Rabu, 15 April 2026

Terkini Nasional

Sambo Cs Diperiksa Menggunakan Lie Detector, Mantan Kabareskrim: Hasilnya Tidak Sepenuhnya Akurat

Rabu, 7 September 2022 17:50 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Penggunaan lie detector atau alat deteksi kebohongan kepada tersangka kasus pembunuhan Brigadir J mendapat tanggapan sejumlah kalangan.

Termasuk diantaranya dari Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Ito Sumardi.

Menurut Ito lie detector atau alat deteksi kebohongan sudah tidak lagi digunakan oleh negara-negara maju.

Sebab akurasi dari alat lie detector atau pendeteksi kebohongan tidak sepenuhnya akurat, hanya 60-70 persen.

“Di negara-negara maju lie detector ini juga tidak terlalu dijadikan satu alat yang bisa digunakan, bisa mengecek apakah orang itu menyampaikan suatu keterangan secara akurat atau tidak, secara benar atau tidak,” kata Ito Sumardi dikutip dari Kompas.TV. Rabu (7/9/2022).

Ito pun menggambarkan bagaimana akurasi lie detector akhirnya diragukan ketika itu diterapkan kepada orang yang lelah, stres, hingga residivis.

Baca: Eks Hakim Agung: Ferdy Sambo saat Perintahkan Membunuh Brigadir J Dipengaruhi Miras atau Narkotika?

“Dalam kondisi seseorang dalam kondisi nervous, stres, lelah atau sakit ya, itu maka, yang bersangkutan itu akan sangat mempengaruhi daripada hasilnya,” ujar Ito Sumardi.

“Demikian pula ada orang-orang yang memang sudah terbiasa, biasanya residivis ya, ya itu dia mampu menghandle pertanyaan yang menjebak sehingga hasilnya itu menampilkan pola yang tidak menunjukkan kalau orang tersebut berbohong ya.”

Dalam keterangannya, Ito pun mengatakan biasanya penerapan pemeriksaan dengan lie detector terhadap tersangka dan saksi dilakukan karena penyidik ingin mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Tidak hanya itu, Ito juga menduga penyidik mengetahui masih ada yang disembunyikan sehingga menerapkan pemeriksaan dengan menggunakan lie detector.

“Ini suatu hal yang biasa dan biasanya dilakukan oleh pihak penyidik, karena apa, pihak penyidik ingin mendapatkan hasil yang optimal daripada hasil pemeriksaan saksi-saksi maupun tersangka,” ujarnya.

“Karena penyidik menduga ada hal-hal yang disembunyikan, sehingga digunakan alat poly grap atau lie detector ini, hanya memang penyidik tidak terlalu mengandalkan alat ini karena alat tersebut akurasinya diragukan.”

Baca: Inilah 2 Sosok Penting di Balik Keberanian Bharada E yang Dukung untuk Bongkar Skenario Ferdy Sambo

Dalam perkembangan kasus pembunuhan Brigadir J, polisi menerapkan pemeriksaan dengan alat lie detector terhadap tersangka Putri Candrawathi dan asistennya Susi.

Sebelumnya, tersangka lain dari kasus ini, seperti Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, lalu Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf juga menjalani pemeriksaan dengan lie detector.

Sementara terhadap Ferdy Sambo, rencananya pemeriksaan itu akan dilakukan pada hari ini, Rabu (7/9/2022). (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penggunaan Lie Detector untuk Tersangka Pembunuhan Brigadir J Dinilai Tidak Efektif, Ini Alasannya

# lie detector # Brigadir J # Ito Sumardi # Kabareskrim # Putri Candrawathi # Ferdy Sambo

Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved