/2022), BPBD, aparat dan yang lainnya masih berkumpul melakukan penanganan di lokasi termasuk menyalurkan bantuan untuk para korban.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Detik-Detik Warga Kampung Curug Berlarian Dikejar Retakan Tanah, Panik Akses Jalan Hancur

# pergeseran tanah # Kampung Curug # Bogor # BPBD # rumah # rusak # keretakan # jalan # Tanah bergerak

Baca berita terkait di sini.

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Video Production: valencia frida varendy
Sumber: Tribunnews Bogor

Tags
   #pergeseran tanah   #Kampung Curug   #Bogor   #BPBD   #rumah   #rusak   #keretakan   #jalan   #Tanah bergerak

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved