Selasa, 14 April 2026

Terkini Daerah

Harga BBM Naik, Sopir Pikap di Merauke Papua Terpaksa Naikan Tarif

Selasa, 6 September 2022 15:05 WIB
Tribun Papua

TRIBUN-VIDEO.COM - Dua hari setelah Presiden RI Joko Widodo umumkan perubahan harga BBM se-Indonesia, sopir angkutan umum pikap di Kabupaten Merauke, Papua makin menjerit.

Mereka berharap adanya kenaikan harga BBM akan membuat normal pelayanan di SPBU, justru kini para sopir masih tetap harus mengantre untuk mendapatkan solar.

"Kenaikan harga BBM sangat berdampak bagi kami sopir pick up Merauke. Harapannya, jangan mempersulitkan masyarakat. Harga BBM naik, tapi kok kami masih antre," kata sopir pick up di Pasar Wamanggu Merauke, Frederikus Lamere (32) kepada Tribun-Papua.com disela-sela kesibukannya, Senin (5/9/2022).

Ia menuturkan, sopir pick up melayani penumpang mulai pukul 06.00 - 22.00 WIT. Bahkan, ada yang membuka pelayanan 24 jam akibat belum mendapatkan penumpang.

Diakuinya, pelanggan terbanyak berasal dari warga orang asli Papua Mangga Dua Kimaam. Namun mirisnya, sopir pick up selama 2 hari terakhir pasca harga BBM naik banyak yang tidak mendapatkan rejeki.

"Kadang setiap hari bisa dapat Rp 200.000 - 300.000. Sekarang kosong penumpang. Waktu terbuang antre di SPBU, mau beli eceran juga takarannya sedikit dan harganya mahal bahkan kalau solar jarang ada eceran," keluhnya.

Baca: Harga Resmi Naik, Sebanyak 20 SPBU di Merauke Papua Mengatur Ulang Mesin Harga BBM

Hal yang sama diungkapkan Ketua Sopir Pick Up Merauke, Huteres (59) kepada media ini.

"Kalau antre terus, bagaimana kita mau dapat uang? Tolong lihat, saya mohon kepada pemerintah pusat dan Pemda, kasih stabil pelayanan di SPBU," pintanya.

Pria paruh baya yang telah menggeluti profesi sopir Pick Up selama 20 tahun lebih ini berharap pemerintah bisa tegas membuat kebijakan stabilkan pelayanan agar tidak ada antrean.

"Kita masyarakat kecil mau cari makan. Selama kenaikan harga BBM, pendapatan kami kurang karena sangat sepi pelanggan. Bahkan, kami harus antre solar, kapan kami bisa dapat uang kalau waktu habis mengantre," ujar Huteres.

Sementara itu, Aldian Mahuze (34) meminta Bupati Merauke bersama Kepala PT Pertamina Merauke segera memberikan solusi, tidak terjadi lagi antrean panjang kendaraan umum untuk mendapatkan BBM di SPBU.

"Bupati bersama Kepala Pertamina Merauke berikan suplai stok BBM yang banyak. Jangan terjadi kesulitan lagi, kami antre berjam-jam, kaget ternyata solar habis," lugasnya.

Putera Papua suku Marind ini mengaku sering antre di SPBU sejak pagi namun ternyata tidak mendapatkan solar karena dinyatakan habis.

"Kadang antre dari pukul 03.00 WIT dini hari baru dapat solar pukul 10.00 WIT.

Kadang juga disampaikan habis," beber Aldian Mahuze.

Baca: Imbas Kenaikan Harga BBM, Puluhan Sopir Angkot di Bitung Mogok Tarik Penumpang 

Berbeda dengan Hendrikus Ratuanak (36). Ia mengaku sering antre di SPBU sejak pukul 19.00 WIT malam.

Terpaksa mobilnya ditaruh di SPBU agar keesokan hari bisa mendapatkan BBM subsidi tersebut.

Dia merincikan, antre di SPBU Jalan Ahmad Yani biasanya memperoleh solar 20 liter, sedangkan di SPBU Jalan Parakomando bisa mendapatkan solar sebanyak 30 liter.

"Keseluruhan Solar itu kalau kita melayani rute dalam kota ke distrik Semangga saja atau Kurik, tentu sudah habis. Harus beli lagi. Tapi kita harus antre lama lagi. Kok bisa BBM naik, kita masih antre. Harus dikasih stabil. Ini saya baru pulang antre di SPBU," ungkapnya Senin sore.

"Sebelumnya rute dalam kota Rp 100.000 namun pasca kenaikan harga BBM jadi Rp 150.000," jelasnya.

Dia merincikan, untuk tarif keluar kota atau antar distrik akan disesuaikan berdasarkan hasil kesepakatan dengan pelanggan.

"Keluar kota seperti Semangga bisa Rp 200.000. Dari kota Merauke ke Kurik Rp 700.000 sampai Rp 800.000. Bahkan kita juga melayani antar kabupaten Merauke dengan Boven Digoel Rp 3 juta," ujarnya. (*)

#kenaikan harga BBM #BBM #Sopir Pikap #Merauke #Papua

Baca Artikel Lainnya di Sini

Sumber: Tribun Papua

Tags
   #kenaikan harga BBM   #BBM   #Sopir Pikap   #Merauke   #Papua

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved