Jumat, 24 April 2026

Terkini Daerah

Penemuan Mayat Terbakar Tanpa Kepala di Semarang, Diduga Pegawai Bapenda, Pernah Jadi Saksi Korupsi

Senin, 12 September 2022 08:42 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM, SEMARANG- Iwan Budi pegawai Bapenda Kota Semarang Jawa Tengah hingga kini belum pulang ke rumah.

Iwan Budi diduga hilang sejak berangkat kerja pada 24 Agustus 2022.

Kini, muncul dugaan Iwan Budi tewas menyusul penemuan mayat tanpa kepala yang diduga Iwan Budi, di Jalan Marina Raya, Kelurahan Tawangsari, Semarang Barat.

Selain tanpa kepala, mayat tersebut sulit diidentifikasi karena hangus terbakar. Selain itu, kaki dan tangannya juga hilang.

Sempat salah seragam

Istri Iwan, Ony mengatakan suaminya sempat salah mengenakan seragam saat hendak berangkat kerja.

"Seragamnya salah, sempat minta disetrikakan seragam, kemudian berangkat kerja seperti biasa. Ditunggu sampai malam, belum pulang," tutur dia.

Baca: Misteri Penemuan Mayat di Marina Raya Semarang, Dugaan Kuat Identitas Jasad Merupakan PNS Bapenda

Dia menjelaskan, awalnya keluarga tidak terpikir bahwa Iwan tidak pulang karena menghilang.

Hal tersebut telah biasa dijalani Iwan terjadi setiap akhir bulan.

"Kalau akhir bulan biasanya ada lemburan. Jadi kami berpikir ada lemburan saja," kata dia.

Dia mulai curiga ketika menelepon istri teman suaminya, pada malam harinya.

Ternyata teman suaminya telah berada di rumah.

"Saya baru sadar beliau (Iwan Budi—Red) tidak di kantor, ketika mendapat informasi dari kantornya," ujarnya.

Bahkan Ony menyatakan, mendapat rekaman CCTV keberadaan suaminya saat berangkat kerja.

Iwan terakhir terdeteksi di depan kantor Kecamatan Gajahmungkur.

Baca: Pegawai Bapenda Semarang yang Diduga Tewas Terbakar Sebelumnya akan Diperiksa soal Dana Hibah Rp 3 M

Warga menemukan mayat dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9).

Mayat tersebut diduga merupakan jasad Iwan Budi. Tidak jauh dari mayat ditemukan juga sepeda motor matic berpelat merah H 9799 RA, yang diduga dikendarai korban.

Polisi juga menemukan tanda pengenal korban, nametag atas nama Iwan Budi P.

Lokasi penemuan mayat yang telah terbakar di kawasan Marina Kota Semarang (Istimewa).

Mayat itu ditemukan oleh operator buldoser, Slamet.

Kepada Tribun Jateng, Slamet menuturkan, pada saat bekerja membersihkan rumput di lokasi itu, dia melihat motor yang sudah terbakar.

"Saya sedang bekerja bersihin ilalang, ada motor di situ, saya tinggal, lalu laporan pada mandor," kata Slamet di kawasan Pantai Marina, Jumat.

Slamet mengatakan, dia melihat peristiwa tersebut, pada Kamis siang.

Baca: Penemuan Jasad Terbakar Tanpa Kepala di Pantai Marina, Diduga PNS Bapenda Kota Semarang

Setelah melapor, Slamet kembali melanjutkan aktivitasnya membersihkan ilalang sampai selesai.

"Jam sebelasan siang, kemarin siang, terus saya laporan dengan mandor, (lalu) ditindaklanjuti oleh mandor," ucapnya.

Informasi yang diterima Tribun Jateng, pada saat ditemukan, korban dan sepeda motornya dalam kondisi hangus.

Kendaraan korban berjenis matik dan berpelat merah.

Adapun kondisi korban tidak lengkap, bagian kepalanya tidak ditemukan.

Tes DNA

Polisi telah melakukan tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) kepada keluarga Iwan Budi pegawai Bappenda Kota Semarang yang diduga ditemukan tewas terbakar di kawasan Marina Kota Semarang.

Dalam melakukan tes DNA, polisi mendatangi rumah Iwan Budi di Jalan Tembalang Selatan 1, Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Baca: Lansia Dibuang dari Mobil ke Selokan di Ciawi, Kondisinya Memprihatinkan saat Ditemukan Warga

Istri Iwan Budi, Ony mengatakan, pengambilan tes DNA dilakukan oleh polisi kesehatan pada siang hari.

"Tes DNA sudah di lakukan kemarin jam 12:00 atau 01:00 siang keatas," ucapnya.

Utuk mengetahui hasil dari tes DNA tersebut dirinya masih menunggu sampai sekarang ini.

"Tinggal menunggu hasilnya saja," ungkapnya.

Pernah jadi saksi kasus korupsi

Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan korban pernah menjadi saksi dugaan korupsi pada pada tahun 2010.

Namun, Iswar mengaku, belum mendalami secara detail tentang dugaan korupsi tersebut.

Berdasarkan informasi dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang, kata Iswar, pernah dianggarkan penyertifikatan hasil penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) dari BSB.

Anggaran tersebut sebesar Rp 3 miliar.

Namun, anggaran itu tidak digunakan seluruhnya, hanya untuk honor tim.

"Angka Rp 3 miliar tidak digunakan semua. Di mana letak korupsinya, masih pendalaman dengan teman-teman kepolisian," kata Iswar.

Dia juga belum dapat memastikan, apakah hilangnya Iwan Budi berkaitan dengan kasus tersebut.

Dia mengaku, belum dapat informasi secara lengkap dari polisi.

Pada kasus yang tengah didalami polisi, kata Iswar, Iwan Budi baru diundang sebagai saksi.

Artinya, polisi masih melakukan pendalaman dan menghimpun data-data.

"Belum masuk penyidikan, baru menghimpun data-data. Kami serahkan ke kepolisian pendalaman seperti apa, apakah ada hubungan menghilangnya Iwan dengan kasus, sementara ditangani kepolisian," paparnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mayat Hangus Terbakar Tanpa Kepala di Semarang: Diduga Pegawai Bapenda, Pernah Jadi Saksi Korupsi

# Bapenda Kota Semarang # Pegawai Bapenda # pembunuhan # Saksi Korupsi KPK

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved