Terkini Nasional
Inilah Pengakuan Krusial Bharada E saat Diperiksa Lie Detector yang Buat Ferdy Sambo Tak Berkutik
TRIBUN-VIDEO.COM - Pengacara Bharada E, Ronny Talapessy membeberkan beberapa pengakuan kliennya saat diperiksa menggunakan alat lie detector alias pendeteksi kebohongan.
Dalam pemeriksaan lie detector, Bharada E diperiksa soal posisinya mulai dari Magelang, Jawa Tengah hingga di lokasi penembakan Brigadir J.
Dalam pemeriksaan itu, kata Ronny, ada hal krusial yang ditanyakan kepada kliennya.
Hal itu adalah soal Ferdy Sambo yang juga menembak Brigadir J.
"Lie detector yang ditanyakan ke klien saya terkait dengan peristiwa di Duren Tiga salah satu poin krusial adalah siapa saja yang menembak J. Klien saya menjawab saya pertama dan FS yang menembak terakhir," ucapnya.
Untuk itu, Ronny melanjutkan, kliennya mencabut keterangan awal dan dilakukan pemeriksaan ulang sebagai tersangka pada Kamis (8/9/2022) kemarin.
"Pencabutan beberapa point keterangan di BAP yg awal karena ada keterangan yang tidak benar (skenario FS). Masih ada keterangan yg masih pakai skenario awal (FS) makanya kita cabut," ungkapnya.
Baca: Sebelum Jadi Terdakwa dalam Persidangan, Bharada E Ungkap Keinginan Bertemu dengan Orangtuanya
Ferdy Sambo tak bisa mengelak lagi?
Hasil tes lie detector Bharada E, Bripka RR, Kuat Ma tidak menunjukan kebohongan.
"Barusan saya dapat hasil sementara uji Polygraph terhadap RE, RR dan KM, hasilnya 'No Deception Indicated' alias Jujur," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan dalam keterangan tertulis, Selasa (6/9/2022).
Sementara itu, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi mengatakan alat pendeteksi kebohongan Polri memiliki tingkat akurasi yang tinggi, yakni mencapai 93 persen.
Karena itu, hasil polygraph atau lie detector dinilai memiliki kekuatan hukum.
"Alat yang kita punya ini alat dari Amerika tahun 2019 dan tingkat akurasinya 93 persen," kata Dedi.
"Hasil polygraph setelah saya berkomunikasi dengan puslabfor dan juga operator polygraph, bahwa hasil polygraph atau lie detector itu adalah pro justitia. Nanti penyidik juga mengungkapkan ke depan,"
"Kenapa saya bisa sampaikan pro justitia? Karena tingkat akurasi 93 persen. Kalau di bawah 90 persen itu tidak masuk dalam ranah pro justitia," ujarnya.
Karena hal tersebut, berarti Ferdy Sambo tak lagi bisa berkelit.
Baca: Kondisi Bharada E Dibeberkan Pengacara, Masih Ada Trauma dan Pilih Mendekatkan Diri ke Tuhan
Sekedar informasi saat rekonstruksi Ferdy Sambo menyangkal semua keterangan Bharada E tentang bahwa dirinya ikut menembak Brigadir J di TKP.
Ferdy Sambo mengaku berperan hanya menyuruh Bharada E.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Terkuak Pengakuan Krusial Bharada E saat Diperiksa Lie Detector, Ferdy Sambo Tak Bisa Lagi Berkelit
# pengacara # Bharada E # Ronny Talapessy # lie detector # Ferdy Sambo # Brigadir J # Magelang
Video Production: Tia Kristiena
Sumber: TribunJakarta
Terkini Daerah
Selamat dari Kecelakaan Maut, Bos Rokok HS Berangkatkan 150 Karyawan Umrah
Selasa, 31 Maret 2026
Local Experience
Candi Asu di Magelang, Peninggalan Mataram Kuno Abad ke 9, bagian dari Kompleks Candi Sengi
Jumat, 27 Maret 2026
Viral
Menu MBG Sering Tak Layak! Pegawai SPPG Ini Malah Nikmati Makanan Mewah Hotel untuk Buka Bersama
Senin, 2 Maret 2026
Viral
Laka Maut Truk Muatan Susu Tabrak 3 Rumah di Magelang, Sopir Asal Pasuruan Tewas di TKP
Sabtu, 28 Februari 2026
Tribunnews Update
Seusai Vonis 15 Tahun Anak Riza Chalid Dijatuhkan, Patra Zen Soroti Putusan Hakim yang Lemah
Jumat, 27 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.