Rabu, 29 April 2026

Terkini Nasional

Posisi Suharso Monoarfa sebagai Ketum PPP Dicopot, DPC PPP Solo: Ada Paham Dualisme Kepemimpinan

Senin, 5 September 2022 18:14 WIB
TribunSolo.com

TRIBUN-VIDEO.COM - DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dikagetkan dengan pencopotan Suharso Monoarfa dari jabatan Ketua Umum partai berlambang kabah itu.

Diketahui, untuk sementara jabatan tersebut dihandle oleh Muhammad Mardiono.

Ketua DPC PPP Kota Solo, Edy Jasmanto mengaku trauma dengan adanya dualisme di tubuh partai PPP selama ini.

"Kami juga sudah trauma dengan dualisme kepemimpinan. Kami sudah trauma periode yang kemarin," kata Edy.

Menurutnya, DPC PPP Solo sendiri tidak tahu menahu terkait konflik yang berada tubuh PPP.

"Kita ini ndak (tidak) tahu ontran-ontran (konflik), begitu tahu sudah dilengserkan," kata dia.

Baca: Sosok Anggota Wantimpres Muhammad Mardiono yang Kini Jadi Plt Ketum PPP, Harta Kekayaannya Rp 1,27 T

Edy mengungkapkan, saat ini pihaknya memilih mengikuti aturan dari pengurus pusat mengenai permasalahan ini, serta menunggu arahan yang lebih lanjut.

Disinggung mengenai 'Kiyai Amplop' yang diduga menjadi sumber pencopotan Suharso, Edy enggan berkomentar panjang.

"Saya enggak tahu mengenai masalah itu, biar beliau sendiri yang menjawab," ucapnya.

Saat ini, Edy lebih fokus bahwa adanya dualisme yang terjadi di tubuh PPP sangat berdampak dengan partai itu sendiri.

Bahkan hal tersebut tak ditampiknya sangat berpengaruh pada perolehan kursi yang didapat PPP.

"Intinya dari DPC PPP masih mengikuti arahan pusat, siapapun memimpin PPP," ucapnya.

Di mana kursi dewan turun 50 persen dari sekitar 39 menjadi 19 kursi karena adanya dualisme kepemimpinan.

Baca: Sosok Muhamad Mardiono Pengganti Suharso Monoarfa Jadi Plt Ketum PPP, Respon Protes Banyak Pihak

"Dampaknya kursi di dewan turun 50 persen, dari sekitar 39 menjadi 19 kursi karena adanya dualismenya kepemimpinan," jelas dia.

Edy mengaku merasa capai dengan adanya duliasme yang terjadi selama ini di tubuh PPP.

"Tidak ada dualisme lagi, dualisme kepemimpinan sudah capai, tiga tahun capai," pungkasnya.

Sebagai informasi, pimpinan 3 Majelis DPP PPP sudah melakukan musyawarah dan hasilnya mereka memutuskan mencopot Suharso Monoarfa sebagai Ketua Umum.

Pemberhentian dilakukan setelah pimpinan 3 Majelis partai menyikapi terkait ramai dan kegaduhan soal Suharso Monoarfa secara pribadi dan kalangan simpatisan PPP.

Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan DPP PPP, Usman M Tokan.

(Tribun-Video.com/TribunSolo.com)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Suharso Monoarfa Dicopot dari Posisi Ketum, DPC PPP Kota Solo Ngaku Ada Trauma Dualisme Kepemimpinan

#Suharso Monoarfa #Ketum PPP #dicopot #Dualisme Kepemimpinan

Baca Artikel Lainnya di Sini

Reporter: Sandy Yuanita
Video Production: Anggorosani Mahardika Siniwoko
Sumber: TribunSolo.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved