Terkini Nasional
Posisi Suharso Monoarfa sebagai Ketum PPP Dicopot, DPC PPP Solo: Ada Paham Dualisme Kepemimpinan
TRIBUN-VIDEO.COM - DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dikagetkan dengan pencopotan Suharso Monoarfa dari jabatan Ketua Umum partai berlambang kabah itu.
Diketahui, untuk sementara jabatan tersebut dihandle oleh Muhammad Mardiono.
Ketua DPC PPP Kota Solo, Edy Jasmanto mengaku trauma dengan adanya dualisme di tubuh partai PPP selama ini.
"Kami juga sudah trauma dengan dualisme kepemimpinan. Kami sudah trauma periode yang kemarin," kata Edy.
Menurutnya, DPC PPP Solo sendiri tidak tahu menahu terkait konflik yang berada tubuh PPP.
"Kita ini ndak (tidak) tahu ontran-ontran (konflik), begitu tahu sudah dilengserkan," kata dia.
Baca: Sosok Anggota Wantimpres Muhammad Mardiono yang Kini Jadi Plt Ketum PPP, Harta Kekayaannya Rp 1,27 T
Edy mengungkapkan, saat ini pihaknya memilih mengikuti aturan dari pengurus pusat mengenai permasalahan ini, serta menunggu arahan yang lebih lanjut.
Disinggung mengenai 'Kiyai Amplop' yang diduga menjadi sumber pencopotan Suharso, Edy enggan berkomentar panjang.
"Saya enggak tahu mengenai masalah itu, biar beliau sendiri yang menjawab," ucapnya.
Saat ini, Edy lebih fokus bahwa adanya dualisme yang terjadi di tubuh PPP sangat berdampak dengan partai itu sendiri.
Bahkan hal tersebut tak ditampiknya sangat berpengaruh pada perolehan kursi yang didapat PPP.
"Intinya dari DPC PPP masih mengikuti arahan pusat, siapapun memimpin PPP," ucapnya.
Di mana kursi dewan turun 50 persen dari sekitar 39 menjadi 19 kursi karena adanya dualisme kepemimpinan.
Baca: Sosok Muhamad Mardiono Pengganti Suharso Monoarfa Jadi Plt Ketum PPP, Respon Protes Banyak Pihak
"Dampaknya kursi di dewan turun 50 persen, dari sekitar 39 menjadi 19 kursi karena adanya dualismenya kepemimpinan," jelas dia.
Edy mengaku merasa capai dengan adanya duliasme yang terjadi selama ini di tubuh PPP.
"Tidak ada dualisme lagi, dualisme kepemimpinan sudah capai, tiga tahun capai," pungkasnya.
Sebagai informasi, pimpinan 3 Majelis DPP PPP sudah melakukan musyawarah dan hasilnya mereka memutuskan mencopot Suharso Monoarfa sebagai Ketua Umum.
Pemberhentian dilakukan setelah pimpinan 3 Majelis partai menyikapi terkait ramai dan kegaduhan soal Suharso Monoarfa secara pribadi dan kalangan simpatisan PPP.
Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan DPP PPP, Usman M Tokan.
(Tribun-Video.com/TribunSolo.com)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Suharso Monoarfa Dicopot dari Posisi Ketum, DPC PPP Kota Solo Ngaku Ada Trauma Dualisme Kepemimpinan
#Suharso Monoarfa #Ketum PPP #dicopot #Dualisme Kepemimpinan
Video Production: Anggorosani Mahardika Siniwoko
Sumber: TribunSolo.com
Terkini Nasional
Teror Air Keras Aktivis Berujung Jabatan Dilepas, Harta Kabais TNI Yudi Abrimantyo Capai Rp8,4 M
Kamis, 26 Maret 2026
Live Update
Muswil PPP Wilayah X Jawa Barat, Ketum: Amanah Konstitusi di Tengah Persoalan Internal
Kamis, 5 Februari 2026
Nasional
Kapolri Sebut Rela Dicopot Jabatannya daripada Insitusi Polisi di Bawah Kementerian, Ada Apa?
Selasa, 27 Januari 2026
Live Update
LIVE UPDATE SORE: Imbas Dualisme Dana Hibah Keraton Solo Tertunda, Maling HP Bonyok Dihajar Warga
Kamis, 8 Januari 2026
Nasional
Miftachul Akhyar Jadi Pengganti Kepemimpinan PBNU di Tangan Rais Aam seusai Gus Yahya Dicopot
Rabu, 26 November 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.