Sabtu, 25 April 2026

Terkini Nasional

Duduk Perkara Pernyataan Effendi Simbolon terkait TNI seperti 'Gerombolan', Kini Meminta Maaf

Kamis, 15 September 2022 09:52 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon tengah menjadi sorotan terkait ucapan kontroversialnya.

Hal ini merupakan imbas ucapan Effendi Simbolon yang menyebut TNI seperti gerombolan lebih-lebih ormas.

Ucapan Effendi Simbolon tersebut mau tak mau menuai respons dari sejumlah perwira TNI AD.

Bahkan politikus PDIP itu dilaporkan ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.

Terbaru, Effendi Simbolon meminta maaf dan menjelaskan maksud ucapannya tersebut.

Lalu, bagaimana duduk perkara pernyataan kontroversial Effendi Simbolon soal TNI?

Rupanya, pernyataan kontroversial Effendi Simbolon disampaikan dalam rapat bersama di Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2022).

Baca: Kronologi Perseteruan KSAD dan Effendi Simbolon: Jenderal Dudung Sebut Menyakitkan

Rapat tersebut dihadiri Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra, serta seluruh kepala staf angkatan, kecuali KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pun tidak hadir dalam rapat Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) Kementerian Pertahanan.

Sementara itu, KSAD Jenderal Dudung diwakili Wakil KSAD Letjen TNI Agus Subiyanto.

Dikutip dari Kompas.com, semula Effendi Simbolon mengaku geram lantaran menemukan banyak ketidakharmonisan dan ketidakpatuhan yang terjadi di tubuh TNI.

Ia menyoroti sosok yang tidak datang rapat. Padahal Jenderal Andika, KSAL Laksamana Yudo Margono, dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo memenuhi panggilan Komisi I.

Effendi Simbolon pun mempertanyakan apa yang sedang terjadi di tubuh TNI.

"Semua ini kita hadir di sini untuk mendapatkan penjelasan dari Panglima TNI, dari KSAD, bukan dari Wakasad."

"Dan dari Menhan, dalam kaitannya ada apa yang terjadi di tubuh TNI ini?" ujar Effendi Simbolon.

Baca: Itu Menyakitkan bagi Kami, Jenderal Dudung Ingatkan Effendi Simbolon

Effendi Simbolon mengatakan, selepas rapat pembahasan anggaran, perlu dilakukan rapat khusus yang menghadirkan semua petinggi TNI, termasuk KSAD Dudung.

Dia menyarankan agar rapat dengan Panglima TNI, KSAD, KSAL, dan KSAU itu digelar Senin malam.

"Kami banyak sekali temuan-temuan ini, disharmoni, ketidakpatuhan, ini TNI kayak gerombolan ini, lebih-lebih ormas jadinya, tidak ada kepatuhan," ujar dia.

Masih dalam rapat tersebut, Effendi Simbolon juga berseloroh ketidakharmonisan hubungan Panglima TNI dengan KASAD adalah rahasia umum.

"Ini semua menjadi rahasia umum, Pak. Rahasia umum, Jenderal Andika. Di mana ada Jenderal Andika, tidak ada KSAD."

"Jenderal Andika membuat Super Garuda Shield, tidak ada KSAD di situ," ujar Effendi Simbolon.

Effendi Simbolon heran mengapa kedua pimpinan di TNI tersebut saling mempertahankan egonya masing-masing.

Baca: Dandim 0623 Cilegon Buka Suara soal Video Marah ke Effendi Simbolon yang Sebut TNI Gerombolan Ormas

Ia lantas menyebutkan, tindakan Andika dan Dudung merusak tatanan hubungan di TNI.

"Ego Bapak berdua itu merusak tatanan hubungan junior dan senior di TNI," ucap dia.

Effendi Simbolon juga menyinggung soal anak KSAD Jenderal Dudung yang gagal lolos seleksi Akademi Militer (Akmil).

"Ingin penjelasan dari Jenderal Andika dan penjelasan dari Jenderal Dudung."

"Ada apa terjadi disharmoni begini? Sampai urusan anak KSAD gagal masuk Akmil pun menjadi isu."

"Emangnya kenapa kalau anak KSAD?" kata Effendi Simbolon.

Effendi Simbolon menilai, semua petinggi di TNI harus tegas menyikapi isu disharmonisasi TNI tersebut.

(Tribunnews.com/Sri Juliati/Reza Deni) (Kompas.com/Achmad Nasrudin Yahya/Adhyasta Dirgantara)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Duduk Perkara Pernyataan Kontroversi Effendi Simbolon soal TNI, Kini Berujung Minta Maaf

# Effendi Simbolon # TNI # Minta Maaf # KSAD # Jenderal Dudung Abdurachman

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Video Production: valencia frida varendy
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved