Terkini Nasional

Curhatan Santri Diduga Dianiaya Senior di Ponpes Gontor, Ungkap Ini pada Ibu Sebelum Meninggal

Selasa, 13 September 2022 10:01 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Soimah, ibunda dari AM (17) santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengingat kembali curahan hati buah hatinya yang pernah dikemukakan semasa hidupnya.

Saat sedang pulang ke rumahnya di Palembang, AM sempat bercerita kepada ibunya ingin memperbaiki sistem pendidikan di dalam pondok pesantren.

Namun, belum sempat niatan itu terwujud, AM harus mengalami peristiwa tragis saat menggelar acara Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum).

Dia harus kehilangan nyawa lantaran diduga dianiaya oleh seniornya.

Baca: Polisi Ungkap Pelaku Kasus Kematian Santri Pondok Gontor, Ternyata Senior di Ponpes

Ingin perbaiki sistem ponpes

Soimah mengenang kembali ucapan putranya saat mereka sedang duduk bersama dan mengobrol.

“Sebelum anak saya meninggal almarhum selalu berceloteh kepada saya, ingin memperbaiki sistem ponpes," kata Soimah, Sabtu (10/9/2022) dikutip dari Kompas.com.

Soimah kala itu memang tak menanggapi serius perkataan putra sulungnya tersebut.

Namun, seiring berjalannya waktu akhirnya dia menyadari bahwa niatan AM itu agar tak terjadi tindakan senioritas.

"Rupanya dengan meninggalnya almarhum baru saya bisa mengerti maksud celotehan tersebut adalah untuk memperbaiki sistem agar tidak terjadi tindakan kekerasan di lembaga pendidikan mana pun dan pengalihan pengasuhan, pengawasan kepada senioritas,” imbuh dia.

Baca: Polisi Masih akan Selidiki Kasus Penganiayaan Santri Pondok Gontor, Meski Telah Tetapkan 2 Tersangka

Ditawari beasiswa

Selain itu, keluarga juga sempat ditawari beasiswa pendidikan saat pihak ponpes melakukan kunjungan ziarah ke makam AM dan rumah duka.

Tawaran beasiswa itu ditujukan untuk adik-adik AM yang masih bersekolah SD agar bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Soimah mengucapkan terima kasih kepada pihak ponpes atas tawaran tersebut.

Hanya saja, pihaknya masih fokus dengan proses hukum terhadap pelaku yang menyebabkan tewasnya AM.

"Memang ada tawaran itu beasiswa untuk adik-adik almarhum. Kami berterima kasih tapi kami sekarang masih fokus ke proses hukum yang sedang berjalan, " ungkap Soimah, Sabtu (10/9/2022) dikutip dari TribunSumsel.com.

Tetap lanjutkan perjuangan Dia mengatakan kunjungan pimpinan ponpes bersama rombongan dimaknai sebagai tindakan nyata terhadap keluarga yang sedang berduka.

"Tujuan mereka mengunjungi saya dan keluarga dapat saya maknai adalah suatu bentuk tindakan yang nyata kepada keluarga kami yaitu untuk menghibur dan mengucapkan belasungkawa agar keluarga kami bersabar dalam menghadapi cobaan yang sedang kami alami, " kata dia.

Selanjutnya, Soimah tetap gigih meneruskan perjuangan putranya yang ingin memperbaiki sistem ponpes.

Proses hukum harus ditempuh agar tak ada lagi korban-korban lain di lingkungan ponpes.

“Saya sebagai seorang ibu dari AM tetap terus akan melanjutkan perjuangan anak saya,” ujar dia.

Kunjungan ponpes Pimpinan Pondok Modern Pesantren Darussalam Gontor KH M Akrim Mariyat berziarah ke makam AM di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang pada Jumat (9/9/2022).

Akrim datang bersama para anggotanya dan didampingi Rusdi (47), ayah kandung AM.

Setelah itu, dia bersama para anggotanya berdoa di atas makam AM dan dilanjutkan takziah di rumah duka.

Menurut M Akrim, mereka datang ke Palembang dalam rangka takziah dan sengaja menemui keluarga AM.

Sebab, AM merupakan alumni di Pondok Pesantren Gontor .

“Korban adalah alumni kita, murid kita dan wafat di Ponpes Gontor,” kata Akrim usai ziarah.

Dia pun meyakini bahwa AM meninggal dalam keadaan mati syahid karena masih aktif menimba ilmu di Gontor.

“Kita yakin anak yang belajar dan meninggal sama dengan mati syahid. Karena dia adalah fisabilillah,” ujarnya.

Pihak Pondok Pesantren Gontor pun mengaku prihatin atas kejadian yang dialami AM. Karena itu mereka akan ikut bertakziah di rumah duka malam ini.

“Jadi kita ke sini untuk ikut bertakziah menyampaikan kedukaan kita mendoakan mudah-mudahan mati syahid dan dosa-dosa diampuni dan apapun amal di dunia diterima,” ucapnya.

Baca: Keinginan Terakhir Santri Ponpes Gontor Korban Penganiayaan, Ingin Ubah Sistem Pendidikan di Pondok

2 terduga pelaku senior korban

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia sebelumnya menjelaskan, ada dua orang senior korban yang diperiksa.

Kedua orang itu pun menjadi terduga pelaku yang menyebabkan AM tewas.

Menurut Nikolas, motif penganiayaan AM hingga tewas diduga dilatarbelakangi kesalahpahaman saat menggelar acara Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum).

Saat itu, AM yang menjadi ketua kekurangan alat hingga menyebabkan keduanya marah.

“Kami mengamankan beberapa barang bukti termasuk tongkat dari lokasi kejadian serta becak. Becak ini diduga digunakan untuk membawa korban ke rumah sakit,” kata Nikolas.

Dari kasus tersebut, penyidik Polres Ponorogo telah melakukan pemeriksaan pada sejumlah saksi.

Keterangan para saksi itu menguatkan bahwa dua orang tersebut menjadi terduga pelaku. “Keduanya (terduga pelaku) adalah senior korban di sekolah,” jelasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Curahan Hati Putra Soimah Sebelum Tewas Diduga Dianiaya Senior di Ponpes Gontor

# curahan hati # Ponpes Gontor # Penganiayaan di Ponpes Gontor # meninggal # Palembang # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Putri Anggun Absari
Sumber: Tribunnews.com

KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved